JOMBANG KONTAK BANTEN – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Tawaran tersebut disampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat berada di Washington, Amerika Serikat, beberapa bulan lalu.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo mengatakan keputusan menolak pinjaman tersebut diambil karena Indonesia dinilai masih mampu menjalankan pembangunan dan perekonomian tanpa harus bergantung pada pembiayaan dari IMF.
“Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF,” kata Prabowo.
Pemerintah Kurangi Ketergantungan Utang
Menurut Prabowo, pemerintah saat ini berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri. Pemerintah justru mendorong investasi masuk ke Indonesia sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
“Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Kalau ajak investasi boleh,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, apabila pemerintah memang membutuhkan pinjaman, pembiayaan tersebut harus dilakukan secara selektif, terutama dengan mempertimbangkan tingkat bunga yang harus dibayarkan.
Sikap tersebut, kata Prabowo, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kemandirian ekonomi nasional sekaligus memastikan beban pembiayaan negara tetap terkendali.
Efisiensi Anggaran Dialihkan untuk Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memaparkan langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah. Ia menyebut penghematan di berbagai bidang mencapai lebih dari Rp200 triliun dan mendekati Rp300 triliun setiap tahun.
Dana hasil efisiensi tersebut, menurut Prabowo, akan dialihkan untuk program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Prabowo menegaskan strategi pemerintah bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus Angkat Rakyat dari Kemiskinan
Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu fokus utama transformasi bangsa.
Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak, mulai dari kebutuhan pangan, rumah, hingga penghasilan yang cukup.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak warga NU dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengelola kekayaan Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

.gif)