< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

‘Bulog Siaga’ Digelar untuk Menstabilkan Harga Pangan

Sabtu, 02 Maret 2024 | Sabtu, Maret 02, 2024 WIB | Last Updated 2024-03-02T13:34:11Z
 
Aktivitas program 'Bulog Siaga' yang digelar di Kampung Makassar, Jakarta, akhir Februari lalu

 
 
 Harga pangan terus mengalami kenaikan di seluruh wilayah. Situasi ini membuat Bulog berusaha menstabilkan harga pangan dengan program ‘Bulog Siaga’ lewat pasar murah.
Contohnya adalah kegiatan Bulog membuka pasar murah yang berbarengan dengan penyelenggaraan ‘Bazar Jakarta Entrepreneur’ pada 26-27 Februari 2024. Kegiatan pasar murah ini sebelumnya bernama ‘Operasi Siaga’, yang kemudian berganti menjadi ‘Bulog Siaga’.
Bulog biasanya menstok bahan pangan untuk kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga murah. Hal ini bertujuan supaya harga pasaran tidak terlalu mahal.
Kegiatan pasar murah rata-rata diselenggarakan di pasar. Seperti di Pasar Embrio, Kampung Makasar, Jakarta Timur. 
Latif, petugas dari Bulog yang berjaga di Pasar Embrio, mengatakan kegiatan ini terus diadakan hingga sebelum bulan puasa. Tiap kegiatan berlangsung selama dua hari.
“Kegiatan ‘Bulog Siaga’ ini berputar di banyak pasar. Bagi warga yang mau beli barang, harus mengambil kupon yang dikoordinasikan pengelola pasar,” kata Latif.
Pembagian kupon mulai pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB. Kemudian penukaran kupon atau pembelian bahan pangan dimulai pukul 08.30 WIB. 
Pembelian di pasar murah pun dibatasi, selain beras juga ada minyak goreng dan gula. Setiap orang hanya bisa, misalnya, membeli satu boks beras yang beratnya 1.500 kilogram.
“Ada dua jenis beras yang dijual, yaitu premium dan medium. Beras medium dijual Rp53 ribu per boks. Kalau beras premium dijual Rp69.500,” kata Latif.
“Sedangkan minyak goreng harganya Rp14 ribu. Kalau harga gula Rp17 ribu,” ia menambahkan.
Hadirnya pasar murah tentu memberi keuntungan buat masyarakat. Tidak heran bila antrean warga membeli beras belakangan makin banyak terlihat.
Inaita, 45 tahun, warga setempat yang ditemui RRI di Pasar Embrio, mengatakan pasar murah dari Bulog membuatnya bisa sedikit berhemat. Hal ini melegakan karena pendapatan per bulannya dari berdagang tidaklah seberapa.
“Biasanya beli di pasar beras seliter itu Rp13 ribu, minyak Rp15 ribu. Selisih harga pasar dan pasar murah kadang hanya Rp1.000, tetapi itu sudah alhamdulillah, bisa hemat dikit-dikit,” ujarnya Inaita. 
Jati Simon, 42 tahun, pedagang sembako di Pasar Embrio, mengakui lonjakan harga pangan membuat pembeli mengurangi pembelian. Efeknya pola konsumsi masyarakat juga berkurang.
“Konsumen banyak yang mengeluhkan beras mahal. Bagi mereka yang berjualan makanan sulit menaikkan harga,” kata Jati Simon.
(Artikel ini ditulis Ilham Syakur Fidina, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, peserta program magang di RRI Pusat Pemberitaan)
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update