Sunday 8 March 2020

Aparat Mesti Ungkap Praktik Monopoli Bisnis Logistik


  Aparat hukum bisa menggunakan UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli untuk mengungkap praktik usaha tidak sehat di pelabuhan.
JAKARTA – Aparat penegak hukum mesti bertindak atas adanya dugaan praktik mono­poli dalam bisnis logistik yang menyebabkan biaya transportasi laut menjadi mahal. Apalagi, kecurigaan adanya kegiatan usaha tidak sehat di pelabuhan itu disinyalir sudah berlangsung lama.
Pengamat Ekonomi dari Institute for Deve­lopment of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, mengatakan seharus­nya aparat penegak hukum segera bertindak ketika Presiden Joko Widodo menyampaikan kecurigaan ada permasalahan waktu bongkar muat kapal di pelabuhan yang terlalu lama hingga ada praktik monopoli di industri logistik.
“Presiden sudah berulang kali mengeluhkan biaya logis­tik mahal, tapi sampai sekarang masih tidak berubah. Seharus­nya aparat penegak hukum se­gera bertindak. Kalau aparat hukum tidak bergerak, sama saja melegalkan praktik mono­poli,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut Andry, salah satu masalah biaya logistik yang mahal karena terjadi kartel. Kartel ini terjadi karena banyak yang bermain di situ. Bukan saja kartel pada kapal, tapi juga kartel di pelabuhan. “Karena di pelabuhan banyak instansi ter­kait yang bermain sehingga yang punya duit akan diloloskan,” jelasnya.
Andry menegaskan, sebaiknya aparat hu­kum bisa menggunakan Undang-Undang No­mor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat untuk mengungkap praktik tidak sehat di pe­labuhan. “Para pelaku monopoli harus diberi sanksi agar tidak terulang lagi. Jadi, sebelum konsep tol laut terealisasi, praktik tidak sehat di pelabuhan mesti dibasmi dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Ka­mis (5/3/), telah meminta para menteri untuk melihat masalah biaya logistik yang masih mahal secara detail dan komprehensif. Pre­siden juga curiga ada permasalahan waktu bongkar muat kapal di pelabuhan yang terlalu lama hingga ada praktik monopoli di industri logistik.“Apakah masalahnya di pelabuhan, mi­salnya urusan dengan dwelling time atau ada praktik monopoli di dalam transportasi dan distribusi barang sehingga biaya logistik ti­dak efisien,” kata Jokowi (Koran Jakarta, Edisi Jumat, 6/3/2020).
Selain itu, Jokowi mengaku mendapatkan la­poran biaya sulit turun karena tidak seimbang­nya pengiriman dari timur ke barat dan sebaliknya. “Ini memang betul terutama dari wilayah timur, ada ketidakseimbangan jumlah muatan barang yang diangkut dari barat ke timur pe­nuh. Tapi, begitu dari timur kembali ke barat itu muatannya jauh berkurang,” tuturnya.
Presiden juga mengungkapkan biaya kirim barang antarprovinsi lebih mahal ketimbang kirim ke negara lain. “Contoh biaya pengiriman dari Jakarta ke Padang, Jakar­ta ke Medan, Jakarta ke Ban­jarmasin, Jakarta ke Makassar jauh lebih mahal dibanding pe­ngiriman Jakarta ke Singapura, Hong Kong, Shanghai. Begitu juga Surabaya ke Makassar jauh lebih tinggi dibanding Surabaya ke Singapura,” terangnya.
Jokowi pun mengingatkan tujuan awal program tol laut adalah mengurangi disparitas harga antarwilayah serta me­mangkas biaya logistik yang mahal. “Ada dua hal yang perlu menjadi fokus kita bersama. Yang pertama mengontrol dan membuat tol laut semakin efisien. Kedua, biaya logistik antardaerah antarwilayah, an­tarprovinsi harus bisa diturun­kan,” ujarnya.
Jokowi juga meminta meningkatkan nilai tambah tol laut dari pereko­nomian daerah sebab kontribusi transportasi laut terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat kecil.
Industri Belum Jalan
Dihubungi terpisah, pakar transportasi dari Universitas Brawijaya, Hendi Bowoputro, me­ngatakan biaya logistik yang masih tinggi di­sebabkan beberapa sebab, seperti inefesien­si, belum jalannya industri di daerah-daerah, dan permainan oknum pelabuhan.
“Inefisiensi terjadi karena pengiriman ba­rang ke luar negeri menggunakan kapal besar dengan kapasitas yang banyak sehingga bia­ya angkut container terdistribusi, sedangkan antarpulau di sini masih menggunakan kapal yang lebih kecil sehingga mahal,” ujarnya.
Selain itu, komponen biaya juga ditimbulkan oleh pengiriman yang kosong waktu kembali karena industri di daerah belum jalan. “Sebetul­nya ini sudah dipikirkan oleh Pak Jokowi de­ngan berbagai program, seperti penggemukan sapi di NTT dan lainnya, tapi entah mengapa belum jalan,” kata Hendi. n uyo/SB/AR-2
Share:

0 comments:

Post a Comment

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

www.kontakbanten.co.id

www.kontakbanten.co.id

Segenap Crew PT Kontak Media Persada

Segenap Crew PT  Kontak Media Persada

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

Selamat Hari Pers 2024

Selamat Hari Pers 2024

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

PERTAMINA 2024

PERTAMINA 2024

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT HUT KORPRI 2023

SELAMAT HUT KORPRI 2023

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BAPENDA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

PEMERINTAH BANYUWANGI

PEMERINTAH BANYUWANGI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

INFO CPNS DAN PPPK 2023 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2024

RESOLUSI TAHUN 2024

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

PEMERINTAH SUBANG JABAR

PEMERINTAH SUBANG JABAR

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TENGAH

PEMERINTAH JAWA TENGAH

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 78 2023

HUT RI KE 78 2023

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support