< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Akademisi Diaspora Berperan Bangun Indonesia dari Luar Negeri

Selasa, 27 Agustus 2019 | Selasa, Agustus 27, 2019 WIB | Last Updated 2019-08-27T11:31:53Z
 
Para akademisi diaspora yang berada di sejumlah perguruan tinggi asing berperan membuka akses kerja sama luar negeri.
JAKARTA – Akademisi In­donesia yang berkarier atau bekerja di sejumlah perguruan tingg di luar negeri (diaspora) memiliki peran dalam mem­bangun Indonesia dari bela­han dunia mana pun. Kemen­ristekdikti akan melakukan pemetaan ilmuwan diaspora.
“Kalau dulu Presiden Jokowi ada konsep membangun Indo­nesia dari pinggiran, maka se­karang kita perluas. Dengan adanya ilmuwan diaspora bisa membangun Indonesia dari belahan dunia mana pun,” kata Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Sum­ber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ke­menristekdikti), Agus Susilo­hadi, di Jakarta, Senin (26/8).
Ia mengatakan setiap tahun setidaknya ada 50 diaspora In­donesia yang datang ke forum Simposiun Cendekia Kelas Du­nia (SCKD) yang diselenggara­kan Kemenristekdikti. SCKD 2019 diselenggarakan mulai 18 Agustus hingga 25 Agustus 2019.
Melalui kegiatan tersebut, para diaspora disebar ke sejum­lah perguruan tinggi di daerah untuk menjalin jejaring, mem­buka akses kerja sama luar ne­geri, dan juga membimbing dosen dalam penulisan jurnal.
“SCKD merupakan ben­tuk perhatian pemerintah ter­hadap pengembangan SDM. Kata kunci dari pidato Presiden Jokowi pada 16 Agustus lalu itu adalah manajemen talenta dan diaspora. Melalui kegiatan ini, sudah waktunya membidik orang-orang hebat Indonesia yang berkarier di luar negeri,” terang dia.
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengatakan Kemen­ristekdikti akan melakukan pemetaan ilmuwan diaspora asal Indonesia. “Kami sudah menyepakati dengan ilmuwan yang terlibat dalam SCKD un­tuk memperkuat basis datanya dan juga dipetakan kom­petensinya,” ujarnya.
Untuk pendataan ilmuwan diaspora Indonesia tersebut, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Ikatan Ilmuwan Indo­nesia Internasional (I4) dan Akademi Ilmuwan Muda In­donesia (ALMI). Saat ini, lanjut Agus, pihaknya baru mendata sekitar 400 ilmuwan diaspora. Diperkirakan jumlah ilmuwan diaspora lebih banyak lagi.
“Kami sudah berhasil mem­buat satu matrik rencana Sum­ber Daya Iptek dan Dikti (SDID) hingga 10 tahun ke depan. Dari matrik itu diketahui apa saja kebutuhan SDM Indonesia ke depannya,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, ilmuwan diaspora Indo­nesia yang berkarier di Inggris, Bagus Putra Muljadi, menga­takan kedatangan diaspora ke Tanah Air melalui SCKD bukan untuk menggurui para akade­misi di dalam negeri, melain­kan untuk berkolaborasi.
Bagus yang saat ini menja­bat sebagai Asisten Profesor di Departemen Teknik Kimia dan Lingkungan University of Not­tingham ini menambahkan, riset yang memiliki dampak besar harus dilakukan secara kolaboratif dan multidisiplin. Selain itu, SDM Indonesia juga memiliki jaringan internasio­nal. “Hal itu yang ingin diba­ngun Kemenristekdikti,” kata­nya.
Rektor Asing
Dalam kesempatan terpisah, Menristekdikti, Mohamad Na­sir, mengenalkan rektor asing pertama bernama Jang Youn Cho yang berasal dari Korea Selatan. Cho akan memimpin Universitas Siber di Indonesia yang diselenggarakan di Uni­versitas Nasional (Unas) ke de­pannya.
“Pertama kali rektor asing yang masuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber di Indone­sia yang diselenggarakan Uni­versitas Nasional Jakarta,” kata Nasir.
Nasir mengatakan Universi­tas Siber yang diselenggarakan Unas ini merupakan lembaga pendidikan pertama yang sis­tem pendidikannya berbasis daring.
“Rektor tersebut punya pengalaman memimpin per­guruan tinggi. Dia pernah memimpin perguruan tinggi di Hankuk University di Korea Selatan dan pernah jadi dosen dan profesor di Amerika, dan sekarang dia menjadi rektor di universitas cyber ini,” ujarnya. 
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update