JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin
Uno masih menjadi penyumbang terbesar dana kampanye dengan nilai
mencapai Rp39,5 miliar atau 73,1 persen dari total pemasukan Rp54
miliar. Sementara Prabowo Subianto merogoh kocek sebanyak
Rp13.054.967.835 atau setara 24,2 persen.
Sandiaga mengaku juka sumber dana yang dia gelontorkan hasil dari
penjualan aset pribadi dan saham perusahaan miliknya. Kendati demikia,
Sandiaga memastikan dirinya tidak akan tersandera oleh kepentingan
apapun jika memenangi kontestasi Pilpres 2019.
“Prinsip kami adalah KYC (Know Your Contribution). Siapa yang
berkontribusi harus terang benderang dan harus diketahui oleh publik.
Dan bagi kami, kami sudah istiqomah dan komitmen dalam konsistensi kami
bahwa Prabowo-Sandi tidak akan tersandera atas kepentingan apapun juga,”
kata Sandi di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).
“Dan kita akan memimpin dan berpihak kepada rakyat dan tidak akan ada
titipan-titipan dan tidak ada pengusaha-pengusaha yang berperan di
belakang kita,” imbuh dia.
Menurut Sandiaga, pemaparan dana kampanye sebagai komitmen
Prabowo-Sandi untuk mewujudkan transparansi. Bagi siapapun yang akan
memberikan sumbangan harus siap di beberkan identitasnya.
“Karena kita sampaikan kalau mereka ingin berperan tentunya bersedia
untuk diekspose, dan nantinya semuanya sesuai dengan tata kelola baik,
dengan governence yang baik, tentunya yang mengacu kepada tranparansi
dan prinsip-prinsip yang menghadirkan suatu keberpihakkan kepada
kebijakan publik kepada rakyat,” ungkap Sandi.
Meski tidak membeberkan secara rinci penjualan aset pribadi dan saham
perusahaan miliknya, namun Sandiaga mengaku semua saham yang dilepas
telah dilaporkan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia
“Itu sudah menjadi bagian daripada laporan publik dan saya yakin
dengan tranparansi saperti itu, ini memberikan satu contoh inspirasi
agar proses pendanaan kampanye jelas darimana sumbernya. Sumber saya
jelas dari penjualan aset dan atau saham,” tandas Sandi.







0 comments:
Post a Comment