< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
πŸ‘₯ 13-16K Daily Readers
πŸ“ˆ 200K – 330K Monthly Pageviews
πŸ”₯ 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
πŸ“Š View Rate Card
πŸ’¬ Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Duh, Puluhan Anak di Kabupaten Tangerang Kurang Gizi

Minggu, 28 Januari 2018 | Minggu, Januari 28, 2018 WIB | Last Updated 2018-01-28T06:50:42Z
 
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar
TANGERANG – Pukuhan anak di Kabupaten Tangerang menderita gizi buruk. Pemkab Tangerang pun langsung menanggapi adanya 25 anak di salah satu Kecamatan yakni, Kronjo, Kabupaten Tangerang, yang terkena gizi buruk.
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menyebutkan, anak anak dengan usia empat sampai 14 tahun di wilayah tersebut bukan mengidap gizi buruk, namun masuk dalam kategori kurang gizi.
“Ini masuknya kurang gizi, bukan gizi buruk,” katanya, Minggu (28/1/2018).
Dalam hal ini, kurang gizi dan gizi buruk memiliki artian yang berbeda. Kurang gizi ditandai dengan badan yang kurus, karena berat badannya kurang untuk anak seusianya. Sementara itu, anak bergizi buruk lebih mudah terlihat, karena gizi buruk ini sangat memengaruhi fisiknya.
Gizi buruk dibagi menjadi dua jenis, yaitu marasmus, dan kwasiorkor. Penderita marasmus ini ditandai dengan tubuh yang sangat kurus, sehingga tulang-tulangnya sangat menonjol. Ibaratnya, hanya tinggal tulang berbalut kulit saja. Sedangkan penderita kwasiorkor, memiliki perut yang buncit dan kaki yang membengkak. Biasanya, hal ini disebabkan karena anak kekurangan protein.
Dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, melalui Kepala Dinas Kesehatan, Desi Riana mengatakan, fenomena kurang gizi di Kabupaten Tangerang, tak sama dengan apa yang terjadi di wilayah Papua.
“Kalau dilihat ini, kasusnya tidak sama. Saat ini, kami pun sudah berupaya dengan pemberian nutrisi pada anak-anak tersebut. Sejauh ini, kita golongkan dalam kurang gizi, nantinya setelah kita berikan nutrisi, pada bulan Februari akan kita cek berat badannya,” ungkapnya dilansir viva.co.id.
Anak-anak yang menderita kekurangan gizi tersebut, lantaran pada saat hamil nutrisi sang ibu tak tercukupi. Pada saat lahir pun, si anak juga tak mendapatkan nutrisi yang baik. Hal itu, karena faktor ekonomi yang melilit warga setempat.
“Memang ini sering terjadi di wilayah pesisir yang susah akan ekonomi, lantaran pekerjaan orangtua mereka ini serabutan, hingga selain nutrisi kurang mereka juga tak mengenyam pendidikan. Tetapi, saat ini, akan kita lakukan tindakan dan koordinasi,” kata Desi. (
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update