< !-- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tangani Banjir, Pemkot Cilegon Butuh Dana 120M

Saturday, 8 April 2017 | Saturday, April 08, 2017 WIB | Last Updated 2017-04-08T14:05:43Z

Cilegon-Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Citangkil dan Ciwandan, Kota Cilegon, langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon. Dinas PUTR menduga bahwa penyebab banjir itu sangat kompleks.
Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Bidang Bina Marga Dinas PUTR M Tedi Mahfudi mengatakan, yang menjadi penyebab banjir sebenarnya bukan drainase atau saluran air yang menjadi kewenangan Pemkot. “Kalau dilihat drainasenya tidak ada masalah. Cuma ketika akan mengalir ke laut, itu bermasalah,” katanya di kantornya di Jalan Ki Wasyid, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kamis (6/4).
Tedi menjelaskan, seharusnya air bermuara ke laut. Namun, karena drainase di kawasan industri tidak bisa menampung kapasitas debit air, akhirnya air balik dan tumpah ke jalan raya. “Saya tidak tahu kenapa itu bisa terjadi. Apakah karena saluran air yang kecil atau tidak ada saluran. Saya tidak tahu itu,” jelas Tedi.
Tedi tidak bisa berbuat apa-apa untuk bisa memperbaiki drainase yang ada di kawasan industri. “Kalau kawasan industri bukan kewenangan kita. Kalau kewenangan kita sudah tidak ada masalah. Buktinya langsung surut kan,” ujar Tedi.
Tedi menyebutkan, lokasi banjir antara lain di pertigaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, di Pasar Cigading, dan depan PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) atau di depan kantor Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan. “Untuk penanganan jangka pendeknya ya normalisasi. Tapi rencana jangka panjang membuat tandon,” sebut Tedi.
Kepala Dinas PUTR Nana Sulaksana menambahkan, banjir berasal dari limpahan aliran air yang berasal dari sejumlah pabrik. “Untuk penanganannya, paling kita ada kegiatan normalisasi. Kalau untuk jangka panjangnya, kita akan bangun LWS (long water storage),” tambah Nana.
Nana menjelaskan, untuk pembangunan LWS membutuhkan anggaran Rp120 miliar melalui bantuan keuangan provinsi. “Kita ajukan anggaran untuk LWS ke Pemprov Banten. Tadinya mau tahun ini, karena kita sudah ajukan. Tapi realisasinya cuma Rp70 miliar. Kalau cuma itu, nanti tidak bisa sampai ke laut. Akhirnya anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan Alun-alun dan pembangunan lanjutan sport center,” jelas Nana.
×
Berita Terbaru Update