< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

2 Tokoh Banten Gagal Raih Gelar Pahlawan Nasional

Monday, 10 November 2025 | Monday, November 10, 2025 WIB | Last Updated 2025-11-10T08:25:31Z


BANTEN KONTAK BANTEN  Dua tokoh asal Banten, yakni Ki Wasyid dari Cilegon dan Tubagus Achmad Chatib Al Bantani dari Serang, gagal meraih gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025.

Keduanya sebelumnya telah diusulkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, namun tidak lolos seleksi di tingkat pusat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Lukman, mengatakan bahwa dari hasil penilaian Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), hanya nama Ki Wasyid yang sempat masuk dalam daftar 40 besar calon penerima gelar yang diserahkan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf kepada Ketua Dewan GTK, Fadli Zon.

“Untuk tahun ini belum ada kesempatan. Kami akan usulkan kembali tahun depan. Yang dari Cilegon Ki Wasyid, dan dari Serang Achmad Chatib. Tahun ini dua orang yang kami ajukan,” ujar Lukman usai upacara sekaligus ziarah di Taman Makam Pahlawan Ciceri, Kota Serang, Senin (10/11/2025).

Diketahui, Ki Wasyid merupakan pemimpin dalam Pemberontakan Petani Banten tahun 1888 yang menentang penjajahan Belanda. Sementara Tb Achmad Chatib Al Bantani adalah seorang kiai yang turut terlibat dalam Pemberontakan 1926 di Batavia (Jakarta) bersama kelompok pergerakan berhaluan kiri.

Akibat peristiwa tersebut, sekitar 1.300 warga Banten ditangkap oleh Belanda, empat orang dieksekusi mati, dan 99 orang dibuang ke Boven Digoel, Papua. Salah satu yang selamat dan kembali ke Banten pada tahun 1940 adalah Achmad Chatib.

“Secara kelayakan menurut kami sudah sangat layak, karena perjuangan beliau-beliau itu besar dan telah dirasakan manfaatnya bagi bangsa,” tegas Lukman.

Lukman menambahkan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan penolakan dari tim penilai tingkat nasional. Seluruh dokumen, kajian sejarah, dan bukti pendukung telah diserahkan secara lengkap oleh Pemprov Banten.

“Kalau di kami tidak ada kendala. Semua kajian sudah kami berikan, baik kesejarahan maupun bukti-bukti. Tapi keputusan akhir ada di tim pusat, itu di luar kewenangan kami,” ujarnya.

Meski gagal tahun ini, Lukman memastikan Pemprov Banten akan terus mengajukan kembali usulan gelar pahlawan bagi kedua tokoh tersebut. Ia juga membuka peluang bagi kabupaten dan kota di Banten untuk memberikan masukan nama-nama pejuang lain yang layak diusulkan.

“Kita sudah sangat jelas melihat perjuangan beliau-beliau, khususnya dalam membela tanah air di wilayah Banten terutama di Cilegon dan Serang,” tutupnya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update