![]() |
Kemenpora Erick Thohir dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Foto : Ist |
JAKARTA KONTAK BANTEN – Pemerintah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memantapkan langkah menuju penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Dalam pertemuan antara Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, dibahas konsep baru yang lebih terarah dan berorientasi prestasi.
PON 2028 tak hanya diposisikan sebagai pesta olahraga empat tahunan, tetapi juga sebagai instrumen strategis memperkokoh persatuan bangsa melalui partisipasi atlet dari 38 provinsi. Ajang ini diharapkan menjadi wadah seleksi sekaligus pembinaan atlet yang siap menembus panggung internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olympic Games.
NTB–NTT Siap Jadi Tuan Rumah
Edisi 2028 akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Penunjukan dua provinsi ini dinilai strategis, bukan hanya dari sisi pemerataan pembangunan olahraga, tetapi juga sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah menargetkan dampak berantai pada sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, serta pemberdayaan pelaku UMKM. Selain itu, pembangunan dan peningkatan fasilitas olahraga diharapkan mempercepat penguatan infrastruktur daerah sekaligus mempromosikan destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia.
Prioritaskan Cabang Olimpiade
Berbeda dari edisi sebelumnya, PON 2028 akan lebih selektif dalam menentukan cabang olahraga. Prioritas diberikan pada nomor-nomor yang dipertandingkan di Olimpiade. Kebijakan ini bertujuan menyelaraskan sistem pembinaan nasional dengan standar kompetisi global.
Marciano Norman menegaskan, mekanisme kualifikasi akan diperketat sehingga hanya atlet terbaik dari masing-masing daerah yang berlaga. Dengan standar yang lebih tinggi, PON diharapkan menjadi ajang kompetitif yang benar-benar mencerminkan kualitas elite olahraga nasional.
Ajang Alternatif untuk Cabor Non-PON
Pembatasan jumlah cabang di PON bukan berarti mengurangi ruang kompetisi. KONI menyiapkan berbagai event tematik sebagai alternatif, seperti Indonesia Martial Art Games (IMAG), Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, serta Indonesia Youth Games atau PON Remaja.
Rangkaian ajang tersebut akan digelar bergilir di berbagai kabupaten dan kota setiap dua tahun. Skema ini dirancang untuk menjaga kesinambungan pembinaan, sekaligus memperluas pemerataan kesempatan bertanding bagi atlet di seluruh Indonesia.
Dengan konsep yang lebih fokus, terukur, dan berorientasi prestasi, PON 2028 di NTB–NTT diharapkan menjadi tonggak baru olahraga nasional—bukan sekadar perayaan, melainkan fondasi kuat menuju kejayaan Indonesia di kancah dunia.

.gif)