LEBAK, KONTAK BANTEN – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lebak mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya tujuh kecamatan terdampak kekeringan, sehingga ribuan warga membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih meliputi Kecamatan Cilograng, Leuwidamar, Warunggunung, Cimarga, Wanasalam, Curugbitung, dan Sajira.
Menurutnya, hingga Minggu (26/7/2026), sebanyak 11 desa dari tujuh kecamatan tersebut telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Lebak.
"Dari tujuh kecamatan yang terdampak, terdapat 11 desa yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Lebak," kata Febby.
BPBD Distribusikan 81 Ribu Liter Air Bersih
Menindaklanjuti permohonan masyarakat, BPBD Kabupaten Lebak terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan 81.000 liter air bersih kepada 1.388 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Febby menjelaskan, kebutuhan air bersih masyarakat mulai meningkat sejak memasuki Juni 2026 dan terus bertambah selama Juli seiring minimnya curah hujan di sejumlah wilayah.
"Permintaan bantuan air bersih mulai meningkat sejak Juni dan terus berlanjut hingga Juli 2026," ujarnya.
Dua Mobil Tangki Dikerahkan
Dalam proses distribusi, BPBD Kabupaten Lebak mengerahkan dua unit mobil tangki air yang masing-masing memiliki kapasitas 6.000 liter untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Menurut Febby, hingga saat ini armada tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
"Sementara ini kami masih mengerahkan dua unit mobil tangki karena kebutuhan masih dapat terlayani dengan dua kendaraan tersebut," ungkapnya.
Sajira dan Curugbitung Paling Parah
BPBD memperkirakan puncak musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Apabila hujan belum turun dalam waktu dekat, jumlah desa maupun kecamatan yang mengalami krisis air bersih diperkirakan akan terus bertambah.
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, Kecamatan Sajira dan Kecamatan Curugbitung menjadi wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah karena sumber-sumber air masyarakat mulai mengering.
"Wilayah yang saat ini mengalami kondisi kekeringan dan kekurangan air bersih paling parah berada di Kecamatan Sajira dan Kecamatan Curugbitung," pungkas Febby.
BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.(timone)

.gif)