< !-- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gubernur Banten Panen Jagung di Pamarayan

Wednesday, 24 January 2018 | Wednesday, January 24, 2018 WIB | Last Updated 2018-01-24T11:22:32Z

Gubernur Banten Wahidin Halim saat panen jagung di Pamarayan, Kabupaten Serang, Rabu (24/1).
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim merayakan panen raya jagung dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Rabu (24/1).
Turut hadir, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Dadang Hermawan dan kelompok petani Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.
Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, total hasil panen raya yang dihasilkan saat ini mencapai 3 hingga 12 ton per hektare. Mantan Walikota Tangerang tersebut pun meminta agar para petani meningkatkan jumlah tanam jagung lebih maksimal lagi dari sebelumnya.
“Kita masih membutuhkan jutaan ton jagung, khususnya untuk lokal maupun kebutuhan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, hasil pertanian jagung yang perlu ditingkatkan hingga 20 ton per hektare. Caranya, dengan melakukan study banding ke daerah yang memang sentra penghasil jagung yang sudah terlihat hasilnya.
“Jadi Gapoktan kita belajar apa dari pembibitannya, teknologi, termasuk penyiraman dan airnya. Kalau kita hitung tadi masa empat bulan. Kalau nanti ditanam besok empat bulan kemudian panen tapi per hektare jangan mau berada pada posisi, dan 12 ton itu bisa ditingkatkan lagi oleh petani,” tuturnya.
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan bahwa Kabupaten Serang sedang gencarnya melakukan swasembada pangan terutama jagung. Menurutnya, komoditi jagung akan dipasok berapa pun hasilnya untuk kebutuhan perusahaan pakan ternak.
“Pemasaran kami juga telah menyediakan BUMD Argo Berkah Mandiri. Jadi sudah ada pasar lokalnya sendiri,” tuturnya.
Di Kecamatan Pamarayan, luas lahan yang dihasilkan berupa komoditi jagung seluas 55 hektare dan akan bertambah hingga 100 sampai 150 hektare pada Desember 2018. Dimana, lahan tersebut merupakan lahan kosong berupa hutan yang dimanfaatkan oleh masayarakat setempat.
×
Berita Terbaru Update