JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjamu
pimpinan MPR dengan menu nasi goreng, lontong sayur, hingga ayam goreng,
di rumah dinasnya di Jakarta, Kamis (17/10/2019).
Kedatangan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama Wakil
Pimpinan MPR lainnya ini, untuk mengantarkan undangan menghadiri acara
pelantikan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil
presiden terpilih di Pemilu Presiden 2019.
Wakil Ketua MPR RI yang hadir antara lain Ahmad Basarah (F-PDI
Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Gerindra), Lestari Moerdijat (F-Nasdem),
Jazilul Fuwaid (F-PKB), Syarief Hasan (F-Demokrat), Zulkifli Hasan
(F-PAN), Arsul Sani (F-PPP) dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).
“Pak JK menyatakan akan hadir di acara pelantikan untuk menyaksikan
KH Ma’ruf Amin yang menggantikan dirinya sebagai Wakil Presiden
melanjutkan tongkat estafet mendampingi Presiden Joko Widodo selama
2019-2024,” terang Bamsoet.
Menueurnya, obrolan pimpinan MPR bersama JK sangat santai. Mereka
membahas berbagai agenda kerja MPR RI lima tahun kedepan. Khususnya,
terkait rekomendasi MPR RI 2014-2019 untuk mengamandemen terbatas UUD
Negara Republik Indonesia 1945 (UUD NRI 1945).
“Sebagai tokoh bangsa yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk
dua kali menjadi wakil presiden, pemikiran Pak JK sangat dibutuhkan
dalam menyempurnakan UUD NRI 1945,” ujar Bamsoet usai bertemu Jusuf
Kalla, ujar Bamsoet.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyampaikan kepada JK, bahwa MPR
tidak akan mengembalikan kewenangan MPR RI sebagai lembaga tertinggi
negara yang memilih presiden – wakil presiden.
“Pemilihan presiden – wakil presiden tetap akan dilangsungkan secara
langsung oleh rakyat Indonesia, sehingga daulat kekuasaan presiden
merupakan penjelmaan dari daulat rakyat,” Bamsoet menandaskan.
Ia menambahkan terlepas dari berbagai kekurangan maupun dampak yang
dihasilkan dalam penyelenggaraan Pemilu, sistem pemilihan langsung
pemilihan presiden – wakil presiden oleh rakyat tak boleh diganggu
gugat.
“Karena dengan pemilihan langsunglah hubungan emosional dan kebatinan
antara presiden – wakil presiden dengan rakyat menjadi kuat,” tegas
Bamsoet.

.gif)