TANGERANG – KONTAK BANTEN Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turun tangan memfasilitasi penyelesaian kasus penahanan ijazah oleh sekolah swasta, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Langkah itu dilakukan saat Dimyati memediasi langsung antara siswa dan pihak sekolah melalui sambungan telepon di salah satu SMA swasta di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/2026).
Dalam dialog tersebut, Dimyati membantu menyelesaikan tunggakan salah satu siswa yang ijazahnya telah ditahan selama dua tahun.
“Segera ambil ijazahnya, ya. Pak Kepsek kirim nomor rekening sekolahnya, nanti saya transfer,” ujar Dimyati.
Minta Masalah Ijazah Segera Dituntaskan
Usai mediasi, Dimyati menegaskan bahwa persoalan penahanan ijazah harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, negara perlu hadir memberikan solusi nyata, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi.
“Saya akan minta data berapa banyak sekolah swasta yang masih menahan ijazah. Saya yakin jumlahnya banyak, bisa sampai puluhan ribu. Nanti kita carikan solusi bersama,” katanya.
Siapkan Skema Solusi
Dimyati menjelaskan, sejumlah langkah tengah disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Di antaranya melalui relaksasi pembayaran hingga 50 persen dari total tunggakan atau skema lain yang tidak memberatkan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga membuka kemungkinan membentuk pusat pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kasus serupa.
“Ke depan jangan ada lagi sekolah yang menahan ijazah. Ijazah itu penting untuk melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan,” tegasnya.
Siswa Terkendala Ekonomi
Sementara itu, siswa yang ijazahnya sempat ditahan mengaku tidak bisa melamar pekerjaan selama dua tahun terakhir karena belum memiliki ijazah.
Kondisi ekonomi keluarga yang sulit, ditambah orang tua yang telah bercerai, menjadi kendala utama untuk menebus dokumen tersebut.
“Iya Pak Wagub, saya sudah dua tahun belum bisa melamar kerja karena belum punya ijazah SMA,” ujarnya.
Dorong Semangat Siswa
Dimyati juga berpesan agar bantuan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berusaha memperbaiki masa depan.
“Bantuan ini harus jadi motivasi untuk lebih baik dan lebih giat. Jangan bermalas-malasan,” pungkasnya.

.gif)