SERANG – Dalam menghadapi
Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah, Bank Indonesia siap melayani
kebutuhan masyarakat dan menyiapkan strategi pemenuhan uang rupiah
melalui kebijakan distribusi uang dan layanan kas yang prima.
Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Banten, Erry P Suryanto mengatakan Bank Indonesia melakukan
langkah-langkah untuk memperluas titik penukaran melalui kerjasama
perbankan di titik keramaian, diantara mengintensifkan kerjasama dengan
penyedia jasa transportasi, mengnimbau perbankan/PJPUR untuk
mengoptimalkan pengolahan uang dan menjaga ketersediaan ATM dengan
kualitas yang baik.
“Pelaksanaan penukaran bersama Bank
Indonesia dengan 7 perbankan akan dilaksanakan di alun-alun Kota Serang
pada tanggal 23,24,27,28 Mei dan di alun alun Kota Cilegon pada tanggal
27 dan 28 masing-masing pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00
WIB,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung BI, Kota Serang, Jumat
(17/5/2019).
Ery menjelaskan khusus untuk wilayah
Provinsi Banten, terdapat lebih dari 100 titik penukaran, yaitu 44 titik
penukaran yang dilakukan melalui kas keliling Bank Indonesia maupun
penukaran bersama dengan perbankan, serta lebih dari 60 titik penukaran
melalui kantor perbankan yang ditunjuk oleh masing-masing bank dengan
waktu Layanan yang telah ditentukan maupun melalui kas keliling yang
dilakukan oleh masing-masing bank.
“Pemberian layanan kepada masyarakat
tersebut dilakukan dengan membuka kegiatan kas keliling di titik
keramaian, kantor perbankan dan instansi lain termasuk di jalur mudik,”
ujarnya.
Kemudian sinergi Bank Indonesia bersama 27
bank yang berkantor di wilayah Provinsi Banten, diharapkan dapat
memberikan layanan penukaran uang kepada masyarakat secara lebih luas
dan mudah dijangkau bagi masyarakat yang berada di wilayah Tangerang
Raya, Kabupaten/ Kota Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak.
Kebutuhan uang kartal secara nasional pada
periode Ramadan/Idulfitri tahun ini diprakirakan sebesar Rp217,1 triliun
atau tumbuh 13,5% (yoy) dibandingkan periode tahun lalu. Kenaikan ini
dalam rangka mengantisipasi kebutuhan pada libur panjang serta kenaikan
gaji dan pembayaran THR ASN maupun pegawai swasta.
Kenaikan kebutuhan uang (outflow) pada
periode tahun ini diprakirakan terjadi di seluruh satker kas dengan
outflow tertinggi di daerah Jabodetabek sebesar Rp51,5 triliun. Adapun
untuk provinsi Banten diprakirakan sebesar Rp2,56 triliun atau tumbuh
26% (yoy) dibandingkan periode tahun lalu dengan perkiraan kebutuhan
penukaran masyarakat Rp. 21,340 miliar.
“Masyarakat yang memerlukan uang pecahan
kecil dapat terlayani dengan baik maka untuk penukaran perorang dibatasi
total Rp4 juta dengan komposisi Rp2 juta pecahan Rp10.000, Rp1 juta
pecahan Rp5.000 dan Rp1 juta pecahan Rp2.000. Adapun untuk kebutuhan
pecahan lain dilayani sesuai dengan persediaan. Selain penukaran bersama
ini, terdapat penukaran mandiri yang dilakukan oleh KPwBI Provinsi
Banten serta masing-masing perbankan sesuai kebutuhan nasabah
masing-masing,” terangnya.
Dikatakan Ery, khusus Kaskel BI dilakukan
pada lokasi-lokasi keramaian seperti pasar, lokasi pasar murah yang
diadakan oleh Pemprov dan Pemda serta lokasi stakeholder tertentu.
Dengan memperbanyak titik penukaran, Bank Indonesia mendorong masyarakat
menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko uang
palsu dan untuk menjaga kualitas uang.
“Masyarakat diimbau agar selalu
memperhatikan ciri keaslian rupiah dengan Dilihat, Diraba dan Diterawang
serta cara merawat rupiah dengan 5 Jangan (Jangan Dilipat, Jangan
Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi),” terangnya.
Secara Nasional Bank Indonesia menyiapkan
layanan penukaran uang di 2.900 titik penukaran di seluruh wilayah NKRI
termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) terhitung mulai
dari tanggal 6 Mei s.d. 31 Mei 2019.







0 comments:
Post a Comment