JAKARTA – Massa Aksi Mujahid 212 akhirnya membubarkan diri dari area sekitar Monumen Nasional (Monas) dan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan poskotanews.com, aksi mereka tertahan
di Patung Arjuna lantaran polisi memasang barikade berupa kawat berduri
dan movable concrage barier (MCB). Dan aparat kepolisian berjaga di
balik barikade yang melintang di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat
tersebut.
Karena aksinya tertahan, maka massa tak dapat melanjutkan orasiny di
depan Istana Merdeka. Sehingga mereka memilih untuk melakukan unjuk rasa
di Patung Kuda.
Namun matahari makin tinggi, adzan dzuhur pun berkumandang. Massa
yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna putih dan hitam ini akhirnya
memutuskan mundur. Mereka lebih memilih untuk menunaikan ibadah shalat
dzuhur di masjid terdekat.
Melalui pengeras suara, salah satu orator dari mobil komando
memberikan intruksi. Ia mengajak agar massa bergerak menuju Masjid
Istiqlal yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi alsi tersebut.
“Ayo kita mundur. Mari kita ke Masjid Istiqlal untuk menjalankan shalat,” seru salah satu orator, Sabtu (28/9/2019).
Untuk diketahui, aksi Mujahid 212 ini mengangkat empat isu. Pertama
mengenai perihal demonstrasi mahasiswa, penanganan aksi mahasiswa yang
dinilai represif, penanganan kerusuhan di Papua, dan penanganan karhutla
yang dinilai lamban.

.gif)