![]() |
Ace Hasan yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar serta Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat menyampaikan bahwa pameran tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus perayaan keberagaman, khususnya dalam momentum Ramadhan.
“Memberi ruang bagi seni Islam di Bentara Budaya merupakan langkah yang patut diapresiasi, karena menghadirkan ekspresi keislaman yang inklusif dan dialogis,” ujarnya.
Pameran “Ruang Tafakur” menampilkan karya 20 seniman dari berbagai latar belakang dengan pendekatan beragam dalam memaknai spiritualitas Islam melalui medium seni. Karya yang dipamerkan meliputi kaligrafi, lukisan, hingga instalasi seni yang merepresentasikan tafsir personal atas nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
Menurut Ace, ketahanan budaya merupakan bagian integral dari ketahanan nasional. Ia menilai ruang-ruang kontemplatif melalui seni penting untuk memperkuat mental dan karakter bangsa.
“Kita perlu menepi sejenak agar mental bangsa ini terus berkembang dan memiliki spirit yang kuat. Karya-karya ini adalah bagian dari ekspresi kebudayaan yang memperkuat identitas dan kebudayaan nasional,” katanya.
Sejumlah seniman terlibat dalam kegiatan bergengsi tersebut antara lain Acep Zamzam Noor, Agus Baqul, Anis Affandi, Arahmaiani, Didin Sirojuddin, Fadriah Syuaib, Faisal Kamandobat, Fatwa Amalia, Hanafi dan Ilham Khoiri.
Kemudian ada nama Jumaldi Alfi, Muna Diannur, Nasirun, Qonita Farah Dian, Robert Nasrullah, Said Akram, Syaiful Adnan, Tamar Saraseh, Ujang Badru Salam, serta Umar Faruq. Mereka berasal dari latar pendidikan seni formal maupun tradisi pesantren.Pameran ini diharapkan menjadi ruang dialog kebudayaan yang mempertemukan spiritualitas, seni, dan kebangsaan dalam satu bingkai reflektif selama bulan suci Ramadhan

.gif)