< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Minta Proyek Geothermal Dilanjutkan, Puluhan Warga Demo Pemkab Serang

Sabtu, 28 September 2019 | Sabtu, September 28, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-28T09:32:30Z


SERANG, (KB).- Puluhan warga Kecamatan Padarincang berunjuk rasa di depan pendopo Bupati Serang, Jumat (27/9/2019). Dalam aksi tersebut mereka meminta agar proyek geothermal atau pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Batukuwung Kecamatan Padarincang kembali dilanjutkan.
Perwakilan warga, Hasanudin mengatakan, kedatangannya ke kantor bupati Serang untuk meminta agar membuka kembali proyek geothremal. Sebab saat ini pengerjaan proyek milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sudah berjalan tersebut ditutup oleh sebagian masyarakat.
“Ditutup sama sebagian masyarakat yang menganggap mereka tidak pro (kontra) terhadap kegiatan pembangunan geothermal. Sudah hampir dua minggu tidak ada aktivitas,” ujarnya kepada Kabar Banten.
Ia mengatakan, berangkat dari persoalan ini, masyarakat pun kemudian melakukan aksi. Sebab mereka menafkahi keluarganya dari pekerjaan di proyek tersebut. Kemudian juga sebelum menyatakan sikap mendukung, ia pun mengaku sudah sounding kepada perusahaan.
“Kita ingin tahu seperti apa materi dan tekniknya. Kalau itu dampak negatif terhadap lingkungan, kita akan sama satu komando dengan teman-teman disana akan menolak. Sehubungan ini banyak manfaatnya makanya kita nyatakan sikap terima dan dukung,” tuturnya.
Hasanudin mengatakan, untuk masalah ini pihaknya hanya menyampaikan kepada Pemkab Serang. Sedangkan mengenai izin dari provinsi proyek tersebut, ia mengatakan saat ini sudah ada izin.
“Kalau izin provinsi yang jelas kemarin kita lihat katanya sudah ada izin, kita enggak terlalu jauh cukup sampaikan aspirasi ke Kabupaten Serang,” ucapnya.
Disinggung soal adanya kemungkinan konflik di masyarakat antara yang pro dan kontra, Ia mengaku khawatir. “Kekhawatiran ada, hanya saja kekhawatiran ini dalam bentuk apa, mungkin sebagian banyak, anggap kita sebagian kecil mereka yang banyak menolak, mengapa menolak karena enggak tahu secara utuh materinya,” katanya.
Setelah menyampaikan aspirasinya melalui orasi dan spanduk. Masa aksi yang mendapatkan pengawalan dari kepolisian tersebut diterima audiensi oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa dan pejabat terkait.
Pandji Tirtayasa mengatakan, dalam menyikapi masalah ini yang pertama harus menyelesaikan persoalan di lapangan lebih dulu. Jangan sampai nantinya malah terjadi konflik horizontal.
“Makanya saya yakinkan kepada mereka, pada prinspilnya kami mendukung apa yang disampaikan mereka. Tapi kita tidak bisa menafikan bahwa ada sebagian kecil masyarakat yang tidak sepaham,” ujarnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat setempat yang pro agar melakukan pendekatan persuasif secara kekeluargaan atau pribadi kepada mereka yang kontra. Sebab kata dia, jangan-jangan mereka yang menolak sudah tidak bisa menerima argumen rasional.
“Oleh karena itu ada persoalan yang menyangkut harga diri yang bersangkutan coba disentuh itu, mereka sendiri yang menyentuhnya. Karena mereka sesama keluarga besar Padarincang, jangan sampai di lapangan terjadi konflik antara saudara,” katanya.
Pandji mengatakan, mengenai penutupan sementara proyek geothermal, menurut dia harus dilihat lebih dulu siapa yang menutup. Apakah instansi atau perorangan. Jika perorangan maka Kapolres Serang Kota harus ambil langkah.
“Tapi kalau hanya instansi apakah provinsi atau kementrian ESDM yang tutup saya yakin itu menutup hanya sementara. Hanya untuk menghindari konflik horizontal. Tapi saya belum tahu yang menutup dari mana,” ucapnya.
Disinggung kemungkinan adanya perpecahan masyarakat, Pandji mengatakan, harus membaca permasalahannya lebih dulu. Jika bicara alasan menolak seperti apa argumennya dan jika mendukung pun seperti apa.
“Tadi saya tanya mengapa anda mendukung ternyata dia bisa jelaskan secara runtut bahwa manfaatnya bisa lebih besar dari mudaratnya. Ternyata mereka yang dukung bukan asal dukung mereka ngerti,” katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update