< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Wahidin Halim Nilai Banten Sulit Lakukan Lockdown

Selasa, 31 Maret 2020 | Selasa, Maret 31, 2020 WIB | Last Updated 2020-03-31T05:37:09Z
 
Gubernur Banten Wahidin Halim saat memimpin rapat koordinasi dengan kabupaten dan kota di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang. (Istimewa)
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku hari ini mendapatkan banyak pertanyaan dari warga Banten terkait lockdown. Ia menilai sulit melakukan karantina wilayah karena berbagai alasan.
“Pemerintah Provinsi Banten sedang membahas masalah lockdown yang bertujuan untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona (Covid 19). Gubernur membahas masalah lockdown bersama Kapolda Banten dan Danrem 064 Maulana Yusuf,” ungkapnya di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl A Yani no 158 Kota Serang, Senin (30/3/2020).
Dikatakan Wahidin, lockdown tidak sesederhana yang dibayangkan, tidak Sekadar menutup pintu. Tidak sekadar menolak orang yang datang dari luar.
Menurutnya, Banten sudah terintegrasi dengan Jakarta. Sehari-harinya orang Banten cari pekerjaan, cari upah, cari penghidupan ke Ibu Kota.
“Jadi, Banten – Jakarta itu daerah yang sudah menjadi kawasan yang terintegrasi. Sehingga kita susah untuk memantau pergerakan. Termasuk kulturnya, tradisinya, dan kebiasaannya. Kami sedang cari formulasi. Format bagaimana berhadapan dengan tuntutan dan permintaan masyarakat,” paparnya.
Tentunya, lanjut pria yang akrab disapa WH, harus hati-hati dengan pertimbangan sosial, politik, dan penting pertimbangan ekonomi. Tentunya jangan sampai menambah pengangguran baru. Kalau mereka menganggur, apa yang mau mereka makan.
“Ada tanggung jawab negara di situ!” tegas Gubernur WH.
Dijelaskan, Tangerang disebut Kota Commuter karena orang Tangerang Raya itu rata-rata bekerja di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Cari sesuap nasi pun di Jakarta. Ada simbiosis mutualisme antara daerah ini.
“Tiap hari, bayangkan! Orang-orang dari Tangerang, Cilegon dan wilayah Banten lainnya sehari-hari berbondong-bondong dengan mobilitas tinggi ke Jakarta,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Gubernur WH, Pemprov Banten menunggu sejauhmana Jakarta memperlakukan lockdown, menutup pintu bagi warga Banten. Pemprov Banten harus bersiap-siap secara ekonomi supaya tidak punya ketergantungan. Dari segi profesi dan pekerjaan, ketergantungan Banten kepada Jakarta tinggi.
“Posisi Banten juga sama dengan Jawa Tengah. Soal pulang mudik, setiap hari orang Banten pulang mudik. Tidak hanya dari transportasi bus dan kereta api, mereka juga menggunakan motor, lewat jalan-jalan dan gang kecil. Ini tidak bisa dibendung,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu WH mengungkapkan, banyaknya ODP di Banten karena banyak orang Jakarta atau orang Banten yang tinggal di Jakarta pulang kembali ke Banten.
“Demikian juga dari data pasien positif yang saya temukan juga kalau berobat ke Jakarta. Begitu juga sebaliknya, Mungkin penuh, mereka bergeser ke rumah sakit-rumah sakit di Tangerang atau yang ada di Banten,” pungkasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update