![]() |
“Betapa banyak orang yang
berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali
rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobrani)
|
Ibadah puasa pada bulan suci Ramadan hukumnya
wajib dikerjakan bagi umat Islam. Namun, puasa yang dilakukan selama
sebulan penuh, bisa batal karena beberapa hal, bukan hanya sebatas makan
dan minum karena sengaja.
Puasa bermakna menahan diri untuk tidak
makan dan minum, juga hal-hal yang membatalkan, sejak fajar terbit
hingga matahari tenggelam. Dalil untuk makna ini tercantum dalam Surah
al-Baqarah:187, “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih
dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai
(datang) malam...”
Namun ada beberapa kerugian yang dialami oleh
umat Muslim di bulan Romadhon dan mungkin saja kerugian itu juga kita
alami apabila:
1. Tidak berpuasa dan tidak beribadah dengan maksimal
Perintah
puasa di bulan Romadhon bagi setiap orang yang mengaku beriman sudah
sangat jelas tertuang di surat Al Baqoroh ayat 183. Namun kenyataannya,
banyak diantara kita yang mengaku beriman, sehat dan tidak sedang
berhalangan, namun tidak menjalankan ibadah puasa. Padahal jika kita
menilik pada RUKUN ISLAM, maka seseorang belum bisa dikatakan beragama
Islam jika belum bersyahadat, menegakkan sholat dan mengerjakan puasa.
Sementara zakat dan ibadah haji hanya diwajibkan kepada yang mampu saja.
Selain
itu, ada juga diantara kita dan mungkin termasuk kita yang berpuasa,
namun tidak melakukan amal ibadah lainnya dengan maksimal. Puasa hanya
sekedar puasa saja. Padahal bulan Romadhon itu menyimpan potensi pahala
yang tidak terbatas. Ibadah sunah pahalanya dihitung seperti ibadah
wajib, dan ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan sampai tak terhingga.
“…Barang
siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunah) di bulan Romadhon
pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya.
Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti
melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya… (HR. Ibnu Huzaimah).
“Setiap
amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700
kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang
artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang
akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya
demi Aku.” (HR. Muslim).
2. Puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga
Disatu
sisi bulan Romadhon menawarkan pahala yang tak terhingga, disisi lain,
banyak diantara kita yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa
kecuali rasa lapar dan dahaga.
“Betapa banyak orang yang
berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali
rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobrani)
Beberapa perkara
yang menyebabkan hilangnya pahala puasa, antara lain: berdusta atau
bohong, ghibah dan fitnah, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat
aurat lawan jenis dengan syahwat.
Orang-orang tersebut puasanya tetap sah, namun tidak mendapatkan pahala atas puasanya.
3. Tidak mengikuti tarawih hingga selesai
Kadang-kadang
kita melihat ada orang yang meninggalkan shalat tarawih sebelum shalat
witir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan satu keutamaan
bagi orang yang megikuti tarawih sampai selesai. Nabi bersabda:
“Orang
yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya
pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Untuk itu marilah kita usahakan senantiasa mengikuti sholat tarawih berjamaah hingga selesai sholat witir.
4. Tidak menjaga sholat
Sholat
adalah ibadah terpenting bagi seorang muslim karena sholat adalah tiang
agama. Selain itu, sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab oleh
Allah di hari kiamat kelak.
“Sesungguhnya pertama kali yang
dihisab dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah
shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana
shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR Tirmidzi).
Selain
itu, kepada para laki-laki hendaknya senantiasa mengerjakan sholat 5
waktu di masjid. Karena bagi orang yang malas sholat di masjid, oleh
Nabi dikategorikan kepada golongan orang munafik.
“Sesungguhnya
tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan
shalat Isya dan shalat Subuh di masjid…” (HR Bukhari Muslim).
Meskipun
hanya disebutkan sholat Isya dan Subuh, namun kita tidak boleh
meremehkan sholat lainnya. Sebab, jika kita amati saat ini, justru
sholat Ashar lah yang sering kali sedikit jamaahnya.
Kemudian, orang munafik oleh Allah diancam dengan Neraka Jahanam.“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (QS An Nisa:140).
5. Tidak membiasakan membaca Al Qur’an
Membaca Al Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan baik di bulan Romadhon maupun bulan lainnya.
Didalam
HR. Tirmidzi, Nabi bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari
Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu
dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala). Aku tidak mengatakan Alif Laam
Mim adalah satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan
Mim satu huruf”.
Begitu besar pahala membaca Al Qur’an, belum lagi
jika dikerjakan di bulan Romadhon, dimana setiap amal kebaikan akan
dilipatgandakan sampai tak terhingga.
Untuk itu marilah kita
membiasakan diri kita membaca Al Qur’an, paling tidak di bulan Romadhon
ini bisa khatam satu kali. Rata-rata dalam 1 juz itu terdiri dari 10
muka atau 20 halaman. Jika setiap ba’da sholat fardu kita membaca 2
muka, maka insya Allah dalam sebulan kita bisa khatam satu kali. Apalagi
ketika puasa biasanya banyak waktu luang yang bisa kita gunakan untuk
membaca Al Quran, misalnya setelah berbuka, setelah tarawih dan
menjelang imsyak.
6. Lebih buruk dari tahun lalu
Jika
puasa Romadhon tahun ini lebih buruk dari tahun lalu, maka sesungguhnya
kita adalah orang yang mengalami kerugian. Karena orang yang beruntung
adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Untuk itu
marilah kita nilai diri kita masing-masing, apakah kualitas ibadah kita
tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, atau justru malah menurun
atau semakin buruk.
Materi “kerugian di bulan romadhon” ini diambil dari berbagai sumber.







0 comments:
Post a Comment