Tim SAR gabungan sigap mengevakuasi KM Jayasena yang mati mesin di Perairan Tanjung Layar, Ujung Kulon. Sebanyak 18 orang di kapal berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi KM Jayasena ini.
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan telah berhasil mengevakuasi Kapal Motor (KM) Jayasena. Kapal tersebut mengalami mati mesin di Perairan Tanjung Layar, kawasan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. Insiden ini melibatkan 18 orang yang terdiri dari lima kru dan 13 pemancing.
Laporan mengenai mati mesin KM Jayasena diterima oleh Basarnas Banten pada Sabtu, 15 November, pukul 20.50 WIB. Kapal ini diketahui berangkat menuju Tanjung Layar pada Kamis, 13 November, namun mengalami kendala mesin pada Jumat, 14 November. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan dalam kondisi selamat.
Merespons laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak cepat untuk melakukan operasi penyelamatan. Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah dengan tinggi gelombang 1-3 meter. Upaya evakuasi KM Jayasena ini menunjukkan kesigapan petugas dalam menghadapi situasi darurat di laut.
Detil Insiden dan Kondisi Penumpang
KM Jayasena dilaporkan mati mesin sejak Jumat, 14 November, saat berada di Perairan Tanjung Layar. Kapal tersebut membawa total 18 orang, meliputi lima kru kapal dan 13 pemancing yang bertujuan ke wilayah tersebut. Mereka berangkat dari daratan pada Kamis, 13 November.
Hingga Sabtu malam, kapal masih terombang-ambing tanpa kemampuan bergerak di titik koordinat 6°46'28.10"S - 105°12'1.90"E. Lokasi ini berjarak sekitar 85 nautical mile dari Kantor SAR Banten. Kondisi ini memerlukan intervensi segera dari tim penyelamat untuk evakuasi KM Jayasena.
Meskipun demikian, seluruh penumpang dan kru KM Jayasena dilaporkan dalam keadaan selamat dan tidak ada korban jiwa. Mereka hanya membutuhkan proses evakuasi untuk kembali ke daratan dengan aman. Cuaca di lokasi kejadian terpantau cukup baik, dengan tinggi gelombang yang masih terkendali.
Respons Cepat Tim SAR Gabungan
Kasubsi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyatakan bahwa tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan. Koordinasi cepat dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Probo, Panimbang, serta kapten KM Jayasena. Hal ini memastikan respons yang terpadu dan efektif dalam evakuasi KM Jayasena.
Tim SAR Banten juga berkoordinasi dengan kapal nelayan KM Hapid yang sempat berupaya melakukan penarikan. Namun, KM Hapid terakhir terpantau berteduh di sekitar Karang Copong, Pulau Peucang, pada pukul 17.45 WIB akibat kondisi cuaca. Ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam operasi.
Unit Siaga SAR Pandeglang diberangkatkan untuk memantau perkembangan situasi hingga pukul 21.00 WIB. Selanjutnya, KN SAR Tetuka dijadwalkan berangkat pada pukul 00.00 WIB menuju lokasi kejadian. Estimasi waktu tempuh sekitar tujuh jam, diperkirakan tiba pada Minggu pagi, 16 November 2025, pukul 07.00 WIB.
Pengerahan Sumber Daya dan Kolaborasi
Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur tim SAR yang bekerja sama secara sinergis. Di antaranya adalah USS Pandeglang, KN SAR Tetuka, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Polairud Pandeglang, Lanal Banten Pos Sumur, serta nelayan setempat. Kolaborasi ini sangat penting untuk keberhasilan evakuasi KM Jayasena.
Peralatan yang dikerahkan dalam operasi ini juga sangat lengkap untuk mendukung proses evakuasi. Meliputi alutsista KN SAR Tetuka, palsar air, palsar medis, dan berbagai peralatan pendukung lainnya. Ketersediaan peralatan memadai memastikan penanganan yang optimal.
Hingga laporan ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus utama memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan selamat. Upaya ini menunjukkan komitmen tinggi dari tim gabungan dalam menjaga keselamatan pelayaran. Semua pihak berharap evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

.gif)