< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Speedboat Arupadhatu 1 Diperpanjang 3 Hari

Senin, 14 September 2026 | Senin, September 14, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-14T14:31:45Z

 

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad menyampaikan hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 di Posko Marina Lippo Carita, Pandeglang./Madani Prasetia


PANDEGLANG, KONTAK BANTEN — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi diperpanjang selama tiga hari.

Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pencarian yang memasuki hari ketujuh. Hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban maupun speedboat yang mereka gunakan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, seluruh upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan hingga Minggu (13/9/2026) masih belum membuahkan hasil.

“Hasil evaluasi operasi SAR hari ketujuh yang kita laksanakan hari ini, pencarian masih nihil. Dari rapat evaluasi bersama Pak Gubernur diputuskan operasi pencarian dilanjutkan tiga hari ke depan,” kata Al Amrad di Posko SAR Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026).

Area Pencarian Dipetakan Kembali

Menurut Al Amrad, evaluasi dilakukan dengan menelaah seluruh pola pencarian yang telah dilakukan sejak hari pertama hingga hari ketujuh.

Tim SAR kemudian memetakan kembali wilayah yang belum disisir. Perhitungan juga dilakukan untuk memperkirakan kemungkinan pergeseran posisi korban atau objek berdasarkan kondisi arus dan faktor lingkungan laut.

Dalam menentukan area pencarian berikutnya, tim mengacu pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kita evaluasi lagi tantangan dan hambatan di lapangan, termasuk objek mana yang belum kita lalui. Perhitungan pergeseran juga mengacu pada data BMKG dan PVMBG,” ujar Al Amrad.

Meski operasi diperpanjang, metode pencarian pada dasarnya tetap sama. Kapal-kapal SAR akan kembali dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan, sementara helikopter disiapkan untuk melakukan pemantauan dari udara.

Namun, pengerahan unsur udara tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Kabut Tebal Hambat Pencarian

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim SAR dalam beberapa hari terakhir adalah kabut tebal.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang di wilayah pencarian menjadi sangat terbatas. Bahkan helikopter yang telah disiagakan tidak dapat diterbangkan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Helikopter sudah standby, tapi kondisi kabut tidak memungkinkan untuk terbang. Tim kapal di laut juga kesulitan karena visibility sangat rendah,” jelasnya.

Al Amrad mengatakan, kabut telah mengganggu proses penyisiran sejak hari ketiga hingga hari keenam operasi.

Dalam salah satu penerbangan sebelumnya, jarak pandang pada ketinggian sekitar 500 kaki hanya mencapai sekitar 1,5 kilometer.

Kondisi tersebut membuat pemantauan dari udara maupun penyisiran menggunakan kapal menjadi tidak maksimal.

Penyelaman Belum Dilakukan

Basarnas juga masih mempertimbangkan kemungkinan melakukan pencarian menggunakan penyelam untuk menemukan speedboat maupun korban di bawah permukaan laut.

Namun, langkah tersebut belum dapat dilakukan karena titik pasti lokasi speedboat Arupadhatu 1 dan keberadaan korban belum diketahui.

“Kalau titik korban dan speedboat belum diketahui, kita belum bisa memastikan lokasi penyelaman. Tim penyelam tetap siap jika memang nanti diperlukan,” ujar Al Amrad.

Menurutnya, penyelaman membutuhkan lokasi sasaran yang jelas sehingga tim dapat menentukan titik operasi secara tepat dan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Tim SAR Sempat Mendekati Gunung Anak Krakatau

Dalam proses pencarian, tim SAR juga sempat melakukan penyisiran hingga mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Tim bahkan sempat berada pada radius sekitar tiga kilometer dari kawasan gunung api tersebut.

Penyisiran dilakukan setelah Basarnas berkoordinasi dengan PVMBG dan memastikan kondisi Gunung Anak Krakatau saat itu tidak sedang mengalami erupsi.

Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pencarian tetap memperhatikan aspek keselamatan personel SAR.

Perpanjangan Operasi Atas Permintaan Keluarga

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keputusan memperpanjang operasi pencarian juga mempertimbangkan harapan dan permintaan keluarga korban.

Menurut Andra, keluarga masih berharap delapan korban dapat ditemukan sehingga operasi SAR perlu terus dilanjutkan.

“Usulan perpanjangan waktu pencarian ini salah satunya datang dari hasil dialog dan diskusi kami dengan keluarga korban,” kata Andra.

Pemprov Banten, lanjut Andra, terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses pencarian berlangsung.

Pendampingan dilakukan dengan memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi serta memberikan informasi mengenai perkembangan operasi SAR secara cepat dan akurat.

“Kami memastikan keluarga mendapatkan informasi yang tepat dan cepat. Koordinasi terus dilakukan, dan perwakilan keluarga juga hadir saat evaluasi operasi hari ini,” ujarnya.

Delapan Korban Masih Dalam Pencarian

Hingga hari ketujuh, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 masih belum diketahui.

Kedelapan korban sebelumnya berada dalam satu speedboat yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dengan diperpanjangnya operasi selama tiga hari, tim SAR gabungan akan kembali mengoptimalkan seluruh unsur pencarian, baik melalui penyisiran laut maupun pemantauan udara apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Andra Soni juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan mendoakan agar delapan korban segera ditemukan.

“Mari kita sama-sama memberikan penguatan kepada keluarga dan terus berdoa agar operasi pencarian ini mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.

Keluarga korban hingga kini masih menunggu kepastian mengenai keberadaan orang-orang yang mereka cintai. Operasi SAR pun kembali dilanjutkan dengan harapan pencarian selama tiga hari tambahan dapat menemukan titik terang.(tim)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update