< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Instagram @kontakbanten.id

Tag Terpopuler

Sebaik Anda Tahu Tentang Gerakan Relawan Tanpa Warna (GRTW)

Thursday, 9 April 2020 | Thursday, April 09, 2020 WIB | Last Updated 2020-04-10T04:35:28Z



Sejak pertengahan bulan Mei lalu,  yang tergabung dalam Gerakan Relawan Tanpa Warna  (GRTW)   Provinsi Banten  terus menerus bergerak menebar virus kepedulian terhadap duafa. Seperti apa gambaran sepak terjang para perindu sorga tersebut, berikut catatannya.
Puluhan sepeda motor berkonvoi menuju pelosok pedesaan di Provinsi Banten sementara di bagian belakang terlihat mobil pengangkut berbagai Keperluan Sembako . Jangan salah, kelompok lelaki dan perempuan yang mirip rombongan touring motor itu bukanlah sedang piknik, namun mereka merupakan relawan (GRTW )  yang beriringan ke lokasi yang sudah di tuju .

Sebelumnya, di titik kumpul, di pasang Korcab yang Tersebar di seluruh pelosok Banten Sindu Adi Pradono  biasa disapa Sindu , selaku penanggungjawab GRTW terlebih dulu memberikan brifing kepada relawan. Sesuai bidangnya masing- masing, seluruh relawan mendapat jatah pekerjaan . Usai berdoa, rombongan berangkat bersama. Hingga tiba di rumah yang dituju, tanpa dikomando, relawan langsung berpencar untuk melaksanakan tugasnya masing- masing. Para relawan perempuan yang mayoritas ibu- ibu muda, segera mengambil tugas untuk menyiapkan , kebutuhan

Kegiatan Bedah Rumah
Kendati pengerjaan bedah rumah yang biasanya juga dibantu warga setempat kerap diiringi gelak tawa, namun, berdasarkan perencanaan yang matang, setiap proyek hanya dibutuhkan waktu 1 hari. " Paling lama dua hari, itu pun karena kita harus memplester lantai. Kalau hanya berlantai tanah, satu hari selesai," kata     Sindu Menurutnya, untuk satu rumah yang dibedah, pihaknya mengeluarkan dana berkisar Rp 5 jutaan. Sebab, selain ukuran standar Relintas hanya 4 X 6 meter, bahan baku utamanya adalah kayu sengon dan berdinding kalsiboard.
Sedangkan pendanaan, hampir 100 persen merupakan donasi. " Banyak orang baik yang bersimpati terhadap gerakan kami, mereka tanpa diminta bersedia menjadi donatur," ungkapnya.


Anak Tiri di Negeri Sendiri
Diakui oleh Bamset, mayoritas sasaran yang dibidik adalah duafa yang berstatus anak tiri di negeri sendiri. Di mana, kendati keberadaan mereka diakui sebagai warga negara Indonesia, namun, fakta di lapangan, para duafa itu tak memiliki dokumen kekeluargaan seperti e KTP, KK mau pun lahan sendiri. Akibatnya fatal, beragam bantuan pemerintah sepertinya haram menyentuh diri mereka.
Padahal, ungkapnya, untuk mendapat bantuan pemerintah, seseorang minimal harus mempunyai e KTP dan KK. Sementara bagi penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak layak Huni (RTLH), syarat utamanya selain keabsahan dokumen keluarga, mereka juga harus mempunyai lahan sendiri.  " Nah, yang kita garap adalah rumah- rumah duafa yang pemiliknya numpang di lahan orang lain atau lahan milik negara," jelasnya.

Keberadaan anak tiri di negeri sendiri ini, kata Sindu , jumlahnya di pedesaan cukup banyak. Ada beragam alasan kenapa mereka tidak memiliki dokumen keluarga , di antaranya menganggap e KTP tak penting lagi mengingat usianya sudah uzur atau juga karena memang awam terhadap fungsi e KTP. Sedangkan yang paling dominan, akibat kemiskinan sehingga hanya mampu menumpang hidup di lahan milik orang.   " Harusnya pemerintah lebih bijak, untuk penerima RTLH yang memiliki dokumen lengkap bisa menerima Rp 15 juta, terus bagi yang tidak berdokumen mestinya bisa dicairkan separuhnya ( Rp 7,5 juta). Sebab, bagi kita, dengan anggaran Rp 7,5 juta tersebut, sudah mampu didirikan rumah berikut MCKnya," ujar Bamset.
Diakui oleh Bamset, kadang pihaknya saat akan membedah rumah target, kerap mendapatkan protes dari pihak pamong desa. Di mana, mereka mengatakan rumah sasaran yang akan dibedah telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan RTLH. Terkait hal itu, GRTW memberikan tenggat waktu hingga 3 bulan. Bila tenggat waktu habis ternyata dana perbaikan RTLH belum cair, maka GRTW bakal membongkarnya.
Rumah Beragam Agama
Ada sisi menarik dari keberadaan GRTW  yang terbentuk atas inisiatif komunitas sosial Kasih untuk Sesama (Lensa) Provinsi Banten  ini, di mana, dengan relawan aktif sekitar 100 orang (dari Pandeglang , Kabupaten Serang mau pun Kabupaten Tangerang dan Kota Serang Kota Cilegon Tangsel ), namun mampu berbaur serta bekerja sama tanpa memandang agama. " Relawan kita ada yang beragama Islam,Budha, Kristen mau pun Katholik. Semuanya menyatu tanpa ada sekat apa pun," tutur Bamset.
Dengan beragam agamanya yang dipeluk relawan, mereka menganggap GRTW  sebagai rumah besar berbagai penganut agama. Terkait hal itu, di basecamp Relintas yang terletak di Cikini Raya Jakarta, kerap dimanfaatkan untuk berdiskusi, penyusunan agenda bulanan hingga sekedar kongkow bersama. Sindu  sendiri mengakui, pihaknya kerap mencekoki para relawan tentang pluralisme beragama. Sehingga, mayoritas relawan memutuskan mengabaikan adanya perbedaan status sosial, suku mau pun agama masing- masing. " Namanya saja untuk kepentingan sosial, masak kita harus nanya dulu apa agamanya baru kita bantu ?" jelasnya serius.
Apa yang disampaikan, diamini oleh para relawan. Siti Rosidah (35) yang kesehariannya selalu berhijab, mengaku tak mempersoalkan perbedaan yang ada. Dirinya yang ditunjuk sebagai Sekretaris  GRTW dan tinggal di wilayah Provinsi Banten, merasa tidak canggung sedikit pun berbaur dengan relawan lain, kendati memiliki karakter heterogen.
tulah gambaran mengenai komunitas GRTW  yang memiliki jargon berbagi dengan hati, kendati sudah memiliki dukungan ratusan relawan aktif, namun di setiap kegiatan selalu membuka kesempatan bagi calon relawan untuk berperan. Syaratnya menjadi relawan di Lintas Komunitas, menurut nya tidak ada yang ribet. " Yang penting sehat jasmani dan rohani, silahkan gabung. Kalo kesehatannya atau pikirannya terganggu, gimana mau bantu orang lain ?" jelasnya.



Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update