< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kemendagri: Kita Buktikan Pilkada Bukan Klaster Pandemi

Rabu, 30 September 2020 | Rabu, September 30, 2020 WIB | Last Updated 2020-09-30T07:54:30Z

 


Jakarta - Kementrian Dalam Negeri  (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) yang menggelar Pilkada Serentak 2010  serius menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Muhammad Hudori mengatakan, hal itu merupakan upaya pemda menjawab keraguan publik soal penyelenggaraan pilkada di masa pandemi.

"Kita harus buktikan kepada masyarakat bahwa pilkada bukan klaster pandemi," kata Hudori dalam Rapat Kerja Nasional Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Tahun 2020, Rabu (30/9).

Hudori mengatakan, ada lima hal yang wajib dilakukan pemda untuk mencapai tujuan itu. Pertama, mempercepat pencairan anggaran pilkada lewat Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Kedua, menggencarkan sosialisasi dan simulasi protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020. Ketiga, pemda diminta menindak pelanggar protokol kesehatan selama pilkada.

Keempat, pemda juga wajib menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas pemilihan dan keamanan pilkada. Kelima, pemda wajib sosialisasi untuk menyukseskan pilkada di tengah pandemi.

"Sosialisasi secara masif untuk menghasilkan pilkada yang aman, lancar, demokratis, dan tidak terjadi konflik, bebas penularan pandemi Covid-19," tuturnya.

Hudori berkata pilkada kali ini merupakan agenda strategis nasional. Ia meyakini pilkada justru akan menjadi cara Indonesia melawan pandemi Covid-19.

"Ujung-ujungnya peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah masing-masing sehingga diharapkan menghasilkan kepala daerah yang legitimate, yang punya kebijakan dan program strategis dalam penanganan Covid-19," ucap Hudori.

Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 daerah. Gelaran yang dijadwalkan pada 9 Desember ini akan melibatkan sekitar 105 juta pemilih.

dengan alasan belum ada satu pun negara yang mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Di sisi lain, penyelenggaraan pilkada saat pandemi diragukan sejumlah kalangan. Bahkan tak sedikit pakar kesehatan yang meminta penundaan karena kondisi pandemi di Indonesia masih buruk. dengan 210.437 dinyatakan sembuh dan 10.601 meninggal dunia.


Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update