< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemudik Diminta Jangan Bawa Saudaranya Adu Nasib ke Tangerang

Minggu, 10 Juni 2018 | Minggu, Juni 10, 2018 WIB | Last Updated 2018-06-10T11:33:31Z
Anggota Komisi IX DPR RI Marinus Gea, saat diwawancarai awak media, Sabtu (9/6/2018)

TANGERANG-Pemudik asal Tangerang dihimbau untuk tidak serta merta membawa sanak saudaranya turut mengadu nasib ketika kembali ke kota seribu industri ini.
Walaupun Kota Tangerang disebut sebagai kota seribu industri, namun tak dapat mengatasi jumlah pengangguran yang ada.
Hal itu disebabkan banyaknya masyarakat luar daerah yang sengaja berdatangan untuk mencari kerja.
Sehingga jumlah pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Apa lagi, tak sedikit calon pekerja yang belum memiliki keahlian.
Disetiap tahunnya, memang sangatlah banyak masyarakat luar daerah yang datang ke kota Tangerang untuk mencari kerja. Sampai-sampai jumlahnya tidak terhitung.
"Saya kira ini sudah kebiasaan karena setiap tahun ada yang datang dan pergi. Tapi data yang datang dan pergi ini belum diketahui. Biasanya memang lebih banyak yang datang," kata Marinus Gea, Anggota Komisi IX DPR RI saat ditemui di Tangerang, Sabtu (9/6/2018).
Menurutnya, Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan telah mendata perusahaan, tetapi jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan selalu padat.
Marinus mengatakan, mengenai lonjakan masyarakat luar kota yang akan menjadi calon pekerja ini merupakan tugas yang harus diprioritaskan oleh pemerintah dan perusahaan.Kemudian kalau pulang dan kembali lagi jangan membawa rombongan dengan banyak karena Jabodetabek sudah penuh," ucapnya.
Jika masyarakat luar kota meninggalkan daerahnya hanya untuk mencari pekerjaan, Marinus bertutur hal ini dapat menghilangkan produktivitas atau penghasilan di kampung halamannya.
"Ini yang harus dipahami. Tidak bisa kita melihat bahwa seolah-olah masuk ke perusahaan tapi di kampung kosong dan di sini malah jadi beban karena menganggur," paparnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update