SERANG, (KB).- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(Bappeda) Kota Serang meminta, agar Pemprov Banten segera mencairkan
bantuan keuangan provinsi (banprov). Kepala Bappeda Kota Serang, Djoko
Sutrisno berharap, awal Maret 2018 dana bantuan tersebut sudah cair.
“Kami sudah memberikan surat ke provinsi, agar bantuannya segera turun.
Mudah-mudahan saja awal Maret ini sudah bisa keluar,” katanya, Sabtu
(17/2/2018).
Ia mengungkapkan, Pemkot Serang mengusulkan bantuan keuangan ke
provinsi sebesar Rp 30 miliar. Dana tersebut rencananya digunakan untuk
pembangunan di Kota Serang yang dirasa belum maksimal, di antaranya
merealisasikan pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Ketiga bidang itu yang menjadi perioritas,” ujarnya.
Ia menuturkan, sebelumnya Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Jaman
telah memberikan arahan terkait penggunaan banprov tersebut di Kota
Serang. Namun, dia mengatakan, ada beberapa bidang lain yang diminta
wali kota. “Pak wali sudah memberikan arahan, tapi ada infromasi baru
untuk hal lain,” ucapnya. Hal lainnya, yaitu untuk pengentasan
kemiskinan di Kota Serang, kemudian pembangunan RSUD Kota Serang yang
akan membangun ruang operasi dan unit gawat darurat (UGD). “Kemudian,
untuk jalan lingkungan,” tuturnya.
Rencananya, alokasi anggaran sebesar Rp 30 miliar yang bersumber dari
banprov tersebut sebagian besar digunakan untuk membiayai RSUD Kota
Serang, yaitu hampir Rp 24 miliar. Anggaran Rp 24 miliar tersebut
digunakan untuk membangun jalan RSUD Kota Serang Rp 4 miliar dan
bangunan sebesar Rp 20 miliar. “Untuk pendidikan akan dicover dengan
dana yang kami miliki. Karena, yang paling besar itu untuk membiayai
rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Toyalis
membenarkan, bahwa saat ini pembangunan RSUD Kota Serang kekurangan dana
untuk pembangunan ruang operasi maupun UGD maupun kebutuhan lainnya.
Saat ini pembangunan gedung RSUD tersebut sudah selesai pada tahap awal.
Namun, belum bisa dibuka, karena kelengkapan rumah sakit belum ada.
“Anggaran sudah habis Rp 50 miliar. Tahun ini UGD sementara, kami
gabung dulu dengan rawat inap yang ada sekarang. Untuk pegawai rumah
sakit sudah ada 130 orang, yakni 10 orang dokter umum, 8 dokter
spesialis, 40 perawat, 16 orang bidan, dan sisanya untuk tenaga lain,
seperti tenaga gizi, kesehatan lingkungan, serta tenaga keuangan,”
katanya.







0 comments:
Post a Comment