KABUPATEN SERANG KONTAK BANTEN — Pemerintah Kabupaten Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Serang, dan Pemerintah Kota Cilegon mematangkan persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat audiensi dan penyampaian perkembangan proyek PSEL Serang Raya di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kota Serang, Senin (7/9/2026).
Rapat dihadiri Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, serta Wali Kota Cilegon Robinsar.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas sejumlah persiapan penting menjelang pembangunan PSEL yang ditargetkan mulai Desember 2026.
Kabupaten Serang Siapkan 400 Ton Sampah per Hari
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, salah satu hal yang harus dipastikan adalah ketersediaan pasokan sampah untuk kebutuhan operasional PSEL.
Kabupaten Serang ditargetkan memasok sekitar 400 ton sampah per hari ke fasilitas PSEL Serang Raya.
Menurut Zakiyah, target tersebut menjadi tantangan sekaligus solusi bagi Kabupaten Serang yang saat ini masih menghadapi kondisi darurat sampah.
“Kita harus menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan dan memastikan pasokan sampah sampai ke lokasi PSEL saat beroperasi nanti,” ujar Ratu Zakiyah.
Kebutuhan Dump Truck Belum Terpenuhi
Untuk mengangkut 400 ton sampah setiap hari, kebutuhan armada dump truck juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Saat ini, kebutuhan armada diperkirakan mencapai 41 unit, sementara ketersediaan kendaraan baru sekitar setengah dari jumlah tersebut.
Ratu Zakiyah memastikan Pemkab Serang akan berupaya memenuhi kekurangan armada agar pasokan sampah menuju PSEL dapat berjalan lancar.
“Insya Allah di tahun ini di anggaran perubahan kita juga menganggarkan untuk tambahan dump truk dan yang lainnya. Kemudian di 2027 kita juga tambahkan anggaran biaya yang lumayan besar. Di 2028 juga sama,” katanya.
Pemkab Serang Siapkan Anggaran Rp58 Miliar
Selain armada pengangkut sampah, Pemkab Serang juga harus menyiapkan dukungan anggaran untuk kebutuhan proyek tersebut.
Ratu Zakiyah menyebut total dukungan anggaran yang harus disiapkan Pemkab Serang mencapai sekitar Rp58 miliar.
Selain itu, terdapat kebutuhan tambahan sekitar Rp4 miliar untuk pematangan lahan.
“Jadi ada kurang lebih Rp58 miliar yang harus kita dukung anggarannya. Dan ada tambahan lagi tadi untuk pematangan lahan itu ada Rp4 miliar. Jadi ini yang harus juga kita penuhi,” sambungnya.
Pematangan Lahan Jadi Bagian Persiapan
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas perjanjian kerja sama serta kesiapan lahan untuk pembangunan PSEL.
Pematangan lahan menjadi salah satu tanggung jawab pihak terkait, termasuk Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sesuai pembagian peran dalam proyek.
Pemerintah daerah diminta memastikan berbagai kebutuhan tersebut dapat diselesaikan agar pembangunan PSEL sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
Diharapkan Jadi Solusi Darurat Sampah
Ratu Zakiyah optimistis Pemkab Serang mampu memenuhi kebutuhan pendukung proyek PSEL Serang Raya.
Menurutnya, keberadaan PSEL diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Serang.
“Kita tahu Kabupaten Serang masih darurat sampah, jadi mohon doanya. Kita doakan semoga kegiatan atau project PSEL ini berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang tadi ditentukan,” harapnya.
PSEL Serang Raya diharapkan menjadi salah satu terobosan pengelolaan sampah di Provinsi Banten. Selain mengurangi timbunan sampah, fasilitas tersebut nantinya ditargetkan mampu mengolah sampah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.(TIM ON)

.gif)