SERANG, (KB).- Pondok Pesantren Modern Daar El
Istiqomah Kampung Kesawon, Kelurahan Sukawana, Kota Serang asuhan KH.
Sulaeman Ma’ruf menggelar khataman Alquran bersama pada malam pergantian
tahun 2019.
Acara yang diikuti seluruh santri, dewan asatidz, dan beberapa warga
sekitar, terangkai dalam beberapa agenda, dimulai dari pelaksanaan Solat
Maghrib berjamaah, kemudian sambutan pengasuh pesantren, Solat Ghoib
untuk korban tsunami Selat Sunda, khataman Alquran, Solat Isya
berjamaah, Solat Tasbih dan diakhiri dengan doa khotmul Quran.
Dalam sambutannya, Kiai Sulaeman menyampaikan bahwa kita harus banyak
bersyukur karena masih diberi kesehatan dan panjang umur. “Karena
panjang umur, kita masih bisa ketemu dengan tahun baru ini, untuk terus
beribadah kepada Allah,” katanya.
Ia berpesan kepada para santri, harus banyak bersyukur kepada Allah
karena masih bisa menikmati nikmat dan indahnya belajar di pondok.
“Mungkin seandainya kalian tidak mondok, entah berada di mana kalian
pada malam ini?,” katanya.
“Anak-anakku, kita saat ini merasa prihatin dan berbela sungkawa atas
tragedi tsunami yang melanda saudara-saudara kita. Ada yang meninggal,
ada yang kehilangan keluarganya, ada yang rusak rumahnya karena hanyut
diterjang tsunami,” katanya.
Oleh sebab itu, ia mengajak para santri berdoa, semoga yang meninggal
diampuni dosanya oleh Allah, yang masih sakit semoga segera
disembuhkan, dan yang mengalami banyak kehilangan dan kerugian diberi
ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT.

Pantauan kabar-banten.com, suasana penuh kekhusyuan dari para jemaah
terlihat sejak sebelum acara digelar. Para santri sudah hadir memenuhi
Masjid Abu Hurairah ra dengan kapasitas kurang lebih 600 jamaah.
Sementara salah seorang pengajar, Ust. Kholid mengatakan, para santri
sebenarnya masih dalam masa ujian tulis yang baru akan selesai pada
Sabtu tanggal 5 Januari 2019.
Hal ini, kata Ust. Kholid, dikarenakan Pesantren Istiqomah mempunyai
prinsip bahwa setiap malam tahun baru Masehi, semua santri harus di
pondok dan tidak boleh ada yang keluar atau liburan.
“Kebijakan ini diambil, karena Pesantren Istiqomah ingin
menyelamatkan santri dari pergaulan bebas dan tak terkontrol,
sebagaimana yang terjadi di luar pondok,” katanya.

Menurutnya, pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah
memberikan motivasi dan semangat baru agar lebih optimistis dalam
menghadapi tahun depa.
Pelajaran lainnya, mengajarkan praktik Solat Ghoib dan Solat Tasbih
kepada para santri sighor yang masih baru dan masih perlu banyak
perhatian dan bimbingan.
Hj. Maunatul Hayat, wakil pengasuh pesantren, mengatakan secara
keseluruhan acara yang memakan waktu kurang lebih 3 jam sangat sukses
dan sesuai rencana.
“Semoga dengan adanya acara khataman Quran dan doa bersama, kehidupan
kita semakin berkah, urusan pondok dimudahkan, negara Indonesia dan
negara-negara muslim diberi ketentraman dan kedamaian,” katanya.







0 comments:
Post a Comment