LEBAK, KONTAK BANTEN – Seorang anak laki-laki bernama Muhammad Akhmal (5), warga Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Cisimeut pada Jumat, 8 Mei 2026. Hingga Sabtu (9/5/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Sejak korban dinyatakan hilang, keluarga bersama masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lingkungan rumah hingga bantaran sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian setelah keluarga korban menyadari Muhammad Akhmal tidak berada di rumah pada Jumat sore.
“Menurut informasi yang kami terima, korban terakhir diketahui berada di sekitar lingkungan rumahnya. Keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian,” ujar Al Amrad kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Sandal Korban Ditemukan di Pinggir Sungai
Dalam proses pencarian awal, warga menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban di pinggir Sungai Cisimeut. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh dan terseret arus sungai.
Kondisi arus Sungai Cisimeut yang cukup deras diduga menyulitkan proses pencarian korban. Warga sekitar pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan pencarian.
Basarnas Banten Kerahkan Tim Rescue
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Banten langsung mengerahkan personel dari Unit Siaga SAR Lebak menuju lokasi kejadian untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan.
“Sebanyak lima personel rescue diberangkatkan ke lokasi pada pukul 21.40 WIB untuk membantu proses pencarian korban,” kata Al Amrad.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, aparat kepolisian, TNI, relawan, serta warga setempat langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisimeut.
Operasi Pencarian Gunakan Perahu Karet
Dalam operasi SAR tersebut, petugas membawa sejumlah perlengkapan pendukung untuk memaksimalkan pencarian korban, di antaranya:
- Perahu karet
- Alat komunikasi lapangan
- Peralatan medis
- Perlengkapan water rescue
- Lampu penerangan dan alat keselamatan
Penyisiran dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.
“Saat ini kita fokus melakukan pencarian menggunakan perahu karet dengan menyusuri aliran sungai. Korban sampai saat ini belum ditemukan,” ungkapnya.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Basarnas Banten juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan arus sungai sedang deras.
Petugas mengingatkan bahwa anak-anak sangat rentan menjadi korban kecelakaan air apabila bermain tanpa pengawasan di sekitar sungai.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga Sabtu siang, proses pencarian terhadap Muhammad Akhmal masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Petugas berharap korban segera ditemukan dan masyarakat diminta tidak mendekati area pencarian agar proses evakuasi berjalan lancar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai, terutama bagi keluarga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan arus deras.

.gif)