JAKARTA KONTAK BANTEN Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyambut baik upaya Kementerian Luar Negeri dalam melindungi WNI di Iran. Tercatat, sebanyak 386 WNI di Iran saat ini berada dalam kondisi aman.
Menurutnya,
keselamatan warga negara Indonesia (WNI) selalu menjadi prioritas
utama. "Kami mendukung langkah-langkah pemerintah yang mengedepankan
perlindungan WNI, keselamatan WNI selalu menjadi prioritas utama,"
katanya kepada RRI, Sabtu, 17 Januari 2026.
Meski demikian, jika
situasi di lapangan menunjukan eskalasi yang berpotensi membahayakan,
maka pemerintah akan bertindak tegas. Salah satunya dengan mengeluarkan
opsi evakuasi terhadap seluruh WNI di Iran.
Menurutnya, semua
langkah akan dilakukan melalui koordinasi penuh antara pemerintah pusat
dan perwakilan Republik Indonesia di Iran. Hal ini dilakukan untuk
memastikan keamanan WNI.
"Opsi evakuasi harus dipertimbangkan secara serius dengan koordinasi
penuh. Kordinasi ini melibatkan antara pemerintah Indonesia dan
perwakilan RI di Iran," ujarnya, menegaskan.
Ia mengatakan,
posisi pemerintah saat ini menekankan pentingnya sikap hati-hati dan
diplomatis. Salah satunya dengan menjaga hubungan diplomatik yang baik,
serta tetap berpegang pada prinsip non-intervensi.
"Intinya,
Indonesia harus bersikap tegas dalam melindungi kepentingan nasional.
Namun tetap diplomatis dalam menyikapi dinamika politik di negara lain,"
ucap Dave.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI
memastikan warga negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman
sampai saat ini. Kemlu menyebut para WNI tak terdampak demonstrasi di
Iran.
"Dapat kami sampaikan bahwa sejauh ini dilaporkan KBRI Tehran, mereka
(WNI) dalam kondisi aman. Tidak terdampak oleh demonstrasi yang
berlangsung, mayoritas merupakan pelajar," kata Juru bicara Kemlu RI
Vahd Nabyl dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 17 Januari
2026.
Pihaknya memastikan, KBRI Tehran terus menjalin komunikasi
dengan para WNI. Ia mengakui sempat terjadi kendala komunikasi akibat
pembatasan internet yang diberlakukan oleh pemerintah Iran.
"KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Meskipun sempat ada kendala kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, sejak 12 Januari 2026," ujarnya.







0 comments:
Post a Comment