TANGERANG KONTAK BANTEN Prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang banjir luapan air rob yang akan menerjang wilayah pesisir Tangerang menjadi kenyataan. Kemarin (4/12), banjir rob mulai menerjang Kelurahan Dadap Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 540 kepala keluarga di Kampung Baru Kelurahan Dadap terendam banjir setinggi 20 hingga 30 sentimeter akibat air laut yang naik ke permukiman masyarakat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan banjir berdampak terhadap warga di RT 01, 02, 03, 04, RW 04 Kelurahan Dadap.
“Ada 4 RT di RW 03 Kelurahan Dadap. Tepatnya, di RT 01 sebanyak 120 KK, RT02 180 KK, RT03 sebanyak 120 KK, dan RT04 dengan jumlah 120 keluarga terdampak,” kata Achmad Taufik, Kamis (4/12).
“Kalau fenomena rob, biasa terjadi di wilayah-wilayah permukiman atau perkampungan nelayan, dikarenakan permukaan air laut meninggi sementara daratannya lebih rendah, dan bisa disebabkan iklim dan ombak laut,” jelas Taufik.
Taufik mengatakan, para warga terdampak banjir rob masih bertahan di rumahnya masing-masing. Meski demikian, pihaknya terus bersiaga bila ada warga yang meminta untuk dievakuasi.
“Saat ini warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Tetapi, kita tetap siaga dan standby, ” katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga pesisir utara Kabupaten Tangerang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada Kamis, 4 Desember mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kenaikan muka air laut akibat fenomena perigee, jarak terdekat bulan ke bumi, yang bisa memicu banjir pesisir.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang termasuk dalam daftar daerah yang berpotensi terkena rob.
“Pada tanggal 4 Desember, potensi ketinggian air laut maksimum meningkat. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir berpotensi terdampak banjir rob,” kata Eko, Selasa (2/12).Eko mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang tinggal di pesisir pantai, untuk berhati-hati karena rob dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Potensi banjir pesisir berdampak pada aktivitas masyarakat di pelabuhan, seperti bongkar muat, perikanan, dan kegiatan lainnya,” ujarnya

.gif)