SERANG, KONTAK BANTEN – Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala stroke yang muncul secara tiba-tiba. Penanganan medis dalam waktu secepat mungkin menjadi kunci untuk mencegah kerusakan sel otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kecacatan permanen.
Direktur Utama RSUD Banten, Danang, mengatakan salah satu tanda stroke yang paling mudah dikenali adalah munculnya kelumpuhan secara mendadak pada salah satu sisi tubuh, baik pada tangan, kaki, maupun wajah.
Menurutnya, apabila gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis secepatnya.
Jangan Bawa ke Pengobatan Alternatif
Danang mengingatkan masyarakat agar tidak membuang waktu dengan membawa pasien stroke ke tempat pengobatan alternatif sebelum mendapatkan penanganan medis.
Ia menegaskan pasien sebaiknya langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama jika tersedia layanan ambulans.
"Kalau ada ambulans, bawa ke sini ke IGD. Kalau pasien datang dengan kelumpuhan separuh, nanti akan langsung ditangani dan diperiksa berapa lama sejak gejalanya muncul," kata Danang, Minggu (26/7/2026).
Waktu Menentukan Keselamatan Sel Otak
Danang menjelaskan, dalam penanganan stroke terdapat istilah "time is brain", di mana setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan semakin banyak sel otak mengalami kerusakan.
Apabila gangguan pada aliran darah ke otak segera ditangani, sel-sel otak yang masih hidup dapat diselamatkan sehingga risiko kelumpuhan dan kecacatan dapat diminimalkan.
Sebaliknya, jika penanganan terlambat dan sel otak sudah mati, kerusakan tersebut tidak dapat dipulihkan kembali.
"Sel otak yang mati itu tidak bisa hidup lagi. Jadi, jangan sampai sel otak itu mati. Kalau sudah mati, tidak bisa kembali lagi," ujarnya.
Pasien Akan Jalani CT Scan
Setibanya di rumah sakit, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan jenis stroke yang dialami.
Salah satu pemeriksaan utama adalah CT Scan, yang bertujuan membantu dokter menentukan apakah pasien mengalami stroke akibat penyumbatan pembuluh darah atau perdarahan di otak.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan terapi yang paling tepat sesuai kondisi pasien.
Pada pasien yang memenuhi syarat medis dan datang dalam waktu yang masih memungkinkan, dokter dapat memberikan terapi khusus guna mengurangi kerusakan otak serta meningkatkan peluang pemulihan.
Pilih Rumah Sakit yang Bisa Menangani Stroke
Danang juga mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan waktu tempuh ketika memilih fasilitas kesehatan.
Menurutnya, apabila terdapat rumah sakit yang memiliki layanan penanganan stroke dan dapat dijangkau lebih cepat, maka pasien sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit tersebut tanpa menunda waktu.
"Kalau ada pilihan rumah sakit yang sama-sama dekat, pertimbangkan waktunya. Kalau kemudian ke rumah sakit yang belum tersertifikasi dan itu membuat waktu penanganan menjadi lebih dari empat atau lima jam, lebih baik langsung ke RSUD Banten," katanya.
Segera Cari Pertolongan Medis
Danang menegaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat. Semakin lama pasien terlambat mendapatkan pertolongan, semakin besar risiko kerusakan sel otak yang dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, hingga kecacatan permanen.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera mengenali gejala stroke dan tidak menunda membawa pasien ke rumah sakit.
"Yang paling penting adalah jangan terlambat. Segera bawa pasien ke rumah sakit agar bisa dilakukan pemeriksaan dan penanganan," pungkasnya.(TIMONE

.gif)