JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyiapkan ribuan titik lokasi penukaran uang pecahan selama Ramadan dan Lebaran 2019.
Khusus untuk Jakarta, BI bersama 22 perbankan akan membuka penukaran
uang di Lapangan Monas sejak 13-25 Mei 2019. Jumlahnya mencapai Rp14,8
miliar.
“Jadi maksimal sekarang itu rata-rata satu orang Rp3,9 juta, tapi ini
lebih ke arah paket (terdiri dari beberapa pecahan),” kata Deputi
Gubernur BI, Rosmaya Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank
Indonesia, Jumat (10/5/2019).
Rosmaya mengungkapkan, besaran jumlah penukaran uang ini lebih besar
dibandingkan tahu lalu, sebesar Rp3,7 juta. Namun, tidak ada secara
khusus ada aturan mengatur berapa banyak seseorang bisa menukarkan uang.
“Sebetulnya dibatasi secara aturan enggak ada. Tapi kenapa dibatasi?
kita tidak mau juga terkonsentrasi kepada orang tertentu,” ungkapnya.
Dia menuturkan, selama ini ada indikasi uang pecahan kecil (UPK) yang
sudah diperoleh seseorang dijual kembali. Karena itu, di beberapa
daerah mereka yang menukarkan uang ditandai dengan tinta pada jari.
“Tahun lalu itu, pakai tanda. Orang sudah menukar tidak boleh balik
lagi, kaya Pemilu. Seperti diketahui sering ada tu penjual uang. Penjual
sering itu mendekati mobil-mobil yansg sedang antre atau dalam
kemacetan,” sebutnya.
“Nah, kita menghindari seperti itu (UPK dijual kembali),” sambug dia.
Dikatakannya, BI bersama perbankan yang melayani penukaran uang sudah
membuat polanya dalam bentuk paket. Dalam satu terdapat beberapa uang
kartal yang bisa dipilih sesuai keinginan.
Ini dilakukan supaya lebih mudah dan cepat dalam proses penukaran nantinya.
“Jadi bank itu sudah menyediakannya. Supaya cepat, jadi ada Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000,” rincinya.
Menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini, BI memprediksi kebutuhan
uang kartal mencapai Rp217,1 trliun. Angka ini meningkat sebesar 13,5
persen (yoy) dibanding pada periode yang sama tahun lalu.







0 comments:
Post a Comment