Friday 17 April 2020

Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19


Tak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Sya’ban, artinya kurang dari sebulan lagi menuju Ramadhan. Meskipun Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum melakukan Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan, tapi sebagian ormas Islam sudah menetapkan, pun Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag sendiri memprediksi Ramadhan akan berlangsung serentak. Dan jika tak ada perbedaan, dinyatakan umat Islam di Indonesia mulai melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadhan 1441 Hijriyah pada hari Jum’at tanggal 24 April 2020.
Bagi umat Islam bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk kaum muslimin, pembeda antara haq dan bathil serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri. Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan (lailatul qodar). Syahrul adzim mubarak, bulan yang agung dan berlimpah keberkahan, itulah Ramadhan.
Maka dengan berbagai keistimewaannya inilah kita dianjurkan bergembira dan bersukacita dalam menyambutnya. Sebab kegembiraan menyambut Ramadhan itu juga menjadi salah satu tanda keimanan seorang muslim. Ibarat akan menyambut tamu agung yang dinanti-nanti, maka kita perlu mempersiapkan segalanya dan tentu dengan senang hati menyambut datangnya sang tamu.
Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus 10: Ayat 58)
Namun, kegembiraan tersebut sepertinya harus dilingkupi juga dengan kesedihan. Ada tamu tak diundang yang mungkin akan menemani kita selama Ramadhan nanti, bahkan beberapa bulan kedepannya.
Ya, hampir tiga bulan sudah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda dunia. Virus yang berawal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei Cina ini dalam waktu singkat menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Pada 11 Maret 2020, WHO (World Health Organization) pun mengumumkannya sebagai pandemi global. Pemerintah Indonesia meresponnya dengan menyatakan status Bencana Nasional dan kemudian mengeluarkan aturan sosial distancing (diubah jadi physical distancing) guna mencegah penularan lebih masif. Kampus dan sekolah-sekolah mengalihkan proses belajar menjadi sistem daring, sejumlah perusahaan dan instansi menugaskan karyawan atau pegawainya untuk bekerja dari rumah. Dunia seakan “diistirahatkan” dengan adanya pandemi Covid-19 ini, manusia tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.
Berdasarkan data WHO hingga Selasa, 7 April 2020, ada 1,35 juta orang di dunia terinfeksi, 287.679 sembuh, dan 74.870 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan di Indonesia sampai 7 April 2020, tercatat 2.738 kasus dengan 204 sembuh dan 221 orang meninggal dunia. Data ini menunjukkan kenaikan angka yang begitu drastis, sejak dua pasien pertama virus Covid-19 di Indonesia diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020 yang lalu.
Hal ini tentu menjadi kabar kurang baik, terlebih bagi umat Islam di Indonesia maupun di seluruh dunia yang berharap dapat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan ketenangan dan kekhusyuan.
Menyambut Ramadhan
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Walau demikian, di tengah situasi sulit seperti ini kita tetap harus mempersiapkan diri dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Menyambut yang dimaksud sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Aku tidak pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sebulan penuh selain puasa Ramadhan, dan aku juga tidak pernah melihat beliau begitu banyak berpuasa selain pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya, dalam menyambut Ramadhan kita dapat melakukan berbagai persiapan. Sebab Ramadhan adalah momentum olah jiwa tahunan (riyadhah tsanawiyah), dimana ada dua dimensi yang dibentuk disini, yaitu ruhiyah dan jasadiyah. Pertama, dimensi ruhiyah yang mencakup segala hal tentang semangat dan ketaatan dalam beribadah (sholat, tilawah, dzikir, dll). Kedua, dimensi jasadiyah yang menguji ketahanan fisik, dengan adanya larangan makan dan minum dari mulai terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari di waktu maghrib.
Persiapan fisik dapat dilakukan diantaranya dengan mengatur pola hidup sehat, rajin berolahraga, makan yang sehat dan bergizi, istirahat cukup, dan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban ini, agar saat Ramadhan nanti langsung terbiasa. Selain itu mempersiapkan mental juga penting, dengan memperdalam ilmu agama, terutama berkaitan tentang Ramadhan, lalu membuat targetan amalan yang akan dikerjakan selama Ramadhan nanti.
Karena Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya banyak keutamaan dan melimpah keberkahan, sayang jika dilalui begitu saja tanpa produktivitas tinggi yang penuh arti. Membaca buku, menulis, mendengar tausyiah, podcast, mengikuti kajian daring, membuat kerajinan tangan, dll. bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu selama Ramadhan #DiRumahAja, tentu yang paling utama memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Dengan ruang terbatas di tengah pandemi Covid-19 bukan menjadi alasan untuk kita melakukan banyak kemalasan dan kemubadziran.
Apalagi jika kita berkaca pada sejarah, banyak peristiwa besar dalam peradaban umat Islam terjadi di bulan Ramadhan. Perang Badar pada tanggal 17 Ramadhan 2 Hijriyah, pertempuran kaum muslimin dengan kaum kafir Quraisy, yang dimana dengan rasio kekuatan 1/3 dari musuh, umat Islam mampu memenangi pertempuran tersebut. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana sebuah pasukan yang sedang berpuasa bisa terus berperang mengangkat pedang. Bahkan memenangkan pertempuran yang sama sekali tidak seimbang. Namun itulah janji Allah, Tuhan yang tidak pernah ingkar akan janji-Nya.
Lalu peristiwa Fathu Makkah (pembebasan Kota Mekkah) dari kaum kuffar pada tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriyah, dan yang tak kalah heroik kemenangan Shalahuddin Al-Ayyubi pada perang salib “Battle of Hattin” di Palestina yang bertepatan dengan tanggal 26 Ramadhan. Di Indonesia Ramadhan juga bulan bersejarah karena proklamasi kemerdekaan jatuh pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Ini artinya puasa di bulan Ramadhan bukan alasan untuk malas berpikir maupun bertindak.
Dan jika kita merujuk kembali pada ayat di atas, QS. Al-Baqarah : 183. Perintah berpuasa sesungguhnya bukan titah biasa. Kata amanu di ayat tersebut merupakan panggilan khusus bagi mereka yang mengaku dirinya beriman. Ini berbeda dengan lafadz lain semisal ayuha an-naas (wahai manusia), yang merupakan seruan umum kepada semua umat manusia. Karenanya, dengan berpuasa, kita pun sebenarnya telah mengaku diri sekaligus membuktikan sebagai orang yang beriman.
Sekali lagi, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan pahala kebaikan, dimana untuk mendapat pahala tersebut kita harus menguatkan iman kita, agar bisa melakukan banyak amalan kebaikan. Melakukan ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, mulai dari sholat wajib, tarawih, tilawah, dzikir, sedekah, dan memperluas wawasan keislaman. Dimana tujuan akhir dari itu semua adalah untuk mencapai derajat takwa (la’allakum tattaquun). Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu mari kita selaku kaum muslimin senantiasa membersihkan jiwa maupun raga. Dengan terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wata’ala. Jadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momentum refleksi dan muhasabah diri atas apa yang dilakukan sebelas bulan kebelakang. Dan barangkali dengan adanya wabah ini Allah mengisyaratkan kaum muslimin untuk lebih banyak waktu dalam mendekatkan diri dan memperbanyak ibadah kepada-Nya. Mari kita berdo’a semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, agar kita bisa menjalani Ramadhan dengan tenang dan khusyu. 
 
Penulis :
Alzeiraldy Idzhar Ghifary
(Anggota DKM Al-Makmun FKIP Untirta)
Share:

0 comments:

Post a Comment

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DISPORA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

DINAS PEMDIDIKAN KOTA SERANG

www.kontakbanten.co.id

www.kontakbanten.co.id

Segenap Crew PT Kontak Media Persada

Segenap Crew PT  Kontak Media Persada

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN

Selamat Hari Pers 2024

Selamat Hari Pers 2024

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Dinas Pendidikan Kota Serang ISRA MIRAJ 1445 h

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Jadilah Perbedaan Menjadi Kekuatan

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

PERTAMINA 2024

PERTAMINA 2024

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT HUT KORPRI 2023

SELAMAT HUT KORPRI 2023

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

BAPENDA PROVINSI BANTEN HARI PERS 2024

PEMERINTAH BANYUWANGI

PEMERINTAH BANYUWANGI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

INFO CPNS DAN PPPK 2023 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

HARI KETERBUKAAN INFORMASI 2023

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2024

RESOLUSI TAHUN 2024

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

PEMERINTAH SUBANG JABAR

PEMERINTAH SUBANG JABAR

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

PEMERINTAH BIRIEUN ACEH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TIMUR

PEMERINTAH JAWA TENGAH

PEMERINTAH JAWA TENGAH

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 78 2023

HUT RI KE 78 2023

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PEMERINTAH TANGERANG

PEMERINTAH TANGERANG

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support