< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Program MBG Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja dan Tarik Investasi Rp40 Triliun, Ini Dampaknya bagi Ekonomi

Minggu, 19 April 2026 | Minggu, April 19, 2026 WIB | Last Updated 2026-04-19T05:32:37Z

 



JAKARTA KONTAK BANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama 15 bulan terakhir menunjukkan dampak signifikan, tidak hanya dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Program ini tercatat berhasil menarik investasi hingga Rp40 triliun serta menyerap sekitar 1,18 juta tenaga kerja di berbagai sektor.

Ciptakan Efek Berganda Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan pelaku usaha lokal di berbagai daerah.

“MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi secara luas,” ujarnya dalam konferensi pers “1 Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis” di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, setiap anggaran yang digelontorkan pemerintah melalui program ini menghasilkan efek berganda (multiplier effect), mulai dari sektor produksi hingga distribusi.

Libatkan UMKM dan Tenaga Kerja Lokal

Dampak ekonomi MBG terlihat dari operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah.

Unit ini melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tenaga kerja lokal, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pemasok bahan baku.

“Keterlibatan UMKM terus meningkat, penyerapan tenaga kerja bertambah, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi mulai terasa nyata,” jelas Muhaimin.

Ia menambahkan, besarnya investasi swasta yang masuk menjadi indikator kuat bahwa program ini mampu mendorong perputaran ekonomi secara luas.

Jangkau Puluhan Juta Penerima Manfaat

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa perkembangan MBG berlangsung pesat dengan partisipasi masyarakat yang tinggi.

Hingga saat ini, lebih dari 27 ribu unit SPPG telah terbentuk di seluruh Indonesia sebagai tulang punggung pelaksanaan program.

Program ini juga telah menjangkau sekitar 62,35 juta penerima manfaat, terdiri dari 49,64 juta peserta didik dan 12,7 juta masyarakat umum.

Libatkan Lebih dari 100 Ribu Pemasok

Dari sisi sektor usaha, tercatat sebanyak 116.465 pemasok terlibat dalam ekosistem MBG. Mereka terdiri dari 11.430 koperasi, 1.180 BUMDes, 48 ribu pelaku UMKM, serta sekitar 54 ribu pemasok lainnya.

Selain itu, sekitar 1,18 juta relawan juga terlibat aktif dalam operasional program di berbagai daerah.

“MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis komunitas,” tegas Sony.

Dorong Kemandirian Ekonomi Nasional

Program MBG juga dirancang untuk memberdayakan petani, peternak, hingga pedagang lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada Badan Gizi Nasional, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, MBG diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam peningkatan kualitas gizi maupun penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update