JAKARTA KONTAK BANTEN – Ribuan jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam, untuk mengikuti kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB, peserta terus berdatangan dari berbagai daerah hingga memenuhi pelataran Monas. Mereka terdiri atas jamaah majelis taklim, santri pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum yang ingin mengikuti doa bersama.
Suasana khidmat mulai terasa sejak memasuki area acara. Lantunan selawat, zikir, dan musik religi menggema di kawasan Monas, sementara para jemaah yang didominasi mengenakan pakaian putih mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Panitia juga menyiapkan pembatas atau barikade untuk memisahkan area jamaah laki-laki (ikhwan) dan perempuan (akhwat) demi menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Doa Dipimpin Tokoh Enam Agama
Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya melibatkan umat Islam, tetapi juga menjadi momentum doa bersama lintas agama sebagai simbol persatuan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan enam agama yang diakui di Indonesia, yakni:
- Islam: Imam Besar Masjid Istiqlal, Husni Ismail.
- Kristen: Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty.
- Katolik: Romo Fransiskus Yance Sengga.
- Hindu: Pinandita Gede Pastika.
- Buddha: Bhikkhu Bhadranatha Thera.
- Konghucu: Xs. Budi S. Tanuwibowo.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan serta memperkuat semangat persatuan dalam menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pengamanan Diperketat
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disiagakan di berbagai titik di kawasan Monas.
Pengamanan dilakukan di area panggung utama, pintu masuk, jalur pejalan kaki, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Jumlah peserta yang mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu orang, sehingga rekayasa pengamanan dan pengaturan mobilitas peserta dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar.(JAY)

.gif)