< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup karena Abu Vulkanik Anak Krakatau, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 06 September 2026 | Minggu, September 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-06T03:30:48Z

 

 

TANGERANG KONTAK BANTEN  – Operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta/CGK) kembali diperpanjang penutupannya hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui NOTAM Nomor A3344/26 sebagai perubahan atas NOTAM Nomor A3341/26.

Perpanjangan penutupan dilakukan karena sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di sekitar wilayah bandara dan berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa mengatakan, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan.

Koordinasi dilakukan bersama operator penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebelumnya, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.

Penutupan dilakukan setelah hasil paper test pada Minggu pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya sebaran abu vulkanik.

Pemeriksaan kembali dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB hingga 06.35 WIB. Hasil pemeriksaan terbaru juga menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di area Bandara Soekarno-Hatta.

Atas dasar hasil tersebut, operasional bandara kemudian diperpanjang penutupannya hingga pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26.

170 Pesawat Dipastikan Aman

Di tengah penutupan operasional tersebut, sebanyak 170 pesawat yang melakukan Remain Over Night (RON) di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan berada dalam kondisi aman berdasarkan pembaruan data hingga Minggu pukul 05.30 WIB.

Ratusan pesawat tersebut berada di area apron dengan rincian 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, serta empat pesawat berada di area kargo.

Sementara itu, penutupan wilayah udara pada periode pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dengan total 22.798 penumpang.

Untuk penerbangan domestik, rute Makassar (UPG) menjadi salah satu rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat menjadi yang paling terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.

Sejumlah Penerbangan Dibatalkan dan Dijadwal Ulang

Dampak penutupan juga terjadi pada sejumlah penerbangan internasional. Penanganan mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan ulang.

Sejumlah rute internasional yang terdampak antara lain Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL).

Sementara penerbangan domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak antara lain Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

Ditjen Perhubungan Udara memastikan petugas bandara bersama maskapai terus melakukan penanganan terhadap penumpang yang terdampak.

Penanganan meliputi penyampaian informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta menjalankan prosedur pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kementerian Perhubungan juga mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak berantai (cascading impact) akibat penutupan sementara tersebut.

Dampak tersebut dapat memengaruhi rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal bandara.

Penumpang Diminta Tidak Datang ke Bandara Terlebih Dahulu

Kemenhub mengimbau masyarakat dan calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk terus memantau perkembangan status penerbangan melalui maskapai masing-masing.

Calon penumpang juga diminta tidak datang ke bandara terlebih dahulu hingga terdapat informasi terbaru mengenai kondisi operasional dan penerbangan.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penumpang tidak mengalami penumpukan di terminal selama aktivitas penerbangan masih terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan akan terus memantau perkembangan kondisi dan melakukan evaluasi terhadap operasional Bandara Soekarno-Hatta dengan mengutamakan faktor keselamatan penerbangan.(TIM HN)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update