Sosialasi RME Rekam Medis Elektronik Se Provinsi Banten Oleh Dinkes Banten

BANTEN KONTAK BANTEN – Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengadakan sosialisasi mengenai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Prabowo ajak kader tidak sekadar menjadi politisi, tapi juga menjadi pejuang politik

JAKARTA KONTAK BANTEN Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengajak para kade dan anggota organisasi sayap partainya untuk tidak sekadar menjadi politisi, tetapi juga menjadi pejuang politik.

Gubernur Andra Soni mendorong konektivitas OPD guna efektivitas pembangunan

BANTEN KONTAK BANTEN Gubernur Banten Andra Soni mendorong pentingnya konektivitas antarprogram dan sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan merata..

Manchester United takluk dari tuan rumah Chelsea 0-1

JAKARTA KONTAK BANTEN Marc Cucurella mencetak gol semata-mata wayang untuk membawa Chelsea menang 1-0 atas tamunya, Manchester United, pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu.

Wali Kota , Kapolres Metro Tangerang Kota dan PT Jasa Raharja Teken MoU TACS

Kota Tangerang KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Polres Metro Tangerang Kota, PT Jasa Raharja Cabang Tangerang, dan BPJS Kesehatan Kota Tangerang untuk implementasi Traffic Accident Claim System (TACS).

Friday, 29 August 2025

HM Jusuf Kalla : Resmikan Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City

 

 

TANGERANG KONTAK BANTEN  Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City di Kecamatan Pagedangan resmi diresmikan, Jumat (29/8/2025). Acara peresmian dihadiri Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar, serta Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla.

Rangkaian peresmian ditandai dengan pemukulan bedug bersama, disusul penandatanganan prasasti Masjid Raya Baitul Mukhtar oleh Menag RI.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sinar Mas Land yang melalui Yayasan Muslim Sinar Mas Land tidak hanya fokus membangun kawasan modern, tetapi juga menghadirkan masjid megah yang sarat nilai spiritual dan sosial.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Sinar Mas Land melalui Yayasan Muslim Sinar Mas Land, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan modern, tetapi juga menghadirkan masjid megah ini sebagai simbol komitmen terhadap nilai-nilai spiritual dan sosial,” ucap Bupati Maesyal.

Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Baitul Mukhtar adalah hasil dari ikhtiar bersama dalam menyeimbangkan pembangunan fisik dan spiritual. Masjid tersebut bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga pusat syiar Islam, pendidikan, pemberdayaan umat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Dengan kapasitas hingga 7.000 jamaah, masjid ini diharapkan mampu menjadi ikon persatuan dan peradaban Islam di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. Mari kita jadikan masjid ini bukan hanya indah dipandang mata, tetapi juga hidup dengan ibadah, ilmu, dan kegiatan sosial,” tandasnya.

Bupati menegaskan, semegah apa pun masjid yang dibangun, nilainya tidak akan sempurna jika tidak dijaga bersama. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan masjid dengan berbagai aktivitas bermanfaat.

“Alhamdulillah sudah dibangun masjid yang besar yang luas dan ini adalah tempat kita semua. Mari kita ramaikan masjid ini dengan kegiatan keagamaan dan berbagai aktifitas kemasyarakatan lainnya yang bermanfaat serta rasa memiliki sarana ibadah ini bisa sama-sama dijalankan baik oleh DKM maupun juga oleh masyarakat setempat,” katanya.

Bupati juga menjelaskan kepada Jusuf Kalla bahwa masjid berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektar, yang merupakan lahan fasos fasum hasil serah terima BSD kepada pemerintah daerah, dan kemudian dimohon kembali oleh masyarakat serta para penghuni setempat.

Selain itu, Maesyal Rasyid meminta DKM Masjid Raya Baitul Mukhtar, pengembang, camat, dan lurah untuk bersama-sama membangun akses jalan agar warga sekitar lebih mudah menjangkau masjid.

“Kami sudah bicarakan dengan pihak terkait dan juga dengan masyarakat setempat supaya diberikan akses ada dua akses jalan masuk ke sini supaya masyarakat umum bisa masuk juga untuk menjalankan berbagai kegiatan ibadah di masjid ini,” ungkapnya.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam kesempatan itu berharap Masjid Raya Baitul Mukhtar bisa menjadi simbol kebersamaan dalam perbedaan serta memberi pencerahan bagi umat.

“Saya harapkan masjid ini nanti akan memberikan pencerahan bagi masyarakat setempat karena berdampingan dengan rumah ibadah lain sekaligus menjadi contoh rumah kemanusiaan menjadi simbol kerukunan,” ujar Nasaruddin Umar.
Share:

Peringatan Maulid, Momentum Meneladani Rasulullah Secara Hakiki

 


 Tak terasa kita sudah memasuki bulan Rabiul Awal, di mana umat Islam bersuka cita menyambut bulan mulia ini. Sebab pada tangal 12 Rabiul Awal tahun gajah, manusia paling mulia dilahirkan di muka bumi ini untuk menyampaikan wahyu dari Allah Swt, serta membawa petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam semesta.

Umat Islam di berbagai belahan dunia, memperingati maulid nabi besar Muhammad Saw, tak terkecuali umat Islam Indonesia. Sebagai bentuk kecintaan dan rasa syukur, berbagai cara dilakukan untuk mewujudkan rasa cinta tersebut.

Jika dilihat dari sejarah, awal mula adanya peringatan maulid nabi Muhammad Saw dilakukan oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, pada tahun 1184 Masehi (580 H). Beliau merupakan penguasa Haramayn (dua kota suci Makkah dan Madinah).

Melihat kondisi umat Islam saat itu semakin melemah semangat juangnya, beliau berfikir keras untuk mengembalikan semangat perjuangan umat. Akhirnya Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, mengadakan sayembara penulisan riwayat Nabi Muhammad Saw, serta puji-pujian bagi beliau dengan bahasa yang indah, menarik sesuai dengan sastra dan bahasa Arab.

 Diundangnya seluruh ulama dan sastrawan untuk mengikuti kompetisi tersebut, dan sayembara tersebut berhasil dimenangkan oleh Syaikh Ja’far Al Barzanji, dengan karyanya yaitu kitab “Barzanji”.

Demi mengobarkan semangat jihad fisabilillah melawan Eropa yakni, Perancis, Jerman dan Inggris dalam perang salib 1099 Masehi. Sebab pada saat itu tentara salib berhasil merebut Yerusalem, dan merubah masjid Al Aqsa menjadi gereja. Pada saat itu umat Islam kehilangan semangat jihadnya.

Sultan Shalahuddin Al Ayyubi memerintahkan seluruh jamaah haji, untuk kembali ke daerah masing-masing dan mensosialisasikan pada seluruh umat Islam, bahwa mulai tahun 580H (1184 M) setiap tanggal 12 Rabiul Awal, untuk diperingati sebagai maulid nabi Muhammad Saw, dengan tujuan membangkitkan semangat juang umat.
Hanya butuh waktu tiga tahun, umat Islam pada tahun 583 H ( 1187 M) Yerussalem berhasil direbut, dan Al Aqsa menjadi masjid kembali.

Begitu dahsyatnya momentum peringatan maulid nabi Muhammad Saw, jika benar-benar sesuai tujuan awalnya. Namun bagaimana dengan peringatan maulid nabi saat ini, benarkah sesuai tujuan atau sekadar ritual dan sukacita semata?

Jika diperhatikan kebanyakan umat Islam sekarang, mengadakan peringatan maulid nabi Muhammad Saw hanya perayaan semata. Berlomba-lomba membuat acara semeriah mungkin dengan dana yang fantastis, tetapi tidak mampu memberikan efek positif dengan meningkatkan rasa iman dan takwa kepada Allah Swt serta Rasulullah Saw.

Bahkan ada yang memperingati maulid dengan hal-hal yang dilarang oleh agama. Seperti bercampur baur antara jamaah laki-laki dan perempuan, tabaruj (dandan berlebihan), bahkan mengadakan persembahan terhadap lautan dan lainnya.

Jika hal ini terus terjadi, maka umat Islam tidak akan pernah bangkit lagi. Terbukti meskipun rutin mengadakan peringatan maulid, umat Islam tetap terpuruk, terjajah bahkan terpecah belah.

Mari dengan momentum peringatan maulid nabi tahun ini, kita benar-benar menjadikan Rasulullah sebagai teladan terbaik bagi kita. Sebab Rasulullah merupakan manusia sempurna baik sebagai hamba, kepala keluarga bahkan kepala negara.

Bahkan Allah Swt telah mengingatkan kita pada Qur’an surat Al Ahzab ayat 21.
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak mengingat Allah.

Saatnya umat Islam kembali sadar untuk benar-benar memaknai peringatan maulid nabi, sebagai ajang mengembalikan semangat juang yang tinggi, dengan meneladani Rasulullah Saw agar umat Islam menjadi umat yang satu, yakni dalam pemikiran, perasaan dan peraturan yaitu Islam. Sehingga umat Islam berhasil menjadi umat terbaik, dan Islam sebagai rahmatan lil alamiin bisa terwujud.

Wallahu alam bishshawwab.

 

Share:

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Pasar Kemis, 13 Paket Sabu Diamankan

 

 

TANGERANG KONTAK BANTEN  - Satresnarkoba Polresta Tangerang berhasil mengamankan seorang pria berinisial AF (29) yang diduga merupakan seorang pengedar narkoba di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Kasatresnarkoba Polresta Tangerang, Kompol Maryadi, menjelaskan bahwa terduga pelaku berhasil diamankan setelah adanya laporan dari masyarakat, meskipun ia sempat berupaya untuk melarikan diri.

 “Pelaku sempat mencoba kabur ketika mengetahui kedatangan petugas berpakaian preman, tapi akhirnya menyerah,” kata Kompol Maryadi, Jumat (29/8/2025).

 Dari tangan pelaku, pihak kepolisian menemukan 13 paket sabu dengan berat total 22,77 gram yang siap edar. Barang haram yang disembunyikan di dalam dua dus itu pun langsung diamankan polisi.

 Narkoba jenis sabu tersebut pun berdasarkan pengakuan pelaku hendak diedarkan di wilayah Tangerang. Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 “Kasusnya masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” ucapnya.

 Sementara itu, AF yang kini telah diamankan di Mapolresta Tangerang, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia pun terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup dan denda senilai Rp10 miliar akibat

Share:

79 Ribu Warga Kabupaten Serang Menganggur Mengapa ?

 

 

KAB SERANG KONTAK BANTEN   Sebanyak 79.520 warga Kabupaten Serang masih menganggur. Angka tersebut setara dengan 9,18 persen tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 4,8 persen.

Data tersebut bersumber dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang dirilis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan tingginya angka pengangguran dipengaruhi banyak faktor, salah satunya praktik percaloan tenaga kerja yang menyulitkan warga mencari pekerjaan.

“Banyak masyarakat yang kesulitan mencari kerja karena adanya oknum calo tenaga kerja,” kata Najib, Kamis, 28 Agustus 2025.

Untuk menekan angka pengangguran, Pemkab Serang menggelar Naker Fest 2025 yang menghadirkan 42 perusahaan dan diikuti sekitar 3.000 pencari kerja.

“Apakah diterima atau tidak tergantung proses seleksi,” jelasnya.

Selain job fair, Pemkab juga menyiapkan strategi lain, seperti pelatihan kerja, penguatan UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat agar tidak hanya bergantung pada pabrik.

“Pendapatan tidak harus dari pabrik. Bisa lewat usaha dan alternatif sumber penghasilan lain,” ujarnya.

Najib menargetkan penurunan angka pengangguran sebesar 8,7 persen dalam lima tahun ke depan melalui Rencana Tenaga Kerja Makro (RTKM).

“Setiap tahun harus ada penurunan, kita cicil sedikit demi sedikit,” tegasnya.

Terkait potensi PHK di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, Najib menilai migrasi investor ke daerah lain yang memiliki UMR lebih rendah bisa menjadi penyebab.

“Harapan kami, tenaga kerja tetap betah, dan perusahaan mampu meningkatkan kesejahteraan sesuai kemampuan,” pungkasnya
Share:

Ahmad Sahroni Diganti dari Wakil Ketua Komisi I DPR

 


 JAKARTA KONTAK BANTEN  Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni, mengalami pergantian jabatan. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Hermawi Taslim, pada Jumat (29/8/2025).

“Rotasi rutin,” kata Hermawi saat dikonfirmasi, Jumat.

Hermawi menepis anggapan bahwa Sahroni dicopot. Menurutnya, perubahan posisi tersebut merupakan bagian dari penyegaran internal partai agar kinerja fraksi semakin optimal.

“Ini sesuatu yang normal. Rotasi dilakukan sebagai bentuk penyegaran,” jelasnya.

Diberitakan, Yayasan Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI melayangkan beberapa tuntutan terkait tindak kekerasan aparat terhadap demonstrasi, yang satu tuntutannya adalah Pimpinan partai politik dan kelembagaan DPR-RI menindak dan memberi sanksi keras pada anggota-anggota DPR-RI yang berlaku tidak patut dan memicu kemarahan rakyat, seperti Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo, Adies Kadir, Deddy Sitorus, Nafa Urbach, Surya Utama, Rahayu Saraswati, dan Sigit Purnomo Syamsuddin Said; (Nbl)

Share:

Wamenlu RI Anis Matta Apresiasi Kinerja BAZNAS Membantu Masyarakat Miskin & Palestina

 

Ketua BAZNAS RI KH Noor Achmad dan Wakil Menteri Luar Negera Anis Matta - Foto BAZNAS RI.

 JAKARTA KONTAK BANTEN   Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam penghimpunan zakat yang semakin membaik.

Terutama dalam menggerakkan hati masyarakat sehingga mempercayakan zakatnya dilakukan melalui BAZNAS RI.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara Rakornas BAZNAS RI di Jakarta, Kamis (28/08/2025).

“Dari sisi output ada peningkatan yang luar biasa dalam kemampuan penggalangan zakatnya dan ini adalah indikator kerja yang sangat bagus. Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS saat ini juga semakin baik dan meningkat, ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah hari ini kita saling memiliki rasa percaya yang bagus,” kata Anis.

Anis juga mengaku bersyukur dan berterima kasih karena Indonesia memiliki BAZNAS sebagai lembaga yang mewakili pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dan mereka yang berada di pelosok-pelosok pedesaan.

BAZNAS selalu sigap dan menjadi yang terdepan untuk hadir membantu para korban bencana yang terjadi di Indonesia.

Menurut Anis, apa yang dilakukan BAZNAS selama ini dalam membantu masyarakat di manapun berada telah mencuri perhatian, bahkan ke negara konflik seperti Palestina yang sejak 2023 hingga 2025 masih dibombardir oleh Israel, tidak luput mendapatkan perhatian BAZNAS.

Masyarakat jadi tahu bahwa BAZNAS selalu hadir di tengah-tengah mereka dan siap membantu.

“BAZNAS melakukan pendistribusian sebagian besar zakat dari masyarakat secara tepat sasaran, seperti yang kita lihat bersama-sama masalah Palestina juga BAZNAS terus menerus memberikan bantuan,” tutur Anis.

Karenanya Anis mendorong masyarakat untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS. Tidak hanya zakat, tetapi infak dan sedekah juga dapat disalurkan melalui BAZNAS.

“Saya mendorong masyarakat untuk menyalurkan zakatnya, bantuannya sedekahnya melalui BAZNAS,” kata Anis.

Anis Matta juga menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang BAZNAS Awards 2025 sebagai Menteri Pendukung Gerakan Zakat. Karenanya Anis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS.

“Saya juga berterima kasih kepada BAZNAS atas penghargaan ini walaupun saya merasa sebenarnya apa yang kita lakukan ini memang kewajiban kita semua,” tutup Anis. (Red)

Share:

Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Affan hingga Antar sampai Pemakaman, Ibu Korban: Anak Saya Nggak Ada Pak

  


 JAKARTA KONTAK BANTEN Anies Baswedan mendatangi rumah duka Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Anies yang datang dengan mengenakan kemeja biru tua itu lantas menemui orang tua korban dan disambut teriakan histeris dari ibu korban.

“Pak, anak saya nggak ada Pak, anak saya nggak ada ini,” teriak ibu korban, dikutip dari unggahan Instagram akun @ridho9yahya pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Dalam unggahan lain dari akun Instagram @rukmanaaa08, Anies tampak ikut serta mengantarkan Affan ke peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta.

 Sebelumnya, Anies juga menuliskan unggahan mengenai kejadian nahas yang menimpa Affan di Instagram pribadinya.

Ia mengungkapkan kemarahan atas insiden driver ojol yang disebut-sebut baru merayakan ulang tahunnya ke-21 pada bulan lalu itu.Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan,” tulis Anies di caption unggahannya pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Anies Baswedan sempat melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, driver ojol

“Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta,” imbuhnya.

Anies menyebut bahwa Affan adalah salah satu dari ribuan orang yang tengah berusaha menyuarakan haknya pada aksi demo 28 Agustus.

Atas insiden tersebut, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta adanya penyelesaian hukum yang transparan kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen,” imbuhnya

Caption unggahannya itu kemudian memberikan sentilan tentang rasa aman dari rakyat yang ingin menyuarakan aspirasi kepada pemerintah.

“Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?,” tulis Anies lagi.

“Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik,” terangnya.

Di akhir unggahan, Anies mengingatkan agar hal serupa tak lagi terjadi di masa depan dan menuntut keadilan bagi Affan dan kehidupan berdemokrasi di Indonesia.“Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita,” pungkasnya.

Share:

Bapenda Banten Diminta Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

 

 

SERANG KONTAK BANTEN - Gubernur Banten, Andra Soni mengingatkan kepada jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten dan para Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Provinsi Banten untuk bekerja maksimal. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wajib pajak.

"Teman-teman ini merupakan petugas garda terdepan pada pelayanan dalam sektor pendapatan. Oleh karena itu, agar masyarakat merasa nyaman ketika membayar pajak pelayanannya harus ditingkatkan," kata Andra Soni usai rapat dengan Kepala Bapenda dan seluruh Kepala Unit Kepala Teknis (UPT) Samsat di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, Jumat (29/8/2026).

 Selain pelayanan, Andra Soni juga menekankan agar seluruh UPT Samsat melakukan inovasi dalam mengoptimalkan potensi-potensi pendapatan. Meskipun memang jumlah Wajib Pajak (WP) dan sektor pajaknya sudah ada ketentuannya. 

 "Karena kalau kita hanya mengandalkan yang sudah ada tanpa inovasi, maka susah untuk ditingkatkan," ujarnya. 

Dalam pertemuan itu, Andra Soni juga mendapatkan pemaparan rencana yang akan dilakukan untuk meningkatkan pendapatan. Mulai dari Informasi, targetnya berapa, dan inovasinya bagaimana.

 "Ini harus kita lakukan bersama-sama dan terarah. Karena setiap UPT mempunyai potensi yang berbeda, sehingga target dan inovasinya juga tentu berbeda pula," pungkasnya.

Share:

Tragedi Affan Kurniawan: Mengubah Tragedi Menjadi Agenda Transformasi Kepolisian Nasional

 

uasana pemakaman pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tewas akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8). Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat siang (29/8/2025). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)
 

  Malam 28 Agustus 2025 mencatat luka baru bagi demokrasi Indonesia. Seorang pemuda berusia 21 tahun, Affan Kurniawan, pekerja keras yang sehari‑hari menjadi pengemudi ojek online (ojol), pulang tak bernyawa.

Ia baru saja mengantarkan pesanan dan hendak menjemput penumpang ketika demonstrasi menuntut perbaikan upah dan menolak tunjangan mewah wakil rakyat berubah menjadi chaos.

Menurut sang ibu, Erlina, Affan adalah tulang punggung keluarga; ia menabung untuk membeli lahan dan membangun rumah untuk orang tuanya di Lampung. Ketika kerusuhan pecah di Pejompongan, Jakarta Pusat, kendaraan taktis Brigade Mobil (Brimob) menerobos kerumunan dan melindas motornya.

Video di media sosial memperlihatkan kendaraan itu menabrak Affan, sempat melambat, lalu kembali mempercepat laju dan meninggalkan korban. Tujuh petugas kini ditahan, tetapi nyawa tak bisa dikembalikan dan duka keluarga belum terobati.

Tragedi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa aparat yang ditugasi melindungi malah menyebabkan korban jiwa? Mengapa seorang pekerja yang tidak ikut berunjuk rasa justru menjadi korban terburuk dari benturan aparat dan massa?

Saya melihat peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi gejala dari kombinasi kelalaian prosedural, kultur kekerasan, dan tata kelola anggaran yang menyimpang.

Dari sini, kita perlu merefleksikan tiga hal: kesalahan penanganan, ironi anggaran Polri yang sangat besar, dan urgensi evaluasi menyeluruh di tubuh kepolisian.

Tragedi Affan: Cermin Kegagalan Manajemen Kerumunan

Demonstrasi yang terjadi pada 28 Agustus merupakan aksi kedua dalam satu pekan yang dipicu paket tunjangan untuk anggota DPR—50 juta rupiah untuk perumahan, 12 juta untuk makan, 7 juta untuk transportasi, jauh di atas upah minimum.

Massa pekerja dan mahasiswa menuntut upah layak, menolak outsourcing, dan memprotes pajak daerah yang naik hingga 250 persen.

Di tengah tuntutan itu, aparat berseragam lengkap, membawa kendaraan taktis, menyemprotkan meriam air dan menembakkan gas air mata.

Video memperlihatkan mobil Brimob menerobos kerumunan, padahal warga sudah memberi peringatan. Bukannya berhenti, kendaraan itu melaju dan melindas Affan.

Kesalahan penanganan tidak berhenti pada satu kendaraan. Laporan Reuters menyebut ratusan mahasiswa dan pengemudi ojol berunjuk rasa di depan markas Brimob sampai dini hari. Polisi melepaskan gas air mata dan meriam air, sementara 600 orang dilaporkan ditangkap.

Presiden Prabowo Subianto mengaku “terkejut dan kecewa” atas tindakan aparat, memerintahkan investigasi dan meminta penegakan hukum terhadap pelaku. Kepala Polda Metro Jaya Asep Edi Suheri bahkan meminta maaf secara terbuka dan membenarkan bahwa Affan bukan bagian dari aksi.

Namun permintaan maaf tak menghapus kesan penanganan brutal. Banyak analis dan publik di sosial media menyebut tindakan tersebut bukan kecelakaan melainkan “tindakan brutal” yang melanggar prosedur.

Di sini tampak kelemahan pendekatan aparat. Polisi berperan sebagai penjaga ketertiban dan pelindung warga, bukan pasukan tempur.

Namun dalam banyak aksi, pendekatan yang diambil cenderung militeristik: penggunaan kendaraan lapis baja, senjata huru‑hara, dan taktik tekanan.

Analoginya seperti dokter yang menangani demam dengan amputasi—masalah ketertiban diselesaikan dengan kekerasan berlebihan.

Tidak heran apabila Amnesty International menyoroti tindakan yang tidak proporsional seperti gas air mata, pemukulan, dan penangkapan sewenang‑wenang sebagai pelanggaran hak berkumpul.

Memperbaiki Melalui Anggaran. Polri: Rumah Mewah Tanpa Pondasi

Ironi terbesar dari tragedi ini adalah kontras antara besarnya anggaran Polri dengan kualitas pelayanan publik dan pengamanan aksi.

Menurut data Kementerian Keuangan, alokasi anggaran Polri meningkat dari Rp102,2 triliun pada 2021 menjadi Rp145,6 triliun untuk 2026.

Anggaran tahun 2026 diarahkan ke program profesionalisme SDM (Rp1,2 triliun), penyelidikan (Rp3,6 triliun), modernisasi alat utama dan sarana prasarana (Rp52,7 triliun) serta dukungan manajemen yang mencapai Rp73 triliun.

Realisasi belanja 2025 hingga Juni baru 48,67 persen dengan penyerapan Rp69,1 triliun.

Selain itu, Polri meminta tambahan anggaran Rp63,7 triliun untuk tahun anggaran 2026. Publik mempertanyakan justifikasi tambahan itu karena porsi terbesar adalah belanja barang dan modal—area yang rentan korupsi. Publik juga mencatat bahwa 46 persen sentimen publik terhadap tugas pemeliharaan ketertiban negatif.

Permintaan naiknya anggaran 37 persen—dari Rp126,6 triliun menjadi Rp173,4 triliun tidak sejalan dengan semangat efisiensi pemerintah. Dana besar seharusnya dialihkan ke pendidikan atau bantuan sosial.

Sayangnya, transparansi penggunaan anggaran Polri minim. Program “dukungan manajemen” bernilai Rp73 triliun tidak dijelaskan rinci. Pada saat yang sama, Polri memamerkan robot polisi seharga hampir Rp3 miliar per unit dalam upacara HUT Bhayangkara Juli 2025 lalu.

Analogi rumah mewah dengan atap bocor sangat relevan: institusi ini berinvestasi pada teknologi canggih dan kendaraan lapis baja, tetapi gagal menyediakan prosedur pengamanan yang sederhana—seperti memastikan kendaraan taktis tidak melindas warga.

Anggaran besar yang tak terarah hanya memperbesar potensi penyimpangan dan memperparah ketidakpercayaan publik.

Kesalahan Fatal dalam Menghadapi Demonstrasi: Pelajaran dari Affan

Apa saja kesalahan aparat dalam demonstrasi yang merenggut nyawa Affan?

Pertama, kegagalan identifikasi risiko.

Demonstrasi di depan parlemen sudah berlangsung sejak pagi, dan massa terdiri dari buruh, mahasiswa, serta warga sekitar. Kehadiran ojol seperti Affan seharusnya diduga karena jalan raya adalah tempat mereka mencari nafkah.

Namun aparat tidak membuat jalur evakuasi atau “safe zone” bagi warga non‑demonstran.

Kedua, penggunaan kendaraan berat di area padat.

Mobil taktis Brimob berfungsi untuk situasi terorisme atau kerusuhan ekstrem, bukan untuk membelah kerumunan sipil.

Video menunjukkan pengemudi mobil tidak mengurangi kecepatan meski ada peringatan. Ini melanggar prinsip dasar pengendalian massa yang mengutamakan keselamatan.

Ketiga, ketidakpatuhan terhadap eskalasi bertahap.

Dalam manual pengamanan aksi damai, penggunaan gas air mata dan meriam air adalah tindakan setelah negosiasi dan peringatan.

Namun laporan saksi di lapangan melaporkan aparat langsung menembakkan gas air mata dan meriam air saat bentrok berlangsung.

Ketika kekerasan menjadi respon pertama, aksi damai berubah menjadi kerusuhan, dan orang yang tidak terlibat menjadi korban.

Keempat, ketiadaan komunikasi dan koordinasi. Aparat dan koordinator aksi seharusnya membangun kanal komunikasi.

Tanpa itu, misinformasi mudah menyebar dan aparat hanya mengandalkan instruksi satu arah. Ketika demonstran meneriakkan “keadilan untuk Affan” dan “nyawa dibalas nyawa”, situasi sudah kehilangan kendali.

Keterlambatan polisi dalam memberi informasi dan permintaan maaf memperbesar kecurigaan dan kemarahan publik.

Mengapa Evaluasi Besar Diperlukan?

Kematian Affan memicu kemarahan nasional bukan semata karena tragedi itu sendiri, tetapi karena ia menjadi simbol kegagalan berulang.

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat serangkaian kasus kekerasan aparat saat menghalau demonstrasi, dari bentrokan mahasiswa hingga tragedi Kanjuruhan (pengetahuan umum). Bila hal ini dibiarkan, legitimasi Polri sebagai penegak hukum akan terkikis.

Evaluasi besar di tubuh Polri diperlukan karena tiga alasan:

Pemulihan kepercayaan publik. Data ICW menunjukkan hampir setengah masyarakat memiliki sentimen negatif terhadap kinerja pemeliharaan ketertiban.

Tanpa kepercayaan, legitimasi kekuasaan bersenjata rapuh. Evaluasi menyeluruh harus mengaudit tidak hanya pelanggaran individu, tetapi juga kultur organisasi, pola perekrutan, dan mekanisme penegakan disiplin.

Efektivitas penggunaan anggaran. Dengan alokasi anggaran ratusan triliun rupiah dan permintaan tambahan puluhan triliun, Polri wajib memastikan setiap rupiah berkontribusi pada keamanan publik.

Evaluasi harus menelaah apakah belanja modal seperti kendaraan lapis baja dan robot benar‑benar dibutuhkan, atau justru memperbesar jarak antara polisi dan masyarakat.

Penataan ulang paradigma keamanan. Polri masih menganut paradigma keamanan internal yang memprioritaskan ketertiban di atas hak warga.

Padahal UU No 9/1998 menjamin hak menyampaikan pendapat di muka umum. Amnesty International menekankan bahwa penggunaan kekuatan harus perlu, proporsional dan akuntabel.

Evaluasi harus merumuskan ulang standar operasional, menjadikan de‑eskalasi dan perlindungan hak asasi sebagai prioritas.

Rekomendasi untuk Membangun Polisi Pro‑Publik

Bagaimana langkah konkret untuk memperbaiki situasi? Beberapa rekomendasi berikut dapat menjadi agenda evaluasi besar:
Audit dan transparansi anggaran. Publikasikan secara rinci pos anggaran Polri, terutama program “dukungan manajemen” bernilai puluhan triliun. Namun proses ini sulit dilakukan. Harus juga libatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan partisipasi publik dalam proses evaluasi.

Korupsi hanya berkembang dalam kegelapan; transparansi adalah cahaya.

Perombakan pelatihan pengamanan massa. Modul pelatihan harus memprioritaskan teknik negosiasi, komunikasi massa, dan de‑eskalasi.

Penggunaan kendaraan taktis harus dibatasi dan dipersyaratkan hanya untuk situasi luar biasa. Kesalahan prosedural dalam kasus Affan menjadi bukti bahwa pelatihan belum sejalan dengan prinsip HAM.

Penguatan pengawasan internal dan eksternal. Propam (profesi dan pengamanan) harus diberi kewenangan dan kemandirian lebih untuk menindak pelanggaran.

Di sisi eksternal, komisi kepolisian nasional dan lembaga hak asasi harus dilibatkan dalam investigasi. Penanganan kasus Affan harus menjadi contoh keterbukaan: proses hukum yang transparan terhadap tujuh oknum, bukan sekadar sanksi etik.

Pendekatan berbasis komunitas. Polri perlu mereorientasi tugas dari “penjaga” menjadi “pelayan”. Program Bhabinkamtibmas yang mendekatkan polisi ke desa perlu diperkuat, bukan sekadar retorika. Polisi yang mengenal masyarakatnya cenderung mengedepankan dialog ketimbang represi.

Pengalihan fokus belanja dari alat berat ke SDM. Daripada membeli robot mahal atau kendaraan taktis, alokasi sebaiknya diarahkan pada kesejahteraan anggota, pelatihan, kesehatan mental, dan teknologi informasi yang meningkatkan pelayanan.

Data menunjukkan porsi belanja personel hanya Rp35,9 triliun dari realisasi 2025, sementara belanja modal Rp20 triliun. Keseimbangan perlu diperbaiki agar investasi terbesar berada pada manusia, bukan mesin.

Keterlibatan masyarakat sipil dalam penyusunan SOP. Aktivis, akademisi, dan komunitas korban harus dilibatkan dalam merumuskan pedoman pengamanan aksi.

Keterlibatan ini mencegah terulangnya tragedi dan meningkatkan rasa memiliki terhadap Polri.

Dukungan bagi korban dan keluarga. Negara berkewajiban memberi kompensasi, perlindungan, dan akses keadilan bagi keluarga Affan dan korban lain.

Presiden Prabowo telah menyatakan rasa duka dan memerintahkan penyelidikan; langkah ini harus diikuti tindak lanjut berupa ganti rugi dan jaminan pendidikan bagi adik‑adik Affan.

Mengubah Derita Menjadi Agenda Reformasi

Kematian Affan Kurniawan mengguncang nurani bangsa karena ia merangkum ketidakadilan struktural: warga kecil menjadi korban perseteruan elit dan aparat, anggaran triliunan rupiah tidak menjamin keselamatan, dan budaya kekerasan mengalahkan nilai kemanusiaan.

Tragedi ini layaknya cermin yang memantulkan wajah buram institusi keamanan kita. Apa gunanya kendaraan lapis baja, robot canggih, dan anggaran raksasa jika seorang pemuda pencari nafkah tidak bisa pulang dengan selamat?

Evaluasi besar di tubuh Polri bukan sekadar kebutuhan, melainkan keharusan moral. Tanpa perubahan mendasar—transparansi anggaran, reformasi pelatihan, pengawasan kuat, dan reorientasi paradigma—tragedi serupa akan terulang. Affan bukan nama terakhir bila sistem dibiarkan.

Menurut saya, evaluasi di tubuh Polri tidak efektif dilakukan manakala tidak dilakukan perubahan kepemimpinan. Transformasi leadership adalah syarat mutlak evaluasi dan perubahan dapat dilakukan dengan baik. Ini menjadi PR Pak Prabowo.

Sebaliknya, jika kita mampu belajar dari derita ini, memperbaiki cara berfikir dan bertindak, kita bisa membangun kepolisian yang benar‑benar melayani dan melindungi. Marilah menjadikan darah Affan sebagai cahaya perubahan, bukan sekadar kisah sedih yang hilang ditelan waktu. (Achmad Nur Hidayat, Ekonom Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta)

Share:

Kericuhan warga meluas hingga ke Jalan Otista Jakarta Timur

 

 

Kericuhan warga imbas demo serta tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) pada Kamis (28/8) semakin meluas hingga ke Jalan Raya Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, Jumat (29/8/2025).

 

JAKARTA KONTAK BANTEN  Kericuhan warga imbas demo serta tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) pada Kamis (28/8) semakin meluas hingga ke Jalan Raya Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, Jumat pagi ini.

Berdasarkan pantauan ANTARA, ratusan warga di Jatinegara, Jakarta Timur, terlibat bentrok dengan petugas kepolisian. Kericuhan semakin pecah saat polisi menembakkan gas air mata ke arah massa.

Terlihat ratusan warga yang didominasi oleh pemuda itu turut melemparkan batu dan benda lainnya ke arah petugas.

Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu dan menyebabkan kemacetan panjang.

Pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif karena ruas jalan ditutup. Bahkan, bus Transjakarta tidak dapat melintas di jalan tersebut.

Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi langsung melakukan pengamanan dan berupaya menenangkan massa agar situasi tidak semakin memanas.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih bersiaga di sekitar Jalan Otista untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan tersebut demi kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama.

Seperti diketahui, ribuan massa dari pengemudi ojek online (ojol) dan warga masih bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang hingga Jumat dini hari, meskipun beberapa kali telah dihalau petugas keamanan dengan menembakkan gas air mata.

Pantauan di lokasi pada Jumat sekitar jam 03.00 WIB, ribuan massa masih berkumpul. Mereka tetap bertahan meski beberapa kali petugas menembakkan gas air mata.

Suara letusan pun masih terdengar di sekitar kawasan Mako Brimob. Selain itu, titik-titik api dan asap gelap juga terlihat di sekitar jalan layang Senen.

Massa sempat membakar pos Polisi yang berada persis di bawah jalan layang Senen untuk meluapkan kemarahan mereka dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.

Sebelumnya, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Abdul Karim memastikan penanganan kasus kendaraan taktis (rantis) yang melindas seorang pengemudi ojol hingga tewas dilakukan secara transparan.

"Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan," kata Abdul saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tetapi juga bersama dengan Korps Brimob mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob.
Share:

Propam Polri periksa tujuh aparat terlibat insiden rantis tabrak ojol

 

Seorang kerabat menangis saat pemakaman jenazah Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Pengemudi ojek online Affan Kurniawan meninggal dunia usai terlindas mobil rantis Brimob saat Aksi 28 Agustus

 

 JAKARTA KONTAK BANTEN  Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pihaknya masih memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol).

"Hasil konfirmasi Kadiv Propam Polri, tujuh orang ada di Divisi Propam Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Trunoyudo menegaskan proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan objektif dengan melibatkan pihak eksternal.

"Pemeriksaan transparan dan objektif melibatkan pihak eksternal, tidak ada yang ditutup-tutupi," tegas Trunoyudo.

Selain itu, Trunoyudo memastikan pihaknya terus berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara terbuka.

"Kita tetap luruskan seluruh pihak terkait dengan masalah ini, akan kita proses, tidak ada yang kita tutupi," ucap Trunoyudo.

Sebelumnya, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengatakan, saat ini sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol).

"Saat ini tujuh pelaku sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan," kata Irjen Pol Karim di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol pada saat terjadi demo berujung rusuh.

Tujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

Saat ini proses pemeriksaan masih terus berlangsung dan siapa yang mengendarai kendaraan rantis tersebut juga masih didalami.

Sebagai informasi, kabar ini mencuat pada media sosial X usai beredarnya video yang menggambarkan seorang sopir ojol ditabrak oleh mobil rantis Brimob.

Kendaraan taktis tersebut, setelah melindas korban, lanjut memacu kecepatan dan meninggalkan lokasi kejadian. Sejumlah warga dan pengendara yang geram pun mengejar kendaraan tersebut hingga ke Jalan Layang Non-Tol Casablanca.

Share:

Buntut Insiden Affan Dilindas Polisi, Polda Banten Digeruduk Ojol

 

Ratusan ojol unjukrasa di depan Mapolda Banten.
 

KOTA SERANG  KONTAK BANTEN  Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Banten mengecam tindakan aparat Brimob yang melindas seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan dengan kendaraan taktis hingga tewas di Jakarta.

Mereka menggeruduk Polda Banten, Jumat (29/8/2025) ini sebagai bentuk solidaritas dari sesama pengemudi di berbagai daerah. Ratusan ojol tersebut datang dari berbagai platform—Maxim, Gojek, Grab, hingga Shopee Food.

Selain berorasi, mereka juga menggelar tabur bunga sebagai simbol duka dan bentuk perlawanan damai.

“Jadi ini bentuk solidaritas kami, kami menuntut transparansi,” kata Ketua Serikat Pengemudi Angkutan Roda Dua (Serdadu) Kota Serang, Dodi Munir.

Dodi menegaskan, para pengemudi ojol akan terus mengawal proses hukum terhadap anggota Brimob yang diduga menabrak hingga melindas korban. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum bersikap tegas dan adil.

“Kami di sini murni hanya bentuk rasa solidaritas, empati, rasa kami sesama pejuang jalanan, itu aja,” ujarnya.

Menurut Dodi, aksi tersebut diikuti sedikitnya 200 ojol yang datang dari Serang, Pandeglang, Lebak, hingga Cilegon. Ia menyebut mobilisasi ini terjadi secara spontan.

“Ini tanpa persiapan, ini semuanya spontan aja,” katanya.

Aksi solidaritas ini diharapkan menjadi salah satu bentuk tekanan publik kepada kepolisian agar kasus kekerasan aparat dalam aksi unjuk rasa tidak berhenti tanpa penyelesaian hukum.

Share:

Thursday, 28 August 2025

Prabowo Jamin Kehidupan Keluarga Driver Ojol Yang Ditabrak Rantis Brimob

 

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

JAKARTA KONTAK BANTEN  Presiden Prabowo memastikan, pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga yang ditinggalkan almarhum Affan Kurniawan (21), driver gojek yang tertabrak rantis Brimob di tengah aksi demo ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

"Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sedih atas terjadinya peristiwa ini," kata Prabowo dalam keterangan video yang diterima redaksi, Jumat (29/8/2025).

"Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada orang tua, adik dan kakaknya," imbuhnya.

Prabowo mengaku terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang dinilainya berlebihan. Prabowo memerintahkan agar insiden rantis tabrak driver ojol itu diusut secara tuntas dan transparan. Spey UG as-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab.

"Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Share:

DPR, MPR dan DPD RI Sampaikan Belasungkawa ke Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob

 

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno bersama Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin dan Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan. Foto: Nailin/VOI
 

JAKARTA KONTAK BANTEN Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno bersama Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, dan anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) akibat dilindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob saat unjuk rasa pada Kamis, 29 Agustus. 

Parlemen mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama, termasuk Kepolisian RI yang mengawal proses penyampaian aspirasi masyarakat. 

"Kami sampaikan belasungkawa dan rasa duka cita kami sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara kita, Affan Kurniawan. Kami juga menyampaikan perhatian terhadap mereka-mereka yang terluka di dalam aksi unjuk rasa kemarin. Dan dengan pesan bahwa jika memang ada lanjutan aksi unjuk rasa, mari kita jaga ketertiban, kita jaga kesehatan dan keselamatan kita semua," ujar Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 29 Agustus. 

Ketua DPD RI Sultan Najamuddin berharap, insiden serupa tidak lagi terjadi dalam unjuk rasa berikutnya. "Kita menyampaikan duka cita dan bela sungkawa terkait dengan ada masyarakat kita yang kena dampak dari peristiwa kemarin. Semoga peristiwa yang sama tidak terulang di hari-hari yang akan datang", ungkapnya

"Dan kita semua punya tugas untuk menjaga tanggung jawab masing-masing, untuk mengendalikan situasi, untuk memberikan perspektif positif kepada seluruh masyarakat, seluruh anggota keluarga, lingkungan, komunitas, agar negara ini hanya bisa dibangun dengan kondisi yang baik, kondisi yang aman," tambahnya. 

Sementara anggota DPR Hinca Panjaitan memastikan pihaknya akan meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan kepada publik. Khususnya terkait tindaklanjut terhadap pelaku yang berada di mobil Rantis tersebut. 

"Kami dengan perasaan yang paling dalam menyampaikan duka cita yang sangat dalam atas meninggalnya sahabat kita dan luka-luka yang terjadi kawan-kawan yang melakukan unjuk rasa. Saya mengajak kita semua, dimanapun berada, menjaga kondusivitas kita semua," kata Hinca. 

"Mudah-mudahan ini segera berakhir dan kepada aparat penegak hukum, terutama kepolisian, untuk terus menjaga dengan baik dan membawa teman-teman yang terluka dan menjenguk yang terluka dan memberikan perhatian yang lebih luas karena mereka yang ada di lapangan," sambungnya. 

Legislator Demokrat dapil Sumatera Utara itu juga mengimbau masyarakat yang ingin menyampaikan pikiran dan gagasan serta usulannya kepada DPR RI, dipersilakan disampaikan dengan terbuka. 

"Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kita doakan semua segera kondusif lagi dan aman," katanya.

"Dari sisi pengawasan kami kepada kepolisian, tadi malam kami mendengar penjelasan dari Kadiv Propam yang menangani tujuh polisi yang ada di dalam mobil lantis itu dan sekarang sedang berjalan investigasinya, kita dorong ini dibuka secara terbuka dan diumumkan kepada masyarakat secara terbuka juga, supaya terang benderang semuanya," pungkas Hinca.

Share:

Berduka, Grab dan Gojek Kompak Ubah Foto Profil Media Sosialnya Jadi Hitam

 

Foto profil akun media sosial Grab dan Gojek (foto: akun Gojek dan Grab)
 

JAKARTA  KONTAK BANTEN  Grab dan Gojek Indonesia kompak untuk mengganti foto profil akun media sosial mereka menjadi hitam, sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang menimpa driver ojek online di demo kenaikan gaji DPR pada Kamis, 28 Agustus. 

Perubahan foto profil menjadi hitam itu tampak di berbagai kanal resmi kedua perusahaan, mulai dari Instagram, X (Twitter), hingga Facebook. 

Langkah tersebut dilakukan tidak lama setelah kabar duka soal rekan pengemudi yang meninggal dunia beredar luas di media sosial. 

Kedua perusahaan juga telah mengungkapkan keprihatinannya terhadap insiden yang terjadi, dan berkomitmen untuk memberikan dukungan sepenuhnya untuk keluarga korban. 

“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para rekan pengemudi serta keluarga yang terdampak. Bagi kami, setiap Mitra adalah bagian penting dari keluarga besar ojol,” kata Chief of Public Affairs, Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy.

Sementara itu, Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Ade Mulya juga mengatakan, Gojek telah membantu penyediaan fasilitas ambulans, proses autopsi dan visum, serta akan memberikan santunan bagi keluarga korban sebagai bentuk dukungan. 

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga korban dan memberikan upaya terbaik yang dapat kami lakukan, sembari terus berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait penanganan insiden ini." sambungnya.

Share:

Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan Korban Aksi Demo 28 Agustus

 


 JAKARTA  KONTAK BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menanggung seluruh biaya perawatan korban luka akibat aksi demonstrasi yang terjadi, Kamis (28/8/2025) malam. Keputusan ini diambil setelah insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), usai ditabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Pemerintah DKI Jakarta hadir untuk memberikan bantuan dan support sepenuhnya dari mulai masih di rumah sakit sampai kemudian di rumah duka dan juga pemakaman yang kita siapkan di Karet Bivak semuanya Pemerintah DKI Jakarta memberikan bantuan sepenuhnya,” ujar Pramono di Balai Kota , Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Selain memberikan santunan untuk keluarga korban meninggal, Pemprov DKI juga menanggung biaya perawatan korban luka yang berjumlah puluhan orang.

“Akibat unjuk rasa yang berjumlah kurang lebih 38 korban yang semuanya dirawat di beberapa rumah sakit akan menjadi tanggungan Pemerintah DKI sepenuhnya,” tegasnya.

Pramono juga mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan di tengah kondisi pasca-kerusuhan.

“Dalam kesempatan ini saya juga meminta kita semua untuk menjaga keamanan dan juga konduktivitas warga Jakarta, mari bersama-sama jaga Jakarta karena bagaimanapun dalam kondisi seperti ini semuanya harus menjaga diri dan keamanan-kenyamanan Jakarta menjadi hal yang sangat penting,” kata Gubernur Jakarta.

Lebih lanjut, Pramono menegaskan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga Affan yang kehilangan tulang punggungnya.

“Saya menyampaikan karena sekarang anak Pak Zulkifli masih dua, yang pertama sudah bekerja sebagai OB di salah satu perusahaan. anaknya yang kecil, yang perempuan dalam hal ini masih SMP, maka untuk itu tentunya kami akan memberikan selain KJP juga hal-hal lain yang akan membantu keluarga ini,” jelasnya.

Namun, Pramono tidak merinci bentuk dan besaran bantuan yang diberikan.

“Ada bantuan lah dari pemerintah Jakarta dan saya mohon maaf tidak menyebutkan jumlahnya. Dan saya dari saya pribadi juga ada,” tutup Pramono.

Berdasarkan informasi dari video amatir yang beredar luas di media sosial, Affan ditabrak rantis bertuliskan Brimob yang melaju di tengah kekacauan saat warga berhamburan menyelamatkan diri.

Lebih lanjut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, langsung menanggapi insiden tersebut. Pada Jumat pagi, dia melayat ke rumah duka korban dan memberikan instruksi tegas kepada jajarannya agar korban luka mendapatkan penanganan maksimal, dan korban meninggal diberikan santunan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas insiden ojol ditabrak mobil rantis Brimob dalam aksi demo buruh yang berujung ricuh, Kamis (28/8/2025).

"Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya," kata Kapolri dalam keterangan yang diterima redaksi.


Share:

Gubernur Pramono Anung Melayat ke Rumah Almarhum Affan Kurniawan

 

Gubernur Pramono Anung saat melayat ke rumah duka Almarhum Affan Kurniawan bin Zulkifli. Foto : Ist
 

JAKARTA  KONTAK BANTEN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka pengemudi ojek online yang tertabrak rantis dalam demo rusuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Timur, Kamis (28/8/2025).

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Affan Kurniawan bin Zulkifli. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya serta menempatkannya di surga terbaik. Insya Allah, kami hadir memberi perlindungan dan support kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Pramono yang akrab disapa Pram, saat melayat ke rumah duka di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) pagi.

 Pemprov DKI Jakarta memastikan memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban, mulai dari proses pemulasaran jenazah hingga pemakaman.

 Kami berkomitmen membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani. Pemulasaran dan pemakaman akan kami fasilitasi dengan sebaik-baiknya,” ujar Pram.

 Dia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi Ibu Kota agar tetap aman dan kondusif.

 Kami berharap semua pihak dapat menahan diri, dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai (dalam konteks penyampaian aspirasi secara damai atau aksi damai). Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” tegasnya.

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 38 pasien luka-luka akibat demo rusuh 28 Agustus yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Berikut rincian datanya:

 

RSCM: 1 orang

RS Pelni: 12 orang

RSPP: 8 orang

RS Bhakti Mulia: 5 orang

RS Budi Kemuliaan: 2 orang

RS Patria IKKT: 1 orang

RSAL Mintohardjo: 5 orang

RS Eka Permata Hijau: 1 orang

RSUD Tarakan: 1 orang

RSKD Duren Sawit: 2 orang

 

“Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik, tanpa khawatir soal biaya,” tutur Pram.

 

Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan hak-hak masyarakat terlindungi.

 

Share:

Presiden Prabowo Subianto : Pemerintah Republik Indonesia turut berduka cita Usut Tuntas Kasus Gojek

 

Presiden Prabowo. Foto : Ist

 JAKARTA KONTAK BANTEN Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tewasnya driver Gojek bernama Affan Kurniawan, dalam demo ricuh di kawasan Pejompongan Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sedih atas terjadinya peristiwa ini," kata Prabowo dalam keterangan video yang diterima redaksi, Jumat (29/8/2025).

 Prabowo memastikan, pemerintah akan mengusut tuntas insiden tersebut secara transparan. Sanksi keras siap menanti mereka yang terbukti bersalah dalam kasus ini.

 "Saya kecewa dan prihatin dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan. Petugas petugas yang terlibat harus bertanggung jawab," papar Prabowo.

 Seandainya diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

 Dalam situasi seperti ini, Prabowo mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tenang dan percaya pada pemerintahan yang dia pimpin.

 Pemerintahan yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita. Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat, dan akan kami tindak lanjuti," tuturnya.

 Prabowo juga mengimbau seluruh bangsa Indonesia untuk selalu mewaspadai unsur-unsur yang menginginkan terjadinya huru-hara di negeri ini. Yang menginginkan situasi chaos.

 Saya sampaikan, hal itu tidak menguntungkan rakyat. Tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita," katanya.

 Prabowo menekankan semua tenaga, semua kekayaan mestinya didedikasikan untuk bangsa dan negara. Seluruh masyarakat harus bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, serta negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

 "Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan menjadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain. Untuk itu, kita harus waspada, harus tenang," ucap Prabowo.

 "Kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru hara dan kerusuhan. Aspirasi  yang sah, silakan disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki," pungkas Presiden ke-8 RI itu.

Share:

Ribuan Buruh Se Banten Demo Tuntut Kenaikan Upah Sampai 10 Persen

 

KOTA  SERANG KONTAK BANTEN – Sejumlah serikat buruh dari berbagai aliansi, menuntut pemerintah menaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026, sebesar 8,5-10 persen. Kenaikan itu dinilai realistis, mengingat daya beli masyarakat (inflasi) yang terjaga dengan baik, serta kenaikan perekonomian daerah yang cukup besar.

Hal itu, menjadi salah satu poin tuntutan buruh, dalam aksi demonstrasinya di depan KP3B, Kota Serang, Kamis (28/8/2025), yang dilakukan serentak di seluruh daerah dan di Jakarta, dengan beberapa tuntutan yang sama.

Ada sembilan tuntutan yang diaspirasikan sejumlah aliansi buruh, seperti penghapusan segala bentuk Outsourcing, tidak ada lagi upah murah, pembentukan Satgas PHK, menaikkan PTKP, tidak ada lagi penerapan diskriminasi pajak, penghapusan pajak THR, pengesahan RUU Ketenagakerjaa, pemberantasan korupsi dan Pemilu. Terakhir menuntuk kenaikan UMK tahun 2026.

“Dilakukan serentak dan menyaurakan isu yang sama,” kata Ketua SPN Banten, Intan Indria Dewi, Kamis (28/8/2025).

Intan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Banten berdasarkan hasil survey dari BPS mengalami pertumbuhan yang cukup positif berada pada 5,33 persen (YoY) pada triwulan II tahun 2025. Kemudian pada April 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Banten sebesar 1,59 persen.

“Artinya besaran tuntutan kenaikan upah yang kami aspirasikan ini sudah berdasarkan kajian yang matang,” pungkasnya.

Berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Banten Nomor 456 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten Tahun 2025. Berdasarkan Kepgub itu, UMP Banten naik sebesar 6,5 persen sebesar Rp2.905.199,90 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2.727.812.
UMK Cilegon 2025 sebesar Rp5.128.084,48, UMK Kota Tangerang sebesar Rp5.069.708,36, UMK Tangerang Selatan Rp4.974.392,42, UMK Kabupaten Tangerang Rp4.901.117 UMK, UMK Kabupaten Serang Rp4.857.353,01, UMK Kota Serang Rp 4.418.261,13, UMK Kabupaten Pandeglang Rp 3.206.640,32 dan UMK Kabupaten Lebak Rp3.172.384,39.

Kemudian, lanjut Intan, serikat buruh juga meminta agar pemerintah penghapus segala bentuk Outsourcing. Pasalnya, Intan melihat outsourcing itu tidak lebih seperti perbudakan modern, dimana para pekerja outsorcing banyak yang tidak mendapatkan haknya dari Perusahaan seperti yang didapatkan oleh pekerja sektor informal.

“Mereka tidak mendapatkan upah yang layak atau masih dibawah UMK, tidak mendapatkan jaminan sosial, jam kerjanya tidak teratur, bahkan tidak ada kejelasan dan kepastian terkait dengan kontrak kerjanya,” jelasnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, hubungan antara Perusahaan outsoucing dengan Perusahaan tempat kerja itu tidak jelas. Sehingga banyak sekali perusahaan yang saling lempar tanggung jawab ketika terjadi sebuah persoalan.

Oleh karena itu, tuntutan lainnya yang disuarakan oleh serikat buruh adalah menolak upah murah yang masih banyak terjadi di sejumlah perusahaan, terutama Perusahaan di wilayah Akong, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak serta Kabupaten Pandeglang.

“Kita suarakan bahwa di Indonesia ini belum ada pemerataan terkait dengan UMK. Masih ada kesenjangan Upah dan perusahaan yang membayar kan Upah di bawah UMK,” pungkasnya.

Selanjutnya, serikat menutut pembentukan Satgas PHK yang akan mematau dan mengawasi sejumlah industry agar tidak sewenang-wenang dalam melakukan PHK. Dalam banyak kasus, kata Intan, tidak sedikit Perusahaan atau bahkan Perusahaan oursorcing yang tidak memebrikan hak-hak pekerja yang terkena PHK.

“Belum lagi ada berbagai potongan biaya PHK yang diterima pekerja,” katanya.

Aksi ratusan buruh itu, disambut baik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Aprinadi, yang menerima audiensi beberapa perwakilan dari serikat buruh. Deden memaparkan, jika melihat dari tran peningkatan perekonomian daerah dan inflasi mungkin harus ada penyesuaian upah buruh. Tapi kalau untuk besaran 8,5-10 persen seperti yang menjadi tuntutan serikat buruh itu, harus ada pembicaraan lebih detail lagi.

“Makanya nanti obrolan selanjutnya harus dalam forum yang lebih kecil lagi untuk mematangkan apa saja yang akan dilakukan oleh Pemprov Banten, termasuk kenaikan upah dan sebagainya,” jelasnya.

Diakui Deden, pada prinsipnya Pemprov Banten memahami apa yang mereka rasakan. Kondisi perekonomian mereka tidak seberuntung yang lain. Maka dari itu, berbagai tuntutan yang mereka aspirasikan itu cukup rasional.

“Tinggal bagaimana memadankan antara regulasi saat ini dengan yang akan datang,” pungasnya.
Share:

Prabowo Ke Para Bupati Di Acara Pameran Apkasi: Jangan Korup, Dengarkan Rakyat

 

Pengarahan Presiden Prabowo pada acara APKASI Otonomi Expo 2025 di ICE BSD City. Foto : Ist

 TANGERANG BSD KONTAK BANTEN  Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan khusus kepada para kepala daerah khususnya para bupati di seluruh Indonesia. Kepala daerah, kata dia, harus jadi pemimpin yang dekat, peka, dan setia kepada rakyat.

 Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025).

 Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 WIB. Eks Danjen Kopassus itu mengenakan pakaian safari cokelat dan peci hitam. Dalam sambutannya, Prabowo memberikan pesan kepada para bupati yang hadir di acara. Kata Prabowo, bupati, camat dan kepala desa adalah pemimpin yang paling dekat dengan rakyat. 

 Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat. Seharusnya paling tahu denyut nadi rakyat, paling peka terhadap kesulitan rakyat," kata Prabowo di hadapan para bupati dan wali kota.

 Prabowo menegaskan, kunci pembangunan bangsa adalah pemerintahan yang bersih dan adil. Tanpa itu, mustahil rakyat bisa makmur. "Pemerintah yang korup tidak mungkin membawa kemakmuran," tegasnya.

 Ketua Umum Partai Gerindra ini lalu menyinggung kajian Universitas Harvard tentang peradaban yang bisa bertahan ratusan tahun. Ada tiga syarat utama: tentara yang kuat, keamanan yang kuat, dan pemerintahan yang unggul.

 Pelajaran sejarahnya jelas. Tidak ada negara tanpa tentara kuat. Tidak ada tentara kuat tanpa uang. Tidak ada uang tanpa kemakmuran. Tidak ada kemakmuran tanpa rakyat yang bahagia. Dan tidak ada rakyat bahagia tanpa pemerintah yang bersih dan adil," ujarnya.

 Prabowo menekankan, dirinya juga dipilih rakyat dan diberi mandat untuk menjaga konstitusi. Karena itu, dia mengingatkan para kepala daerah agar menjalankan amanah rakyat dengan benar.

 "Kalau saudara ingin jadi bupati yang benar, yang dicintai rakyat, setia kepada merah putih, jalankan pemerintahan yang bersih dan adil," pesan Prabowo.

Share:

Sekretariat DPRD Kota Serang HUT RI Ke 80

Sekretariat DPRD Kota Serang HUT RI Ke 80

SELAMAT HUT RI KE 80 KONTAK MEDIA GROUP

SELAMAT HUT RI KE 80 KONTAK MEDIA GROUP

Selamat HUT Byangkara Ke 79

Selamat HUT Byangkara Ke 79

DPRD KAB SERANG SELAMAT HUT BYANGKARA KE 79

DPRD KAB SERANG SELAMAT HUT BYANGKARA KE 79

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

IBU KOTA NUSANTARA

IBU KOTA NUSANTARA

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support