< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Siswi SMPN 1 Cilegon Juara Bhayangkara Mural Festival Hingga Sejarah Panjang Seni Coret Tembok

Sabtu, 30 Oktober 2021 | Sabtu, Oktober 30, 2021 WIB | Last Updated 2021-10-30T10:04:12Z

 


 CILEGON- Angrek Gunawan masih berusia 14 tahun, namun siswi SMPN 1 Kota Cilegon itu menjuarai lomba Bhayangkara Mural Festival tingkat Polda Banten.

Remaja yang datang bersama ibu nya itu dengan malu-malu menceritakan Indonesian yang sedang melakukan vaksinasi dan bisa segera bebas, dari covid-19.

Muralnya menggambarkan virus covid-19 yang lemas usai di suntik vaksin. Kemudian sekelompok masyarakat berlari dari tahun 2021 ke tahun 2021 yang sudah bebas dari Corona.

“Kan kita sebentar lagi pingin berjalan ke 2022, ini ceritanya di masanya menerima vaksin, disitu ada covid nya di vaksin terus teler, berjalan ke 2022, dengan harapan bebas dari covid, kita enggak mikirin covid, kita bebas aja gitu,” kata Angrek Gunawan, ditemani ibu nya di Mapolda Banten, Kota Serang, Sabtu (30/10/2021).

Menurut Wakapolda Banten, Brigjen Pol Ery Nursatari, ada 29 peserta yang mendaftarkan diri dalam lomba mural. Mereka kemudian membuat sketsa gambar disebuah kanvas.

Gambar itu kemudian di seleksi oleh juri dari penggiat seni kemudian diklasifikasi. Hasilnya, ada satu yang diberangkatkan ke Mabes Polri dan 15 peserta lainnya menggoreskan cat di tembok Mapolda Banten.

“Ini merupakan salah satu tugas kita, kami juga polisi yang punya seni, yang ingin berteman dengan seniman-seniman. Jangan sampai ada kegaduhan dalam menyampaikan, semoga ini kita bisa bekerjasama, seniman ini bisa membantu kita yang memang masih dalam kondisi covid, ekonomi kita juga kurang baik, dengan saluran mural yang di ekspresikan di tembok,” kata Wakapolda Banten, Brigjen Pol Ery Nursatari, ditempat yang sama, Sabtu (30/10/2021).

Jenderal bintang satu itu menerangkan mural memiliki sejarah panjang di Indonesia, salah satunya sebagai sarana menyampaikan kritik, suara sosial dan perjuangan para pahlawan zaman perang kemerdekaan dahulu.

Masyarakat menyuarakan aspirasi dan kritiknya melalui sebuah gambar atau tulisan di dinding. Salah satu manfaatnya, menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Pada saat jaman kemerdekaan dulu, untuk melawan penjajah dulu, karena melawan penjajah dulu kita tidak mampu, dengan senilah kita bisa salurkan aspirasi,” jelasnya.

Masyarakat menyuarakan aspirasi dan kritiknya melalui sebuah gambar atau tulisan di dinding. Salah satu manfaatnya, menggelorakan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Pada saat jaman kemerdekaan dulu, untuk melawan penjajah dulu, karena melawan penjajah dulu kita tidak mampu, dengan senilah kita bisa salurkan aspirasi,” jelasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update