< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Makna Kepahlawanan bagi Generasi Z Bagaimana Bertahan Hidup !

Monday, 10 November 2025 | Monday, November 10, 2025 WIB | Last Updated 2025-11-10T14:16:01Z

 


Apria astuti
Generasi Z memang tidak hidup di masa penjajahan. Mereka tak merasakan dentuman perang dan pengorbanan fisik, seperti yang dialami Kusno Wibowo dan Hariyono saat merayap diantara kerumunan perang dan merobek bendera Belanda di atap Hotel Yamato, Surabaya.

Di tengah gegap gempita dunia digital, Generasi Z lahir dan tumbuh di antara layar dan algoritma. Tak sedikit yang menyebutnya 'generasi tanpa sejarah'.

Namun, memberikan label untuk Gen Z sebagai generasi yang tak akrab sejarah dan tak mengenal kepahlawanan agaknya terlalu dini. Bagi mereka, dunia digital bukan sekadar ruang hiburan, melainkan ruang hidup.

Di sana lah generasi yang lahir di antara tahun 1997 hingga 2012 ini saling berbagi cerita, bertumbuh, dan menemukan perjuangan yang berbeda, yakni bertahan pada tekanan dan tantangan zaman yang lebih modern.

Di kota  Serang nadi kepahlawanan berdenyut sangat dekat. Setiap 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan, kota ini mengenang semangat arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 1945.

Makna Kepahlawanan bagi Generasi Z

Bagi Gen Z, kepahlawanan bukan lagi soal mengangkat senjata. Aprilia Devi (22 tahun), melihat perjuangan hadir dalam bentuk yang lebih sederhana dan personal.

“Sekarang cari kerja susah, hidup juga naik turun," tutur Aprilia.Tetapi banyak anak muda tetap semangat buat berkembang. Itu juga bentuk kepahlawanan," lanjut jurnalis Berjuang di masa yang beda, namun dengan semangat yang sama, begitu kata Aprilia. Baginya, peringatan Hari Pahlawan bukan cuma tentang mengenang perang atau ngelawan penjajah saja.Semangat juang kita yang nggak pernah padam. Buat Gen Z, semangat itu bisa keliatan dari cara kita terus berusaha, entah lewat belajar, kerja, atau ngejar mimpi di tengah situasi yang kadang nggak gampang," imbuhnya. Senada dengan Aprilia, Anas Audah (15 tahun), pelajar SMA Muhammadiyah juga punya pandangan serupa. Ia sepakat bahwa Generasi Z tidak lahir di era penjajahan. Namun bukan berarti tak memiliki 'medan perang' sendiri.

"Hari Pahlawan itu bukan cuma tentang ngelawan penjajah. Bagaimana kita ngelawan rasa malas, berani ngomongin hal benar walaupun nggak populer," tutur remaja keturunan arab itu.

Siapa Pahlawan bagi Generasi Z?

Bagi Generasi Z, pahlawan tak selalu identik dengan tokoh yang tercantum di buku sejarah. Bukan soal siapa yang berani ikut perang, mengokang senjata atau menodongkan laras panjang ke pasukan musuh.Aprilia memandang pahlawan dari sosok-sosok di sekitar kita, seperti guru yang sabar, teman yang peduli, konten kreator kecil yang berani bersuara, hingga mahasiswa yang tak lelah turun ke jalan menyuarakan keadilan."Menurutku, semua anak muda yang berjuang buat dirinya sendiri, keluarga, itu juga sosok pahlawan yang menginspirasi. Mereka berjuang di masa sulit tetapi tetap nggak nyerah, itu semua keren," ucap Aprilia.

Nyi Ageng Serang, penasehat perempuan pertama di kesultanan sepuh (Sultan Hamengkubuwono II) menjadi sosok pahlawan nasional yang dikagumi oleh Isnaini.

"Bagi saya, Nyi Ageng Serang ini perempuan yang berintegritas tinggi, nasionalis dan religius. Sepak terjang hidupnya beliau diprioritaskan untuk kemerdekaan," ucap Isnaini.

Pada akhirnya, menjadi pahlawan hari ini bukan lagi soal sorak peperangan atau nama yang diabadikan dalam buku  sejarah. Generasi Z memilih berjuang dengan cara yang lebih senyap: melawan rasa takut, berani bermimpi, dan tetap berdiri di tengah tekanan zaman.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update