< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

“Pentagon Ungkap Biaya Perang AS–Iran Capai 11,3 Miliar Dolar dalam 6 Hari”

Jumat, 13 Maret 2026 | Jumat, Maret 13, 2026 WIB | Last Updated 2026-03-13T04:16:02Z

 


WASHINGTON DC, KONTAK BANTEN – Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengungkapkan bahwa biaya operasi militer terhadap Iran telah mencapai lebih dari 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama konflik.

Namun, angka tersebut diperkirakan belum mencerminkan total beban ekonomi sebenarnya dari operasi militer tersebut.

Estimasi tersebut disampaikan oleh pejabat Pentagon dalam taklimat tertutup di Capitol Hill pada Selasa waktu setempat.

Menurut sumber yang mengetahui jalannya pertemuan itu, nilai belasan miliar dolar tersebut sebagian besar hanya mencakup pengeluaran untuk amunisi dan belum memasukkan berbagai biaya operasional lainnya secara menyeluruh.

“Perkiraan tersebut masih terbatas pada belanja munisi,” ujar seorang sumber yang dikutip oleh The Guardian.

Ia menambahkan bahwa biaya tambahan yang kemungkinan akan muncul mencakup mobilisasi pasukan ke kawasan konflik, biaya medis bagi prajurit, hingga penggantian aset udara yang rusak atau hancur dalam pertempuran.

Intensitas Penggunaan Amunisi

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pada fase awal konflik, Amerika Serikat menghabiskan sekitar 2 miliar dolar AS per hari untuk kebutuhan amunisi.

Seiring berjalannya operasi militer, angka tersebut dilaporkan menurun menjadi sekitar 1 miliar dolar AS per hari.

Para analis memperkirakan pengeluaran harian tersebut berpotensi terus menurun, kecuali jika terjadi eskalasi militer baru yang meningkatkan intensitas operasi tempur.

Data yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times dan kemudian dikonfirmasi oleh Associated Press itu disebut sebagai salah satu penilaian biaya konflik paling mendalam yang diterima Kongres Amerika Serikat sejauh ini.

Penilaian tersebut muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keputusan pemerintahan Donald Trump yang dinilai secara tiba-tiba memulai operasi militer terhadap Iran.

Penggunaan Senjata Presisi Mahal

Laporan teknis menunjukkan bahwa serangan awal dalam konflik ini sangat bergantung pada senjata berpemandu presisi yang memiliki biaya produksi sangat tinggi.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW), bom luncur dengan harga sekitar 578 ribu hingga 836 ribu dolar AS per unit.

  • JDAM (Joint Direct Attack Munition), perangkat pemandu yang mengubah bom konvensional menjadi senjata presisi dengan biaya sekitar 38 ribu dolar AS per unit.

Kongres Soroti Anggaran Perang

Tingginya penggunaan senjata berteknologi tinggi tersebut diperkirakan akan memaksa Kongres Amerika Serikat untuk segera menyetujui paket tambahan anggaran pertahanan guna mengisi kembali stok persenjataan yang mulai menipis.

Namun, langkah tersebut menghadapi sejumlah hambatan politik.

Hingga saat ini, pemerintahan Trump dinilai belum memberikan kejelasan terkait durasi konflik maupun tujuan akhir operasi militer terhadap Iran.

Ketidakpastian tersebut memunculkan skeptisisme dari anggota Kongres, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, yang menilai pemerintah belum memberikan penjelasan memadai sebelum meminta tambahan anggaran perang.

Sejumlah legislator bahkan menyatakan keengganan untuk memberikan “cek kosong” bagi pendanaan konflik yang dikhawatirkan tidak memiliki batas waktu yang jelas.

 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update