Persebaran pandemi virus korona jenis baru atau Covid-19 yang semakin
cepat membuat masyarakat semakin khawatir. Jumlah pasien positif korona
hingga Jumat (3/4), total 1.986 kasus. Dengan demikian, ada penambahan
196 pasien yang dinyatakan positif virus korona dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data pemerintah antara Kamis (2/4) pukul 12.00 WIB
hingga Jumat pukul 12.00 WIB, juga ada penambahan pasien Covid-19 yang
meninggal dunia sebanyak 11 orang. Dengan demikian, total ada 181 pasien
Covid-19 yang meninggal dunia hingga Jumat sore. Selain itu, terdapat
penambahan 22 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Jumlah total
pasien Covid-19 yang sembuh diketahui ada 134 orang.
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia
setelah Jawa Barat, sekitar 39,6 juta jiwa, tak pelak Jawa Timur turut
dilanda wabah mematikan itu. Kasus positif Covid-19 di Jawa Timur
mengalami tambahan 49 kasus baru. Total pasien positif korona sebanyak
152 orang per Jumat.
Sebagai antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim)
telah melakukan berbagai upaya mulai meningkatkan kesiapan fasilitas
dan sistem kesehatan masyarakat, sosialiasi untuk membendung penyebaran
wabah, hingga kebijakan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Berikut penuturan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terkait
langkah-langkah antisipasi pandemi virus Covid-19.
Bagaimana perkembangan terbaru pandemi korona di Jatim?
Kasus positif korona atau Covid-19 di Jawa Timur mengalami tambahan
49 kasus baru. Total pasien positif korona sebanyak 152 orang. Adapun
pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah menjadi 717 orang, sedangkan
total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 8.395 orang menjadi 9.435
kasus.
Tambahan 49 kasus positif korona itu paling banyak dari Kota Surabaya
dengan 33 kasus, kemudian Lamongan 10 orang. Sedangkan sisanya
tambahan dari Gresik dan Kediri. Adanya tambahan kasus positif korona
dari Lamongan dengan 10 orang itu menjadikan daerah itu langsung masuk
daerah terjangkit. Meskipun ada tambahan kasus positif, saat ini juga
ada enam terkonfirmasi negatif atau sembuh. Enam orang itu yakni tiga
dari Magetan dan tiga orang dari Surabaya.
Langkah yang dilakukan untuk membendung wabah korona?
Pemprov Jatim membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Jatim yang diketuai oleh Sekdaprov Jatim. Di dalamnya terdapat rumpun
gugus tugas untuk dampak sosial ekonomi yang diketuai oleh Wagub Jatim.
Untuk rumpun gugus kuratif berupa layanan rumah sakit diketuai Dirut
RSUD dr Soetomo Surabaya, untuk rumpun gugus promotif preventif seperti
penyemprotan disinfektan, penyediaan alat-alat medis diketuai Kepala
Pelaksana BPBD Jatim, sedangkan rumpun gugus tracing oleh Kepala Dinas Kesehatan.
Bagaimana dengan kesiapan fasilitas perawatan?
Dari waktu ke waktu, kami terus menambah rumah sakit rujukan pasien
Covid-19. Sebelumnya berjumlah 63, sekarang sudah menjadi 75 rumah
sakit rujukan yang disiapkan.
Penambahan tersebut membuat pemprov saat ini memiliki total bed isolasi
dan non-isolasi di rumah sakit rujukan sebanyak 13.357 unit. Sebagian
ruang isolasi sudah dilengkapi tekanan udara negatif dan ventilator.
Bagaimana dengan tenaga medis?
Insya Allah, para tenaga medik dan para medik kita sudah memberikan
kemampuan dan layanan terbaiknya. Sekarang, total dokter paru yang kita
siapkan ada 152 orang yang masih didukung 14 ribu lebih dokter lain, 33
ribu perawat, dan relawan mahasiswa nakes sekitar 1.800 orang.







0 comments:
Post a Comment