Makanan dengan bahan dasar ketan yang disiram dengan kuah semur daging ini sangat digandrungi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa.
Ketannya yang lembut dan gurih menjadikan makanan ini paling banyak diburu warga untuk dijadikan menu favorit berbuka puasa. Anda bisa menemukan penjual makanan ini di Pasar Lama Kota Serang atau di pinggir jalan protokol Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Serang.
“Pasti selalu ramai diburu masyarakat yang lagi ngabuburit (jalan-jalan sore),” kata Fauzi salah satu pegiat makanan tradisional Banten, (02/2/2026).
Bahan dasar untuk membuat ketan bintul tidak sulit, yaitu ketan, daging sapi atau kerbau, santan dan bumbu lainnya. “Ditambahkan kuah semur daging untuk penyajiannya agar terasa lebih gurih,” katanya.
Ketan bintul merupakan makanan perpaduan antara irisan ke
tan putih
yang ditaburi serundeng berupa kelapa parut yang disangrai dengan
rempah-rempah. Oleh warga Kota Serang, ketan bintul biasanya disajikan
dengan kuah rendang daging sapi dan kerbau.
“Keunikan dari ketan bintul hanya diproduksi setahun sekali atau pada bulan puasa saja. Sedangkan pada hari biasa makanan ini tidak diproduksi,” katanya.
Terpisah, Ibu Asriah salah satu pedagang ketan bintul di Pasar Lama menuturkan, satu porsi berisi 12 potong ketan bintul dan satu bungkus rendang sapi dijual dengan harga Rp 25.000. Meski dalam pandemik COVID-19 ketan bintul tetap ramai diserbu warga.
Dalam setiap hari selama bulan Ramadan penjualan ketan bintul bisa mencapai 20 tetampah, 1 tetampah berisi 35 bungkus.
“Sedangkan untuk daging sapi dan kerbau, biasanya menghabiskan kurang lebih hingga 35 kilo per hari,” katanya.


.gif)