![]() |
| Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan |
JAKARTA-Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK)
berencana melakukan aksi unjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI,
siang ini. Aksi dalam rangka menuntut penyeleggara pemilu
mendiskualifikasi Paslon nomor urut 01 Joko Widodo- Ma'ruf Amin itu diinisiatori oleh Mayjen (purn) Kivlan Zen, Letjen (purn) Syarwan Hamid, Eggi Sudjana dan Permadi.
Menanggapi hal itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu
Setiawan mengatakan, demo tersebut akan mengganggu jalannya rapat pleno
rekapitulasi surat suara. "Kemarin sudah sebenarnya (ada demo). Tidak
mengganggu sih, tapi sangat mengganggu. Sekarang bayangkan ya, kita
ngomong begitu, kita mendengarkan konsentrasi, yang di luar juga
ngomong. Apalagi kemarin ada dua (demo), langsung saut-sautan. Jadi ada 3
orang berbicara, yang di sini sama di jalanan (kemarin) ada dua pihak,"
kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).
Aksi unjuk rasa tersebut diperbolehkan. Namun, demo tersebut sungguh
sangat mengganggu pihaknya dalam melakukan rekapitulasi surat suara luar
negeri.
"Ya kalau kebebasan mengeluarkan pendapatnya sih boleh-boleh saja,
tetapi kebebasan mereka mengganggu kami. Ya kan seperti Anda nyetel
radio terlalu kenceng, ya emang radio Anda tapi kan saya (ngerasa)
berisik," tegasnya.
Menurutnya, dengan adanya aksi nanti sungguh sangat menghambat proses
rekapitulasi surat suara. Karena, akan mengganggu pendengaran.
"Menghambat sih enggak, tapi mengganggu lah saat proses para saksi
BPN-TKN yang melaporkan hasilnya. Ini kan orang ada yang bicara, ada
yang mendengarkan. Lah kalau mendengarkan butuh ketenangan, kalau
berisik seperti itu kan luar biasa," ucapnya.
Lalu, saat ditanyakan apakah pihaknya nanti akan menerima para
pendemo. Wahyu memastikan, jika pihaknya menerima para pendemo itu akan
dilakukan menjelang sahur.
"Enggak (ada rencana terima), kita enggak punya waktu. Sekarang
bayangka, kita jam 9 (pagi) main, selesai jam 12 (siang), lalu istirahat
shalat, main lagi jam 1 (siang), abis itu kelar maghrib, kemudian ada
isya, teraweh. Kita main jam 8 (malem) hingga jam 12 (malem), kecuali
kalau mau diterima jam 2 pagi," pungkasnya.







0 comments:
Post a Comment