< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

DPRD Ingatkan Kebut Serapan Anggaran Akhir Tahun

Tuesday, 9 December 2025 | Tuesday, December 09, 2025 WIB | Last Updated 2025-12-10T02:12:41Z

 


TANGERANG KONTAK BANTEN Menjelang penutupan tahun anggaran, DPRD Kota Tangerang mulai mencermati kinerja serapan belanja pemerintah daerah. Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengingatkan agar realisasi anggaran tahun 2025 tidak merosot dibanding capaian tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa serapan anggaran bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi indikator penting kualitas birokrasi dalam mengelola keuangan publik.

“Serapan anggaran tahun 2024 itu kalau tidak salah di angka 94,31 persen. Harapannya tahun ini minimal sama, atau justru lebih baik,” kata Arief dalam pernyataannya, Selasa (9/12/2025).

Menurut Arief, APBD mencerminkan kemampuan pemerintah menjalankan program prioritas dan pelayanan publik. Karena itu, selain capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), serapan anggaran menjadi tolok ukur efektivitas perangkat daerah dalam mengeksekusi program.

Namun ia menilai, capaian sementara di 2025 masih jauh dari ideal. Hingga akhir November, serapan belanja baru berada pada kisaran 72 persen. Dengan sisa waktu satu bulan, Pemerintah Kota Tangerang dinilai memiliki pekerjaan besar untuk mengejar target.

“Ini memang perlu perhatian serius. November dan Desember adalah bulan penentu. Masih ada PR besar untuk mengejar realisasi anggaran agar tidak lebih rendah dari tahun lalu,” ujarnya.

Arief menjelaskan bahwa pembahasan serapan anggaran tidak bisa dilepaskan dari fenomena Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang hampir setiap tahun menjadi sorotan. Silpa sering dipandang sebagai cerminan lemahnya perencanaan, namun menurut Arief tidak selalu harus dinilai negatif.

“Kita harus menjaga tingkat penyerapan, iya. Tapi di sisi lain, keberadaan Silpa juga bisa menjadi instrumen untuk menjaga keberlanjutan anggaran pada awal tahun berikutnya,” katanya.

Ia menuturkan, pada awal tahun anggaran, pendapatan daerah biasanya belum masuk secara maksimal. Padahal, roda pelayanan publik tidak boleh berhenti. Belanja wajib seperti gaji ASN, insentif kader posyandu, operasional RT/RW, hingga belanja dasar lainnya tetap harus berjalan.

“Di awal tahun itu pemasukan daerah masih terbatas. Tapi belanja publik tetap harus aman. Jadi Silpa—sepanjang dikelola proporsional—dapat menopang kebutuhan awal tahun agar layanan publik tidak tersendat,” jelasnya.

Karena itu, Arief menilai pemerintah daerah harus menjaga keseimbangan antara optimalisasi serapan belanja dan ketersediaan anggaran untuk awal tahun. Terlalu rendah serapan menunjukkan kinerja buruk, namun ketiadaan ruang fiskal awal tahun juga berisiko menghambat keberlanjutan layanan publik.

“Semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran harus memastikan keseimbangan ini,” tegasnya.

DPRD mendorong Pemerintah Kota Tangerang memperkuat koordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mempercepat realisasi program tanpa mengorbankan kualitas. Evaluasi teknis, percepatan administrasi, hingga pengawasan belanja diminta ditingkatkan agar serapan tidak stagnan.

“Harapannya serapan 2025 tidak hanya menyamai capaian 94 persen tahun lalu, tapi juga meningkat sehingga menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan kita semakin matang,” kata Arief.

Ia menegaskan bahwa kinerja keuangan yang baik bukan hanya soal memenuhi angka target, tetapi memastikan anggaran benar-benar berdampak pada masyarakat.

“Pada akhirnya, indikator terbaik adalah pelayanan publik yang berjalan tanpa jeda,” pungkasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update