< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Instagram @kontakbanten.id

Tag Terpopuler

Prediksi Ahli Epidemiologi UI Jika Pemerintah Tak Serius Tekan Penyebaran Corona

Sunday, 19 April 2020 | Sunday, April 19, 2020 WIB | Last Updated 2020-04-19T14:09:10Z

JAKARTA-Ahli Epidemiologi dan Biostatistik FKM UI, Pandu Riono sempat memaparkan kemungkinan terburuk yang terjadi di Indonesia jika penanganan Virus Corona atau Covid-19 dilakukan setengah hati. Perkiraannya, sebanyak 2,4 juta orang menjalani perawatan di rumah sakit jika pemerintah tidak mengeluarkan tindakan tegas pencegahan penyebaran Covid-19.
"Kita mengestimasi kalau kita tidak melakukan apa-apa hanya sekadar mengimbau terserah orang mau apa, kira-kira bisa terjadi sampai 2,4 juta," ujar Pandu dalam web diskusi, Minggu (19/4).
Namun, lanjut dia, prediksi itu tidak akan tercapai. Karena pemerintah telah melakukan intervensi. Salah satunya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan melakukan tes secara massif. Meski diakuinya hal itu terlambat.
"Harusnya sudah mulai ketika presiden menerima surat dari WHO untuk segera mengambil langkah tegas dan strategis untuk merespon cepat mencegah pandemi ini," kata Pandu.
Pandu menjelaskan, ada tiga tingkatan intervensi penanganan virus corona. Intervensi rendah dengan jaga jarak sosial. Intervensi moderat dengan tes massal dan pembatasan sosial. Hingga intervensi tinggi dengan tes massal dan pembatasan sosial berskala besar.
Dengan intervensi tinggi dapat menekan angka pasien yang dirawat karena corona hanya 300.000 orang. Namun, Pandu mengingatkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar harus diterapkan secara nasional. Bukan PSBB yang saat ini diterapkan hanya di tingkat lokal.
"Aturan yang dikembangkan ini malah membuat birokrasi yang membuat virus senang sekali memperluas jangkauan dan ke seluruh indonesia." ujar Pandu
Jika Pemerintah Tak Serius Tangani Corona
Jika pemerintah masih bersikap santai, diprediksi akan ada 800.000 orang yang butuh perawatan rumah sakit. Melebihi kapasitas layanan kesehatan yang ada, sehingga menambah angka kematian.
"Kalau kita masih santuy, santai mengizinkan lain sebagainya mungkin 800.000 yang butuh perawatan rumah sakit. Yang terinfeksi jauh lebih banyak," jelasnya.
Pandu juga memprediksi, puncaknya pandemi Corona di Indonesia bisa terjadi sekitar minggu kedua dan ketiga Mei 2020. Dengan asumsi intervensi dilakukan di tingkat menengah, maka akan ada 30.000 orang yang akan dirawat di rumah sakit. Namun, jika pemerintah serius menekan, di angka puncak hanya 12.000 orang yang dirawat.
"Kalau kita bisa intervensi serius seusai teori tidak sekadar imbauan tidak harapkan masyarakat patuh, maka kita bisa menekan virus hanya 12.000 yang butuh perawatan. Ini kita bisa merawat dan tampung sehingga bisa cegah kematian," kata Pandu.
Karena itu, Pandu mendesak keseriusan pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk memutus persebaran virus corona. Pandu meminta pemerintah tidak hanya melakukan pembatasan di daerah tertentu. Tetapi betul-betul secara nasional agar penurunannya di semua daerah juga merata.
"Kita harus bisa menyelesaikan ini bersama dengan waktu yang tidak jauh berbeda. Nanti ada provinsi yang mungkin Desember belum selesai. Ini saya khawatir," ucapnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update