Petugas PMI Kota Tangerang memberikan pelayanan
kesehatan kepada korban terisolir tsunami banten di Posko kampung
Kalica, Tanjung Jaya, Pandeglang.
|
BANTEN-Pasca tujuh hari peristiwa tsunami Selat Sunda menggulung pesisir
pantai di Banten dan Lampung, para korban selamat harus berjuang dari
penyakit.
Akibat dampak bencana, korban yang mengungsi di Posko Kampung
Kalicaa, Tanjung Jaya, Kabupaten Pandeglang, Banten terserang diare dan
demam.

Pelayanan kesehatan pun telah menyasar ke wilayah yang terkena
penyakit tersebut. Salah satunya pelayanan yang dilakukan PMI Kota
Tangerang pada Sabtu (29/12/2018).
Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan mengatakan,
sekitar 70 orang baik anak-anak maupun dewasa telah diberikan pelayanan
kesehatan di wilayah tersebut.
"Kami lakukan pemeriksaan kesehatan karena banyak anak-anak yang
sudah terkena penyakit, di antaranya diare, gatal-gatal hingga demam,"
kata Ade saat ditemui TangerangNews di Kampung Kalicaa, Pandeglang,
Banten.
Menurutnya, para korban yang terkena penyakit tersebut akibat dampak
dari aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi beberapa waktu
lalu.
"Insyaallah dengan pelayanan yang kami berikan mereka bisa sehat, pulih kembali seperti sediakala," ucap Ade.
Selain menjalani pemeriksaan, para korban juga diberikan program
dukungan psikososial (PSP). "PSP juga untuk meningkatkan kesejahteraan
psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal pada
saat mengalami krisis dalam situasi bencana," imbuhnya.

Tak hanya memberikan bantuan di Posko Kalicaa, para relawan PMI pun
mendistribusikan logistik di Desa Cimanis dengan menyalurkan beras, mie
instan, telur dan selimut.
"Saluran bantuan ini akan meringankan beban 3.000 korban terdampak di Desa Cimanis," paparnya.(






0 comments:
Post a Comment