LEBAK KONTAK BANTEN — Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Lebak mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026. Penjualan hewan kurban tahun ini disebut mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut dirasakan para pedagang domba dan kambing di sejumlah lapak penjualan hewan kurban di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya.
Penjualan Hewan Kurban Turun Drastis
Salah seorang pedagang hewan kurban di Rangkasbitung, Adang, mengatakan penjualan hewan kurban tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Selama sepekan terakhir, hewan kurban yang terjual baru lima ekor. Padahal tahun lalu pada periode yang sama bisa mencapai 25 ekor,” kata Adang kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, biasanya empat hari menjelang Iduladha lapak hewan kurban mulai ramai didatangi pembeli maupun pemesan. Namun kondisi berbeda terjadi tahun ini karena jumlah pembeli masih sangat minim.
Puluhan Domba Belum Terjual
Adang mengaku sebagian besar domba yang dijual di lapaknya didatangkan dari Kabupaten Cianjur dan Garut, Jawa Barat.
Dari total sekitar 55 ekor domba yang tersedia, hingga saat ini baru beberapa ekor yang berhasil terjual.
“Masih ada sekitar 50 ekor yang belum laku. Kami berharap mendekati Lebaran nanti pembeli mulai ramai supaya tidak merugi,” ujarnya.
Ia berharap penjualan meningkat pada hari-hari terakhir menjelang Hari Raya Iduladha.
Pedagang Lain Alami Kondisi Serupa
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang hewan kurban lainnya, Saryaman, yang berjualan di Jalan Raya Rangkasbitung-Bogor.
Menurutnya, hingga saat ini penjualan hewan kurban di lapaknya juga masih relatif sepi.
“Sampai sekarang baru terjual 15 ekor, sementara sekitar 70 ekor lainnya belum laku,” katanya.
Saryaman menjelaskan harga domba yang dijual bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp7,5 juta per ekor tergantung ukuran dan kualitas hewan.
Ia optimistis penjualan akan meningkat mendekati hari pelaksanaan kurban karena biasanya masyarakat membeli hewan pada saat-saat terakhir.
“Kami berharap semua hewan kurban bisa terjual sebelum Lebaran,” tuturnya.
Disnakeswan Pastikan Hewan Kurban Sehat
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, drh. Hanik Malichatin, memastikan hewan kurban yang dijual di wilayah Lebak dalam kondisi sehat dan aman.
Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 114 lapak hewan kurban yang tersebar di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan data hingga 21 Mei 2026, tercatat sebanyak 3.962 ekor hewan kurban telah diperiksa, terdiri dari:
- 279 ekor sapi
- 237 ekor kerbau
- 3.372 ekor domba
- 74 ekor kambing
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia,” kata Hanik.
Dipastikan Bebas PMK dan Antraks
Hanik memastikan seluruh hewan kurban yang telah diperiksa dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit berbahaya, termasuk antraks.
“Kami menjamin hewan kurban yang dijual di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya aman,” ucapnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban menjelang Iduladha 2026.

.gif)