Beberapa jam lagi, insya Allah, tahun 2018 akan kita tinggalkan dan
kita memasuki tahun 2019. Pergantian tahun mengingatkan kita bahwa jatah
hidup kita di dunia ini semakin berkurang. Seorang ulama besar, Imam
Hasan Al-Basri, mengatakan, ‘Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian
dari hari, apabila satu hari berlalu, maka berlalu pulalah sebagian
hidupmu.’
Dengan makna seperti itu, seharusnyalah kalau pergantian tahun justru mesti kita manfaatkan untuk mengevaluasi (muhasabah) diri. Allah SWT berfirman, ‘Wahai orang-orang beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan.’ (QS 59: 18).
Khalifah Umar bin Khathab menyatakan, ‘Hitunglah diri kalian sebelum
kalian dihitung. Timbanglah amal-amal kalian sebelum ditimbang.
Bersiaplah untuk menghadapi hari yang amat dahsyat. Pada hari itu segala
sesuatu yang ada pada diri kalian menjadi jelas, tidak ada yang
tersembunyi.’
Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam
di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang
umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan,
tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang
ilmunya untuk apa dimanfaatkan.’ (HR Tirmidzi).
Terkait dengan usia itu, Rasulullah menjelaskan, ‘Sebaik-baik manusia
ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, sedangkan
seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amal
perbuatannya.’ (HR Tirmidzi).
Pergantian tahun baru pada hakikatnya adalah mengingatkan manusia
tentang pentingnya waktu. Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, ‘Siapa
yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab,
waktu adalah kehidupan itu sendiri.’
Dengan begitu, orang-orang yang selalu menyia-nyiakan waktu dan
umurnya adalah orang yang tidak memahami arti hidup. Ulama kharismatik,
Dr Yusuf Qardhawi, dalam kitab Al-Waqtu fi Hayatil Muslim menjelaskan
tentang tiga ciri waktu. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua,
waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Dan ketiga, waktu
itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang Muslim.
Nah, kalau waktu itu cepat berlalu dan tidak mungkin akan kembali
lagi, serta harta yang paling mahal, maka apakah kita pantas masih
menyia-nyiakannya? Untuk itu, marilah pada kesempatan pergantian tahun
ini kita mengevaluasi diri, ber-muhasabah. Karena, bisa jadi inilah
tahun terakhir kita hidup di dunia yang fana ini. Allah SWT
mengingatkan, ‘Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat
mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya.’ (QS
10: 49).







0 comments:
Post a Comment