-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

1 Juta KK di Jabar Terbantu Program Pemerintah

Saturday, 18 April 2020 | Saturday, April 18, 2020 WIB | Last Updated 2020-04-18T12:45:31Z

BANDUNG – Pemerintah memberikan bantuan sosial tunai kepada masyarakat ter­dampak pandemi Korona se­nilai 600 ribu rupiah per bu­lan per kepala keluarga mu­lai minggu ketiga bulan April hingga Juni 2020. Jawa Barat mendapat kuota penerima se­kitar satu juta kepala keluarga.
Menteri Sosial, Juliari Batubara memberikan kepas­tian bansos tunai tersebut saat sosialisasi kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sejumlah kepala daerah di Jabar, Kamis (17/4). Menurut Menteri, Bansos tunai ditar­getkan untuk 9 juta keluarga di seluruh Indonesia. Sasar­an penerima bantuan ada­lah di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako dari Pemerintah Pusat.
“Besaran bansosnya per bu­lan per keluarga adalah 600 ri­bu diberikan mulai April seka­rang sampai Juni, sehingga to­tal 3 bulannya masing-masing penerima mendapatkan 1,8 ju­ta,” katanya melalui siaran pers Humas Pemprov Jabar, kema­rin.
Khusus untuk Jabar, Juliari menuturkan bahwa Jabar ada­lah provinsi paling padat di In­donesia dan memiliki kasus Korona terbilang tinggi. Untuk itu perlu sosialisasi dan pen­dataan yang akurat agar tidak ada duplikasi bantuan atau sa­lah sasaran.
Insyaallah minggu depan bansos tunai mulai didistribusi­kan, kebetulan Jabar adalah provinsi yang sangat padat ki­ta ingin agar sosialisasinya baik termasuk eksekusi di lapangan­nya juga baik,” ujarnya.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengapresiasi bansos tunai dari Kemensos. Ini me­nambah, deretan bantuan dari pemerintah menjadi delapan kategori. Untuk itu, menurut­nya perlu ada sinkronisasi da­ta jangan sampai delapan pin­tu bantuan ini tumpang tindih, duplikasi atau ada penerima yang terlewat.
“Jadi dari Kemensos untuk warga Jabar di luar Bodebek jumlahnya satu juta kepala ke­luarga yang akan dapat ban­sos tunai, nanti dibagikan oleh PT Pos Indonesia namun per­lu sinkronisasi data dulu tuju­annya hanya satu jangan sam­pai delapan pintu ini tumpang tindih, duplikasi atau ada yang terlewat,” katanya.
×
Berita Terbaru Update