JAKARTA-Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati soal desa siluman penerima dana desa saat rapat dengan Komisi
IX, menuai keprihatinan. Baik kepolisian dan instansi terkait telah
diturunkan untuk mengungkap dugaan korupsi dana desa itu.
Anggota Komisi V DPR dari Fraksi
Demokrat Irwan menyatakan pihaknya sudah memanggil Menteri Desa Abdul
Halim Iskandar untuk hadir di rapat kerja pada Kamis (14/11). Rapat
membahas program Kemendes sekaligus meminta detail desa siluman yang
dimaksudkan.
“Kamis depan rapat kerja dengan
Kemendes, nanti kita langsung mempertanyakan,” kata Irwan di Kompleks
Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019)
Irwan menuturkan, pernyataan Sri Mulyani
juga harus dijelaskan secara rinci oleh Kemendes. Ia berharap kasus ini
masih belum terungkap hingga batas pembahasan anggaran Kemendes.
“Jangan sampai kemudian desa fiktif ini
terus bergulir isunya, yang kemudian menjadi pintu masuk untuk
merasionalisasi anggaran Kementerian Desa,” kata legislator asal Kaltim
itu.
“Kita tahu sendiri sampai 2019 ini masih
13 ribuan desa tertinggal yang harus kemudian menjadi perhatian
pemerintah. Karena bagaimana pun berbicara mengenai pembangunan republik
ini kita harus pahami kita juga harus fokus di desa,” imbuhnya.
Terlepas dari itu, Irwan menyampaikan
perlu ada peningkatan pengawasan atas dana desa. Ia cukup kebingungan
mengapa kasus desa siluman penerima dana desa baru terungkap 2019 ini.
“Saya juga ada kebingungan, mulai 2014
proses ini bergulir dana desa, kok baru 2019 ini kemudian diributkan.
Jangan-jangan ada upaya untuk kemudian tidak fokus pada pembangunan desa
dengan mengurangi dana desa,” tuturnya.







0 comments:
Post a Comment